TAKDIR (cerpen)
Ify tengah berlari lari kecil ke arah toilet sekolahnya. Namun langkahnya terhenti ketika seorang gadis seumuran dengannya yang bernama shilla memanggil namanya. Sontak ify menoleh ke arah shilla yang sedang berlari
ke arahnya.
“ify aw..”belum sempat shilla menyelesaikan kalimatnya. Sebuah bola basket telah melesat ke arah ify dan membentur kepalanya.
Bukk… ify jatuh terduduk sambil memegangi kepalanya.
Ify mengerang kesakitan sambil mengelus – elus kepalanya yang terbentur bola basket ‘nyasar’ itu. ia meraih bola basket yang tergeletak di sampingnya.
“dasar bola basket sialan! Gak punya mata apa lo ! seenaknya aja ngebentur pala orang. Kalo gue gegar otak gimana. Emang lo bakalan tanggung jawab apa?. Ini bola punya siapa lagi?”
“punya gue..”ucap seorang cowok hitam manis yang berbadan tegap dan gagah itu.
Ify mendongkakkan kepalanya. ia baru akan membuka mulut untuk memarahi orang yang sudah membuat kepalanya sakit itu. namun saat melihat wajahnya yang tampan, ify hanya memandangi orang itu tanpa berkedip sedikit
pun. Ia baru tersadar saat orang itu mengambil bola basket yang ify pegang
dengan kasar.
“eh..” baru saja ify berniat untuk menanyakan namanya. Orang itu sudah berlari kearah lapangan dan mulai bermain basket kembali. Ify hanya memandangi orang itu sambil senyam senyum sendiri.
“fy.. lo gak papa??”tanya shilla sambil membantu ify berdiri.
“hehe. Tenang aja. gue masih sehat walafiat kok.”
“oh.. syukur deh. Gue kira lo gegar otak gara – gara tuh bola basket. Lo tadi mau kemana? Main ngilang gitu aja?”
“oh.. tadi gue mau ke toilet. Kebelet! Eh.. jadi aja lupa. Gue ke toilet bentar..” ify kembali berlari lari kecil menuju toilet sekolahnya.
*****
Ify berjalan menuju lapangan basket di sekolahnya. Berharap bisa menemui sosok pria yang tlah membuat jantungnya berdebar tak karuan. Ini bukan yang pertama kalinya untuk ify memperhatikan sosok itu secara diam –
diam. Bahkan ini sudah menjadi rutinitasnya sejak bertemu dengan pria itu.
Semakin sering ia memperhatikan pria itu, semakin besar juga perasaannya untuk
pria itu. dan tanpa sadar seulas senyum telah mengembang di wajahnya. Ify
bukanlah gadis yang gampang menyukai seorang pria. Tapi entahlah, kenapa ia
bisa memiliki perasaan yang begitu dalam terhadap pria ini. Mungkin ini yang
dinamakan ‘love at the first sight’.
Shilla menepuk pundak ify “fy kok lo belom pulang sih?”
“mm.. bentar lagi.” Ify tak mengalihkan pandangannya sedetik pun dari sosok pria itu.
“lo merhatiin siapa sih?” shilla bertanya. Namun ify tak menjawab pertanyaannya. Ia mengikuti arah pandang ify dan menemukan sesosok kakak kelas yang menjadi idaman di sekolahnya.
“oh.. merhatiin ka rio toh..” gumam shilla. Namun dapat di dengar jelas oleh ify.
“ka.. rio?” ify menoleh cepat ke arah shilla.
“iya ka rio. cowok yang lo perhatiin itu namanya rio. dia itu kakak kelas kita.”jelas shilla
“oh rio. mm.. tapi kok gue jarang liat dia bareng ama temen temennya ya.. kalo main basket juga pasti sendiri terus..” Tanya ify sambil kembali memperhatikan sosok rio
“gue kurang tau juga sih. tapi denger – denger sih sikapnya dia itu dingin banget ama cewek. Senyum aja susah. Apalagi liat dia ketawa. Wuih langka banget. Terus dia itu terkesan ‘kasar’ ama cewek..” jelas shilla.
Ify hanya manggut – manggut mendengar penjelasan dari sahabatnya yang satu ini.
Shilla melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya “gue balik duluan ya fy.. bye..” pamit shilla sambil berjalan menjauh dan melambaikan tangannya.
Ify kembali memerhatikan sosok rio. pria yang misterius pikirnya. Dan itu membuat dirinya semakin tertarik.
Rio menghentikan permainannya. Sepertinya ia mulai kelelahan. Ia meraih ranselnya dan menyelempangkannya di bahu kirinya. Ia menuju parkiran sambil mendrible sebuah bola basket.
“tegur? Jangan? Tegur? Jangan? tegur? Jangan? Tegur? Jangan?tegur..” ify bergumam sendiri. Rio sudah semakin menjauh dari pandangannya. “tegur aja deh..” ify berlari lari kecil mengejar rio.
“ka rio..” ify setengah berteriak.
Rio membalikan badannya. Ia melihat seorang gadis yang berlari ke arahnya. Namun tak ada ekspresi apapun di wajahnya.
“ka rio kan?”Tanya ify setelah berhasil menyusul rio.
“masih inget gue gak?” Tanya ify. Namun rio hanya mengerutkan keningnya. Ify mulai membuka mulut kembali “itu.. yang waktu itu kena bola basket yang lo mainin??” Tanya ify. Namun ekspresi rio hanya datar –
datar saja. Suara pun tak ia keluarkan.
“mm.. mungkin lo lupa. Yaudah, gue ify..” ify menjulurkan tangannya dan memamerkan senyum termanisnya. Namun ekspresi rio tak berubah sedikit pun. Ia malah membalikan tubuhnya dan berjalan pergi. Meninggalkan
sosok ify.
Ify menarik kembali tangannya. Kecewa? Ya, ia memang merasa kecewa. Namun rasa kecewanya tak mengurungkan niatnya untuk mengenal sosok rio lebih jauh. Ia bertekad dalam hati untuk bisa membuat rio tersenyum. Tidak..
bukan hanya tersenyum. Tapi tertawa. Ya. Tertawa lepas…
*****
“fy.. ngapain sih lo deketin si ka rio? kalo lo knapa – knapa gimana? Dia kan agak ‘kasar’ gitu ama cewek. Lo gak takut apa?” kata shilla.
Ify menggelengkan kepalanya. “nggak sama sekali..”
“gila lo fy. Ngapain coba lo deketin cowok kayak dia.”
“yaah.. gue emang gila. Mau ikut nyamperin ka rio kagak lo?”
“kagak deh.. “ sahut shilla sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
“yaudah. Lo liat ya. Ka rio itu gak akan makan gue idup – idup..”
Ify berjalan mendekat ke arah rio yang sedang sibuk dengan bola basketnya. Ia mendekati rio perlahan.
“hai ka rio..” sapa ify. Tak ada jawaban dari rio. ia hanya menoleh sekilas dan kembali sibuk dengan bolanya. Ify mengela nafas. ‘sabar ify.. sabar ‘ batin ify.
“kak gue bawain minuman nih. Lo pasti aus kan?” tawar ify sambil menyodorkan sebotol pocari sweat kea rah rio. namun rio tetap tak menghiraukannya. Malah ia tak menoleh sedikit pun.
“yaudah. Gue simpen disini aja ya..” ify meletakkan sebotol pocari sweat di dekat kaki rio. lalu berjalan pergi meninggalkan rio.
Rio menoleh kea rah sebotol pocari sweat yang di letakan ify di dekat kakinya lalu memandang punggung ify yang berjalan menjauh. Tanpa sadar ujung bibir rio tertarik sedikit demi sedikit hingga membentuk sebuah senyum
tipis.
*****
Rio berjalan menuju parkiran tempat ia memarkir Yamaha TZR 50 miliknya. Namun langkahnya terhenti ketika seorang gadis memanggil namanya. Ia mengenali suara itu. karna ini bukan yang pertama kalinya gadis itu menemui
rio sepulang sekolah. Mungkin ini sudah yang ke lima kalinya. Atau mungkin
lebih.
Mau tak mau rio membalikan tubuhnya. Ia mendapati ify sudah berdiri di belakangnya dengan senyum lebar di wajahnya. Rio hanya mengangkat sebelah alisnya seakan bertanya ‘mau apa lagi lo’.
“hai ka. Mm.. gini. Mm.. gimana yak..” terlihat jelas kegugupan dari wajah ify. Rio benar benar sudah merasa jengkel dengan gadis satu ini. Ia membalikan tubuhnya dan berjalan pergi ke parkiran tanpa menghiraukan
ify.
Ify menysul rio sambil memanggil – manggil namanya. Namun rio tak menghiraukannya. Tapi ify tak merasa putus asa sedikit pun, ia terus memanggil – manggil nama rio.
“ka.. ka rio.. ka rioo…”panggil ify. Rio berbalik ke arah ify.
“mau ngomong apa lo?!” rio setengah membentak
“itu.. mm.. jadi gini..”
“udahlah! Males gue berurusan ama orang kayak elo !!” bentak rio. lalu ia berbalik dan tiba tiba saja langkahnya terhenti ketika..
“gue suka sama elo ka..” ucap ify lantang. Rio menghentikan langkahnya. Namun tetap membelakangi ify. Ia hanya diam mematung. Tapi sesaat kemudian ia tersadar. lalu rio berjalan pergi. Meninggalkan ify.. sendiri..
Ify berdiri mematung. Ia sendiri tak bias mengontrol perkataan yang terlontar dengan sendirinya dari mulutnya. Ia hanya bisa merutuki dirinya sendiri atas perkataan bodoh yang ia katakana tanpa bias ia
cegah. Kata kata itu terucap begitu saja saat rio akan meninggalkannya. Seakan
ia tak mau di tinggalkan olehnya.. oleh rio…
*****
Rio membanting ranselnya di tempat tidur. Lalu ia duduk di tepi tempat tidurnya masih dengan seragam yang menempel di tubuhnya. Ia mengacak – ngacak sendiri rambutnya.
“aarggh… maksud tuh cewek apaan sih !! seenaknya aja ngomong suka ama gue ! emang dia kira dia siapa? Berani beraninya ngomong kayak gitu ama gue.. aarrgh sialan..”ucap rio setengah berteriak. rio mengacak – acak
rambutnya lalu menghempaskan tubuhnya.
“kenapa dia harus suka ama gue? Kenapa harus dia? Kenapa juga dia itu harus suka ama gue? Kenapa harus cewek yang gue cintai ngomong suka ama gue? Kenapa harus gue?.. gue gak pantes buat elo fy.”lirih rio.
Rio sudah sejak lama memiliki perasaan terhadap ify. Semenjak gadis itu masuk ke sekolah yang sama dengan rio. bahkan ia mengetahui segala sesuatu tentang ify. Namun perasaan itu harus di buangnya jauh - jauh
saat ia sadar bahwa dirinya tak mampu membuat gadis yang di cintainya itu
bahagia. Hanya air mata dan kesedihan yang akan ia berikan. Bukan kebahagiaan.
*****
Ify berdiri di gerbang sekolahnya sambil sesekali melirik jam tangan biru muda yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Sudah hampir setengah jam ify menunggu supirnya yang biasa mengantarkan ia pulang. Tiba tiba
HP ify bergetar. Tanda sebuah pesan masuk. Ify cepat cepat menekan sebuah
tombol untuk membaca isi pesan itu.
1 new message – pak ahmad
From : pak ahmad
Aduh non. Mobilnya mogok.
Non ify pulang naik taksi aja ya.
Ify mendecakkan lidahnya berkali kali. “kalo gue gak di jemput. Gue pulang ama siapa dong? Masa gue harus nungguin taksi sih. mana ada taksi di sini” ucap ify.
Ify mengedarkan pandangannya ke sekolah. Sudah sepi. Yang tertinggal hanyalah rio yang sedang berjalan menuju motrnya yang di parkir. Ify sempat berniat untuk nebeng ama rio. namun teringat kejadian beberapa hari
lalu, saat ify lepas kontrol mengatakan suka pada rio. ia menjadi segan untuk
meminta bantuan kepada rio. apalagi akhir akhir ini ia sudah tidak pernah
menegurnya lagi.
Ify hanya menghela nafas lalu mulai berjalan pergi dari sekolahnya. Ia hanya berharap ada sebuah taksi yang bias mengantarkannya sampai ke rumah. Semoga saja. Semoga..
Dimana ini?
Ya tuhan.. dimana kah ini? Ify baru sadar bahwa dirinya sama sekali tak tahu jalan. Ify terus berjalan. Mengikuti kemana langkah kakinya membawanya. Sudah hampir satu jam ia berjalan. Namun tak ada satu ekor taksi
pun yang Nampak. Dan sekarang ia sama sekali tak tahu dimana dirinya sekarang
berada.
Ify terduduk lemas di pinggir trotoan jalan. Jalan itu sepi. Tak ada satu kendaraan pun yang lewat. Jangankan sebuah kendaraan. Orang – orang pun mungkin segan untuk kesini. Ify hanya duduk sambil memeluk kedua
lututnya sendiri, dan membenamkan wajahnya di antara tangannya. Ia hanya
berharap ada orang baik yang mau mengantarkannya pulang ke rumah dengan selamat..
lagi lagi hanya berharap..
Ify bias merasakan sebuah kendaraan yang melaju ke arahnya. Dan berhenti tepat di hadapannya. Ia mengangkat wajahnya sedikit. Ia melihat sebuah yamaha TZR 50. Ify mengenal motor itu. itu motor.. rio. ia mendongkakan
kepalanya, agar dapat melihat wajah sang dewa penolongnya. Ia hanya menatap rio
tanpa bersuara.
“naik..”seru rio.
Ify hanya diam tak bergeming. Tiba tiba saja. Ia berdiri dan memeluk rio. tangisnya pecah saat itu juga.
“gu.. gue.. takut.. gue.. takut..” tangisnya.
Perlahan rio mengangkat tangannya. Mengelus lembut rambut ify. Mencoba menenangkan gadis yang pernah menjadi belahan jiwanya. Mungkin sampai sekarang..
Rio melepaskan pelukannya. Mengusap air mata ify dengan ujung jarinya. Dan menatap mata ify dengan lembut.
“lo jangan nangis lagi ya fy. Gue ada disini. Lo gak usah takut. Gue pasti bakalan terus.. jagain lo..” ucap rio lirih. Apa mungkin? Apa bisa ia menepati kata – katanya sendiri. Mungkin ia hanya bisa menepatinya hari
ini saja. Esok? Siapa yang tahu. Itu hanyalah takdir yang tuhan beri untuknya.
“yaudah lo naik gih. Gue anterin lo pulang..” ucap rio. ify menurut, ia hanya menganggukan kepalanya lalu menaiki motor rio.
*****
Rio keluar dari kamar mandi yang berada di dalam kamarnya sambil mengeringkan rambutnya. Ia duduk di tepi tempat tidurnya dengan handuk yang menempel di lehernya. Kata kata ify masih jelas terdengar di telinga rio. “gue tau lo baik ka. Pasti lo punya alesan
di balik sikap lo yang dingin”.
Ia berjalan menuju cermin. Memandangi pantulan bayangan dirinya di cermin. Tak ada yang istimewa darinya. Kenapa ify harus menyukainya. Hanya ada luka. Luka bekas operasi jantung yang ia lakukan setahun yang lalu.
Setahun yang lalu.. ya, semenjak saat itu ia sadar bahwa dirinya sudah tak utuh
seperti dulu. Ia tak memiliki jantung. Yang ia miliki hanyalah sebuah jantung
elektrik. Ia tahu bahwa sebuah jantung elektrik tak bisa terus terusan berdetak
di dalam tubuhnya. Seberapa tahan sih sebuah jantung elektrik. Ia yakin pasti
jantung itu akan berhenti juga. Entahlah kapan jantung itu akan berhenti.. lagi
lagi ini hanyalah takdir tuhan yang di beri untuknya. Sebuah takdir..
“gue pingin hidup.. gue.. pingin.. hidup..” lirih rio
*****
Seperti biasa, sepulang sekolah rio selalu bermain basket sendirian di sekolah. Tapi tidak untuk kali ini. Ia tidak sendiri. Kali ini ia di temani oleh ify. Ia hanya ingin menepati janjinya untuk terus menjaga gadis
itu. semampunya. Sampai takdir sendiri yang bisa menghentikannya. Hanya takdir…
“kak pulang yuk.. udah mau sore nih.” Ajak ify. Rio hanya menoleh dan tersenyum, lalu menghampiri ify.
“nih minum dulu. Lo aus kan..” kata ify sambil menyodorkan sebotol air mineral yang sengaja di belinya untuk rio.
“thanks fy.”
“yuk pulang..” ajak rio.
Ify bangkit dari duduknya lalu mengiringi rio menuju parkiran sekolahnya.
“ka. Kok lo suka banget sih main basket?” Tanya ify
“karna setiap gue main basket, gue selalu ngerasain jantung gue hidup..”
Ify manggut manggut, padahal ia sama sekali tak mengerti maksud perkataan rio barusan. ‘Bukannya jantung ka rio emang udah hidup ya. Buktinya aja dia sehat gitu’ fikir ify
“fy. Lo mau gak gue ajak ke tempat favorit gue?”
“hah? Mau.. mau.. dimana??” Tanya ify antusias. Jarang sekali ia mendengar suara pria yang membuatnya jatuh hati ini.
“ntar juga lo tau..”
*****
Rio mengajak ify ke sebuah taman yang terdapat sebuah danau. Ia mengajak ify duduk di tepi danau tersebut..
“gimana fy tempatnya?” Tanya rio. namun matanya tak menatap ify sedikit pun.
“bagus.. enak lagi udaranya.”
“syukur deh kalo lo suka. Mm. lo tau gak apa yang gue suka dari tempat ini.” Ify hanya menggelengkan kepalanya. Walaupun pandangan rio lurus ke depan, ia bisa mengetahuinya.
“kalo sore sore gini, gue paling suka liat pantulan cahaya matahari di air danau ini. Kelihatannya indaaah banget. Warna air danaunya jadi agak kekuning kuningan gara – gara pantulan cahaya matahari. Trus kalo malem
gue paling suka kalo cahaya dari bintang bintang menghiasi air danau ini. Mmm..
rasanya gimana ya? Gue serasa liat lautan yang penuh bintang di hadapan gue…”seru
rio. senyuman tak luput dari wajahnya. Sorot matanya pun memancarkan
kebahagiaan. Dia belum pernah merasa sebahagia ini.
“fy.. fy kok lo diem aja sih..” Tanya rio sambil menoleh ke arah ify. Dan ia mendapati ify sedang memandangnya sambil tersenyum..
“nggak papa..” ify menggeleng pelan. Lalu meluruskan pandangannya. Menatap kilauan air yang berwarna keemasan di hadapannya. “ gue seneng aja bisa liat lo bahagia banget. Apalagi baru kali ini gue dengar lo
ngomong panjang lebar.” Lanjutnya.
Rio hanya tersenyum mendengar perkataan dari ify. Ia kembali memfokuskan pandangannya ke air danau. Sepi.. sunyi.. itulah perasaan yang menyelimuti mereka. Tak ada yang mengeluarkan sepatah kata pun. Mereka berdua
saling diam.. menikmati kebahagiaan mereka masing masing.
“gue sakit fy..” lirih rio. namun wajahnya masih tersenyum. “ sakit.. sakit banget.. disini..” rio mengangkat tangan kanannya dan menempelkannya di dada sebelah kirinya.
“sakit. Sakit hati..” sahut ify sambil terkekeh. Sedangkan rio hanya tersenyum. Pandangannya seperti menerawang.
“pulang yuk fy..” ajak rio sambil berdiri. Yang di ikuti oleh ify.
Ify berjalan mengiringi rio. dan tanpa di duganya secara perlahan rio menggandeng tangannya. Ify spontan langsung menoleh kea rah rio. namun rio hanya tersenyum tanpa mengalihkan pandangannya ke arah ify. Malah ia
semakin erat menggenggam tangannya.
Mereka berjalan menuju tempat rio memarkirkan motornya. Ify mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru taman. Cukup ramai juga disini.. banyak pasangan yang sedang berpacaran disini. Ada juga anak anak remaja seumuran ify
yang hanya sekedar berjalan jalan. Bahkan anak anak pun banyak yang berlarian
kesana kemari sambil bermain kejar kejaran. Bahagia? Ya.. bahagia sekali.. hari
ini ia merasa sungguh sangat bahagia. Ia sama sekali tak menyangka. Rio yang
selalu di sebut sebut bersikap dingin bahkan cenderung kasar bisa
menggandengnya seperti ini. Menggandengnya erat.. sangat erat..
Kebahagiaan tak bertahan lama?
Tiba tiba saja kebahagiaan itu seakan lenyap dan tergantikan oleh sebuah kepanikan. Tiba tiba saja rio menghentikan langkahnya. Genggamannya melonggar. Tangan kanannya memegangi dada sebelah kirinya. kakinya sudah terasa
lemas. Bahkan ia pun terjatuh sambil berkata “sakit fy.. disini.. Sakit.” Tak terasa
air mata ify pecah saat itu juga. Ia hanya bisa mengelus ngelus lembut rambut
rio sambil meminta tolong kepada orang – orang yang berada disitu. Tak perlu
menunggu lama orang orang pun sudah mengerumuni mereka berdua.
“panggil ambulance..”
*****
Ify terduduk lemas di depan ruang UGD. Air matanya sudah mengalir sejak tadi. Matanya sudah sembab dan merah. Tak lama kemudian shilla pun datang dan di ikuti oleh orang tua dari rio. shilla langsung menghampiri
ify.
“ka rio shill.. ka rio..”tangis ify sambil memeluk sahabatnya itu. shilla mengelus elus pundak sahabatnya sambil berusaha menenangkan ify.
“tante.. ka rio kenapa tante?” Tanya ify ke mamahnya rio.
“maafkan rio nak. Dia sudah menyembunyikan semua ini dari kalian..” kata mama rio.
“maksud tante apa..”
“rio mempunyai penyakit jantung. Jantungnya sudah tak bisa berfungsi dengan baik. Sudah satu tahun ia bertahan dengan jantung elektrik yang menggantikan jantungnya..” ucap mama rio sambil menangis.
Ify hanya bisa menangis mendengarkan penjelasan dari mama rio
“sabar fy.. sabar..” ucap shilla menenangkan ify yang sedang menangis dalam pelukannya.
*****
Rio sudah di pindahkan ke ruang rawat biasa. Dan ia sendiri sudah bisa membuka matanya kembali. Sedangkan ify hanya bisa menangis sambil duduk di samping tempat tidur rio. ia menangis sambil menundukan kepalanya. Sampai
sampai tak menyadari bahwa rio sudah sadar
Ia menggerakan tangannya perlahan dan menggenggam tangan ify. Sontak ify pun langsung mendongkakan kepalanya. Ia melihat rio yang sedang tersenyum padanya. Walaupun mukanya
terlihat pucat. Lagi lagi ia tak bisa membendung air matanya. Air matanya
mengalir lembut di pipi ify. Walaupun tanpa sebuah isakan.
“jangan nangis..” lirih rio.
Ia berusaha dengan sekuat tenaga untuk mengangkat tangannya dan mengusap air mata ify dengan ujung jarinya.
“jangan nangis..” lirih rio sekali lagi. Namun bukannya membuat ify berhenti menangis malah membuat tangisnya semakin keras.
“yaudah kalo lo gak kuat. Lo boleh nangis sekarang. Tapi lo harus janji buat besok gak boleh ada air mata lagi. Janji..” rio mengacungkan jari kelingkingnya. Bukannya mengaitkan jari
ia hanya menunduk dan membiarkan air matanya mengalir semakin deras.
“ayo dong fy. Lo harus janji. Demi gue fy..” ucap rio lirih. Ify hanya menggeleng lemah.
“janji..” rio mengacungkan kelingkingnya sekali lagi. Ify hanya menggigit bibir kemudian mengaitkan jari kelingkingnya di kelingking rio. sambil mengusahakan seulas senyum tipis.
“janji..”
Terdengar suara pintu di buka. Dan di susul oleh ke hadiran ke dua orang tua rio.
“gimana kata dokter mah?” Tanya rio
Mamahnya hanya menggeleng lemas. “kondisi kamu udah semakin parah yo. Satu satunya jalan Cuma dapet transplantasi jantung. Sedangkan jumlah pendonor akhir akhir ini semakin sedikit..” suara mama rio terdengar sedikit
bergetar.
Rio hanya tersenyum “ gak papa mah. Mamah gak usah nungguin rio di rumah sakit ya mah. Hari ini rio pengen di temenin sama ify mah..”ucap rio sambil melirik ify.
“iya tante. Ka rio biar ify yang jaga. Tante istirahat di rumah aja.” sahut ify.
“yaudah. Tante ijinin ke orang tua kamu ya fy. Tante pamit dulu. Ntar kalo ada apa apa telpon tante aja..”
*****
Jam sudah menunjukan pukul 10 malam. Ify pun sudah terlelap. Rio meletakan sebuah surat di meja kecil di samping. Ia mengangkat tangannya perlahan. Mengusap lembut rambut ify sambil tersenyum “gue cinta sama lo fy. Gue
sayang sama elo.. sayaang… banget..” lirih rio. ia lalu mengangkat tangannya ke
dada sebelah kirinya. “sakit fy.. disini. Sakit banget.. bukan hati.. tapi jantung.
Sakiit banget.. gue udah gak kuat fy. Gak kuat..” lirih rio.
ia kembali mengusap lembut rambut ify. “kenapa takdir gue gini ya fy. Kenapa gue di takdirin punya penyakit ini... Tapi gue beruntung fy. Karna takdir juga udah mempertemukan kita. Dan hanya takdir yang bisa
memisahkan kita..” lirih rio. tak terasa air matanya jatuh.
“jangan nangis.. jangan nangis.. Cuma hari ini saja.. kali ini..”
*****
Ify memandang nanar kea rah nisan yang berada di hadapannya. Air matanya sudah kering. Matanya merah dan sembab. Hanya sebuah isakan yang tertinggal. Tangan kanannya menggenggam kuat sepucuk surat. Ya.. surat dari
rio. hujan turun dangan derasnya seakan ikut menangisi kepergian rio.
kepergiannya.. kepergian cintanya.. oleh takdir.
*****
Jangan nangis fy..
Gue mohon jangan nangis..
Maaf fy, kalo waktu itu gue pernah bentak lo. gue cuman gak mau lo deket ama gue fy. Lo tau kenapa? Ya.. gue sakit fy. Sakitt
banget rasanya fy.. gue udah gak kuat.. rasanya sakit banget.. disini fy.. di
jantung gue.. walaupun takdir gue sakit bagi gue. Tapi gue seneng takdir juga bisa
mempertemukan kita. Walaupun pada akhirnya takdir juga yang memisahkan kita..
kalo aja gue bisa milih takdir gue sendiri. Pasti gue milih di takdirin hidup
sehat. Dan bisa selalu ada di samping lo fy. Tapi takdir gue berkata lain. Ini takdir
gue.. dan gak ada yang bisa merubahnya..
Gue mau jujur sama lo fy. Gue suka sama elo. Bahkan bukan sekedar suka tapi gue sayaaaang sama elo fy. Gue cinta sama elo.. mungkin pengakuan gue ini gak akan
berarti apa apa. Tapi gue lega bisa ngungkapin perasaan gue yang udah gue
pendem sejak lama.. sejak pertama lo masuk di sekolah yang sama ama gue..
Lo harus inget kata kata gue fy jangan nangis…
With love
Mario stevano aditya haling
Tinggalkan komen...
My story
Senin, 27 Desember 2010
Kamis, 16 Desember 2010
My Real Prince is…
Haloo!!
cerpen saya hadir lagi nihh,,
Slamat membaca!!!!
My Real Prince is…
Nama gue Sivia Azizah, lebih akrab di panggil Via. Gue sekarang sudah kelas XI di SMA Panduma di Jakarta. Gue punya sahabat baik yang namanya Ify.
Dan gue rasa sekarang gue udah mulai dekat dengan seorang cowok yang bernama Riko. Riko, Cowok yang udah berhasil ngerebut perhatian gue dengan senyumannya dan matanya sudah berhasil membuat gue terpesona.
Tapi entah kenapa, kayaknya Ify ga begitu suka sma Dia. dan sampai sekarang gue juga masih bertanya tanya.
“Pagi Vi…” Sapanya saat gue keluar dari pintu rumah gue, Riko memang sering banget ngejemput gue tiap pagi dan gue juga merasa nyaman dengan itu semua.
“Sudah siap ke sekolah Vi??”Tanya Riko. Semuanya seperti mimpi. Riko bagaikan pngeran yang menggunakan kuda putihnya menjemput putrinya.
“Vi??”Tanyanya lagi.
“Eh iya”Aku menaiki motornya dan prig ke sekolah.
@SMA Paduma
Gue memang pemimpi sejati. Dan gue juga selalu menganggap bahwa mimpi gue jadi kenyataan.
“Tuan Putri ayo makan dulu…”Kata Rio,
“iih Rio, kamu ini, aku kan jadi malu”Kata Ify. Teman sebangku gue.
Ify. Sama kayak gue, pemimpi sejati, dan Princenya Rio. Ify memang dari dulu memimpikan Rio sebagai princenya dan itu semua menjadi kenyataan,
Rio memberanikn diri untuk menyatakan perasaannya pada Ify setelah dia lihat ceirta cerita Ify yang di buat sesuai dengan mimpinya(Sebenernya waktu itu Rio pikir Ify itu benci sama dia karna Ify yang selalu menghindar dari dia.
Tapi setelah dia tau alasan Ify menjauhinya, ia langsung nembak Ify dengan cara yang romantis tapi agak lucu, soalnya Ify malu malu tapi mau), Ify menjadi putri dan Rio menjadi pangeran. Sungguh pasangan yang cocok.
Jadi iri. Kira kira kapan yah pangeran gue bakal nembak gue?? Eh iya, gue juag suka menggambar komik yang jalur ceritanya sesuai dengan mimpi gue. Ngomongin soal mimpi gue, gue jadi ngantuk.
“Hoaaamm…”
^^^
Di sebuah kerajaan…
“Putri, menikahlah dengan ku!”Kata seseorang yang mengenakan topeng.
“Tidak akan!”Putri Via menjauhkan dirinya dari pria bertopeng itu.
“Kau harus mau!”Pria iitu menarik Via, dan
‘Brukk!’Seorang pangeran yang juga menggunakan topeng memukul si pria bertopeng.
“Jangan Ganggu Putri Via!”Kata pengeran bertopeng sambil menariik tubuh Via dan Menggenggam tangannya.
“Putri, kau tetap di sini!”Katanya lalu melepaskan genggamannya dan melawan si pria bertopeng.
Pertarungan sengit pun terjadi. Beberapa kali pria bertopeng hampir mengalahkan pangeran bertopeng tapi pangeran bertopeng terus bangkit lagi.
Hingga pangeran bertopeng mengmbil pedangnya dan menancapkannya di dada pria bertopeng,,
‘Srekk’
“Pangeran!”Via memeluk pangeran bertopeng.
“Pangeran, maukah dikau melakukan sesuatu untukku?”
“Apapun akan ku lakukan putri”
“Maukah kau melepaskan topeng itu?? aku ingin melihat dirimu dibalik topeng itu”Kata Via. Perlahan pangeran bertopeng itu sedikit demi sedikit Via dapat melihat senyumannya, dan…
“VIA!!”Teriak Ify cukup keras di telinga gue. Argh! Nih anak ganggu mimpi gue aja. Udah tanggung tuh, si pangeran udah mau buka topengnya malah di bangunin lagi!
“Ify! Kenapa sih lo selalu bangunin gue di waktu yang gak tepat?”Omel gue ke Ify.
“Karna lo selalu tidur di waktu yang gak tepat.”Kata Ify dengan gayanya yang udah kayak professor punya professor(?).
“Emang kali ini gak tepat apa lagi?”Tanya gue.
“Sekarang udah masukan tau”Ify berdiri terus jalan di depan gue. Dia ngobrol ngobrol di depan gue sambil ketawa ketiwi bareng Rio. Iri banget gue. Serasa jadi kambing congek gue di sini.
‘Cupp’Rio mengecup kening Ify, pipi Ify merona. Terus Rio Ngacak rambut Ify, sampe akhirnya gue sama Ify masuk kelas.
Di kelas Ify senyum senyum gak jelas, kadang mesem mesem juga. Gue Cuma bisa bermimpi sampai pangeran gue datang.
“Lo kenapa lagi Vi?”Tanya Iel.
Gabriel Stevent Dnamik lebih tepatnya. Iel itu orang yang selalu menghibur gue setiap gue boring gini.
Tapi sebenernya dia pernah cerita ke gue kalo dia itu suka sama Ify, tapi Ifynya malah suka sama Rio sahabatnya sendiri.
###
FB on
Gue selalu memperhatikan tingkah tingkah Iel yang agak aneh.
Dia itu pendiam, jarang senyum, tapi entah mengapa Ify sering sama dia. gue sering banget memperhatikan tingkah lakunya,
entah mengapa gue merasa tertarik untuk mengetahui kepribadiannya,
Dan sangat banyak pertanyaan yang berputar di otak gue. Sampe sampe gue bikin satu dokumen di laptop gue yang isinya tentang Iel.
Nama lengkap : Gabriel Stevent Dnamik
Panggilan : Iel
…………………………………………………………
Dan masih banyak lagi. Gue juga ngoleksi foto fotonya Iel, menurut gue dia agak keren, gue akui itu saat gue ngambil fotonya waktu dia main basket dan waktu dia senyum bersama Ify.
Suatu hari>>
Gue lagi ngikutin Iel diam diam. Gue liat dia ngambil bunga mawar belakang sekolah dan mencium aromanya. Gue mau dia poto ahh,, ambil kamera, gue fokuskan dan…
‘Jprett’Dapet satu lagi karya dari Sivia. Gue kembali lagi ke persembunyian gue di balik pohon, gue liat hasilnya.
“Okelah”Gumam gue sambil ngeliat gambar itu di dalam kamera gue, terus gue liat lagi ke arahnya tapi…
“Lha dia kemana ya? Cepet banget sih ilangnya kayak hantu aja.”Kat ague yng ngeliat dia udah gak ada di tempat.
“Siapa yang kayak hantu??”Kata seseorang di belakang gue. Gue balik dann,,
“Huaaaa!! Lo sbbvlshbbfcd !”Ceplos gue, dia yang gue katain malah ketawa geli ngeliat gue. Mumpung dia lagi ketawa gue ambil kesempatan dalam kecempitan,,hoho…dannnn,,,
‘Jprett’Gue moto dia lagi. Gue lagi liat hsilnya tiba tiba dia ngambil kameran gue dan ngeliat isi isinya. Dia ngengkat sebelah alisnya.
Gue malu setengah mampus. Gimana engga coba, isi kamera gue itu semuanya fotonya dia dalam pose pose yang berbeda.
“L…Lo…??” Dia ragu ragu
“Heheh,, sory deh gue ngambil foto lo tanpa izin.”
“Kenapa gue?”
“Karna menurut gue lo itu unik. Awalya menurut gue lo itu sangat amat aneh…”Kata kata gue langsung di potong.
“Jadi menurut lo gue aneh??”tanya Iel yang bikin gue geregetan
“Gue belom selesai ngomong! Menurut gue lo itu memang sanggat amaat amaat aneh!! Karna lo itu ga pernah nyapa ataupun senyum ke orang orang lain kecuali…”Kata gue kepotong lagi, tapoii emang kali ini gue yang motong.
“Ke…Kecuali??”Tanyanya kayaknya agak gugup
“Kecuali…Ify”dia keliatannya terkejut sama terkaan gue. Apa dia…
“Lo itu selalu senyumm sama Ify. Selalu memperhatikan Ify. Selalu memberi Ify perhatian lebih dan Itu semua karna…”Dia motong kata kata gue lagi.
“Karna gue suka sama dia.”Kata Iel sambil pergi ke arah taman mawar dan memetik sartu bunga mawar lagi. Gue ngikutin dia.
“Ify tau soal perasaan lo ke dia??”Tanya gue, dia tersenyum masam.
“Ga.”Jawabnya.
“Lo nyatain aja perasaan lo ke dia. Gue yakin dia ga bakal ngebenci apa lagi ngejahuin lo”saran gue, dia langsung ngeremes batang bunga mawar itu dengan sangat kuat hingga tangannya mulai mengeluarkan darah.
“Bukan begitu…”
“Jadi??”
“Udah terlambat Vi. Ify…Ify udah jadian sama Rio.”Kata Iel.
Secepat itukah Rio nembak Ify?? Setetes demi setetes darah mengalir dari telapak tangan Iel. Gue langsung ngambil kain di tas gue dan gue tarik tangannya. Gue sedikit berjongkok di denpan dia yang lagi duduk.
Gue ambil bunga mawar itu dan gue taruh di sebelah tempat duduknya. Gue bersihkan darah di tangannya sedikit demi sedikit dan gue perban telapak tangannya.
Entah mengapa gue rasa dia meratiin gue. Tapi kayakya Cuma perasaan gue aja deh.
“Udah selesai. Nah gue duluan yah, Bye…”Gue langsung berdiri dan langsung ninggalin dia.
FB Off
Itu bbaru sebagian cerita dari awal gue mulai sahabatan sama Iel, pokoknya gitu deh awalnya…semenjak itu Iel mulai menunjukan senyumannya ke gue juga.
“Vi?!”Panggil Iel
“Eh, kenapa??”Tanya gue gelagapan
“Lo yang kenapa? Dari tadi ngelamun mulu…”
”Hehe… itu kan udah jadi kebiasaan gue”Kata gue sambil cengengesan
“Dasar lo”
“Vi, lo di cari tuh sama si Riko.”Tiba tiba si Ify nimbrung.
“Yang bener lo?”
“Iye, tuh dia uda di depen”
“Okelah prit, gue ke depan dulu ya, Byee”Gue kabur, gue lirik kayaknya Iel sama Ify ngobrol di kelas. Gue ke taman aja deh, nanti Riko kelamaan.
@taman
“Hey Vi”Sapa Riko ke gue lengkap dengan senyuman manisnya.
“Hey ko, udah lama?”
“Gak kok baru aja…”Katanya.
“Emm Vi,,”
“I…Iya”Gue jadi agak gugup
“Gue mau nyanyiin sesuatu buat lo…”
Akhirnya, akhirnya aku temukan
Wajahnya mengalihkan duniaku
Membuat diriku sungguh-sungguh tak berhenti mengejar pesonanya
Kan ku berikan yang terbaik tuk membuktikan cinta kepadanya
Dia dia dia
cinta yang ku tunggu tunggu tunggu
Dia dia dia
lengkapi hidupku
Dia dia dia
cinta yang kan mampu mampu mampu
Menemaniku, mewarnai hidupku
Ouuu……
Beningnya putihnya bidadariku
Cantiknya hiasi hari-hariku
Membuat diriku sungguh-sungguh tak berhenti mengejar…pesonanya
Kan ku berikan yang terbaik tuk membuktikan cinta kepadanya
Dia dia dia
cinta yang ku tunggu tunggu tunggu
Dia dia dia
lengkapi hidupku
Dia dia dia
cinta yang kan mampu mampu mampu
Menemaniku, mewarnai hidupku
Dia dia dia
cinta yang ku tunggu tunggu tunggu
Dia dia dia
lengkapi hidupku
Dia dia dia
cinta yang kan mampu mampu mampu
Menemaniku, mewarnai hidupku
Gue speechless banget dengernya. Mau siup gue disini. Riko megang tangan gue,,, jantung gue…mau copot rasanya.
“Vi, Gue tau, mungkin ini teralu cepat, tapi Gue sayang banget sama lo. Do you want to be my girl??”Gue,, Gak bisa ngomong rasanya. Gue Cuma nganguk. Dia langsung peluk gue.
Pucuk di cinta, Pangeran pun Tiba!!! Baru aja tadi gue berhayal hayal tentang pangeran,,, akhirnya pangeran gue…Riko!
^^^
Emm…gue bahagia??Bangett!! gue seneng banget, tapi ada satu yang masih menjanggal pikiran gue. Kata Ify dulu, setelah dia jadian sama Rio, setiap ia tidur, di dalam mimpinya wajah pangeran itu sudah sangat jelas. Wajah Rio. Tapi kenapa pangeran gue masih memakai topengnya??
“Pangeran! Pangeran! kau dimana??”Panggil Via yang berada di dalam suatu ruangan yang sangat gelap. Yang sangat sunyi, dan sangat menakutkan.
“pangeran…”Kata Via lirih sambil terduduk di lantai ruangan itu.
“Aku disini Via…”Kata seseorang lirih dari sudut ruangan gelap itu. seseorang tanpa topeng. Tapi wajahnya tidak teralu terlihat karna gelap. Hanya senyuman yang terlihat.
Senyuman pahitnya.
Perlahan ia semakin hilang di telan kegelapan dan akhirnya menghilng untuk sepenuhnya….
“Pangeran!!!”
“Vi?! Lo ga papa khan?”Tanya Ify khawatir karna melihat gue yang tiba tiba menjerit seperti itu.
“Pangeran Fy pangeran…”Tangis gue pun pecah
“Pangeran lo kenapa??”
“Pngeran gue pergi ninggalin gue Fy”
“Kok bisa?”
“Tadi gue mimpi pangeran hilang di dalam kegelapan Fy”Ify kelihatannya terkejut
“Yang bener Vi??”Tanyanya yang eklihatannya gak yakin banget sama gue
“Memangnya kenapa Fy??”
“…”
“Fy??”
“Eh? Kenapa Vi?”
“Memngnya kenapa Allsya??”
“E……engga papa”
^^^
“Via??”Panggil Ify. Ini adalah hari kedua gue izin masuk sekolah. Gue…
“Apa yang harus gue lakuin Fy??”
“Sabar ya Vi…Gue udah bilang lebih baik lo putusin aja hubungan lo sama Dia. dia memang berengsek”
FB On
“Via, kamu tolong bantuin aku ngerjain ini ya…”Riko ngasih gue buku tulisnya.
“Iyaa…”Gue pun ngerjainnya.
Setelah gue ngerjainnya gue mau kasih bukunya ke dia. Tapi Riko dimana ya?? Di situ ada dayat. Gue tanya ke dia aja ahh…
“Day, Riko mana?”Dia kelihatan gugup dan sedikit berfikir
“E……Riko…??”
“Iya donk say….”Gue denger suara Riko dari arah belakang, gue noleh dan…
“Ri…Riko??”Gue kaget. Riko lagi mesra mesraan sama seseorang. Gue langsung datengin mereka berdua dann,,
‘Plakk’Gue nempar cewek itu. Riko kelihatannya terkejut banget dengan kedatangan gue diantara mereka.
“Siapa Lo?!”Bentak gue
“Vi..Via??”Cewek itu kage dan langsung pergi.
“Kamu apa apaan sih Via?”
“Kamu tuh yang apa apaan?! Mesra mesraan dengn cewek lain di belakangku.”
‘Plakk!’Riko…………nampar gue.
“Udah deh masalah ini gak perlu di perbesar.”Katanya lalu berlalu. Gue jatuh. Tetes demi tetes air mulai mengalir dari mata gue.
“Butuh bantuan?”Tanya Iel sambil mengulurkan tangannya ke gue. Gue menerima uluran tangan itu lalu duduk di kursi taman bersamanya sambil menangis.
Setelah kejadian itu Riko semakin menjadi. Ia jadi kasar banget. Dia juga jadi sering nyuruh nyuruh gue. Dan lebih parahnya lagi, gue sangat sering memergoki dialagi bareng cewek itu.
Dan gue merasa sangat tertekan dengan itu semua, Ify selalu bilang sama gue untuk mengakhiri hubungan gue ini, tapi gue…gue…Argh!!!
FB Off
“Gue gak papa kok Fy”Kata Gue sambil berusaha tersenyum walau sangat sulit rasanya.
“Lo ini…Yaudah deh terserah lo aja, tapi besok lo turun yah…”
“Iya Ify tayong…”
“Bye…”Ify pergi dari rumah gue. Gue kembali masuk ke dalam selimut gue dan berusaha untuk tidur setelah beberapa hari ini gue ga bisa tidur,,
‘Toktoktok’
“Via?Ini gue Iel”
“Masuk aja yel, gak di kunci kok”Gue keluar lagi dari selimut.
“Lo gak tidur Vi?”
“Males ah”
“Lo tuh Vi, tidur aja males”Iel mencubit pipi gue,,
“Aww…”
“Eh vi, Pipi lo kenapa? Kok memar kayak gini?”Gue langsung nutupin pipi kanan gue dengan cepat.
“E…engga kok ga ada apa apa”Kata gue
“Lo gak usah bo’ong deh Vi”Iel narik tangan gue yang nutupin pipi gue.
“Ya’ampun Vi! Kok bisa ampe mem\ar kayak gini sih?”
“E……kemaren gue…jato. Iya gue jato”
“Bilang aja lo di pukul lagi sama Riko, iya khan?”
“…”Darimana Iel bisa tau??
“Yaudah sekarang lo tidur gih”Katanya sambil duduk di kursi di sebelah ranjang gue.
“Gue gak bisa tidur.”
“Emm…gimana kalo gue nyanyi tapi habis itu lo langsung tidur”Gue ngangguk.
Mungkin ini memang jalan takdirku
mengagumi tanpa di cintai
Tak mengapa bagiku asal kau pun bahagia
dalam hidupmu, dalam hidupmu
Telah lama kupendam perasaan itu
menunggu hatimu menyambut diriku
Perlahan ku tutup mataku sambi dengerin Iel nyanyi. Suaranya yang merdu menggema di telingaku. Gue merasa sangat nyaman.
Tak mengapa bagiku cintaimu pun adalah
bahagia untukku, bahagia untukku
reff:
ku ingin kau tahu diriku di sini menanti dirimu
meski ku tunggu hingga ujung waktuku
Dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya
Mataku terpejam. Gue bisa kembali tidur, tapi gue tertidur lebih lelap dari pada biasanya,, tapi kenapa??
Dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja
Tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya
Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejab saja
repeat reff
ku ingin kau tahu diriku di sini me…nanti dirimu
meski ku tunggu hingga ujung waktuku
Dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya
Dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja
Tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya
Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejab saja…Ou….Oouu…
“Pangeran…”Igau Via
“Nice dream yaa Vi,,, That song is for you, My Princess”Bisik Iel di telinga Via lalu keluar dari kamar Via.
^^^
Hari ini gue masuk sekolah lagi, gue harap dengan bedak tebal ini luka di pipi gue yang lebam.
Gue duduk tanpa melihat kanan kiri. Sampe akhirnya gue sadar, kok tumben gak ada orang yang cerewet di sebelah gue? Gue liat di sekitar gue juga sepi…Ify mana ya? Apa belum dating? Tapi ada kok tasnya? Gue coba ke kantin ahh,,
“Hikzz…”Kok gue denger suara Ify ya di sekitar sini? Gue liat di sebelah perpus kayaknya Ify ada di situ deh,
“Hikz…”Bener dugaan gue kalo Ify ada di sini bareng Rio. Tapi kok Ify nangis nangis gitu ya??
Penulis: sementara di tempat lain
“Hikz…Yo…gue”
“Udah ya Fy, lo jangan nangis gini donk”Rio meluk Ify
“Tapi yo…Via……Hikzz…”
“Udah, kamu serahin aja semua sama dia. lagian kamu harus yakin kalo dia bisa”
“Aku Cuma…khawatir yoo…aku…”Rio menaruh telunjuknya di depan bibir Ify, Rio memandang Ify dalam dalam……semakin dekat dan penuh teduh…
^^^
“Ify kok nangis nangis gitu ya sama Rio…Apa jangan jangan Ify……”Via segera menuju ke tempat RIfy.
“Ehem…”Via berehem tapi Ify dan Rio masih tetap dalam posisinya.
“EHEMM…!!!!”Via berehemm dengan sangat kuat, Rio dan Ify yang kaget dan baru sadar akan kehadiran Via langsung salting.
“Yaelah yang serasa dunia milik berdua”Sindir Via yang bikin pipi Ify yang udah merah gara gara nangis makin merah.
“Eh iya, Fy kok lo nangis sihh??”
“Ga papa kok Vi…”
“Apa jangan jangan ada hubungannya sama ni bocah satu ya? Wah tanggung jawab lu yo”Kata Via sambil menunjuk Rio.
“sumpah, gw gak ngelakuinnya” bela Rio.
“Woy ngomongnya kok pada ngelatur gini sih??Udah lah Vi, gue beneran ga papa kok”Kata Ify menengahi.
“Tapi lo bener ga papa khan?”Gue memastikan
“Iya Viaa”Ify tersenyum kecut
^^^
Astaga! Gue lupa! Buku perpustakaan yang gue pinjem belum gue kembaliin.
“Fy,”
“…”
“Ify”
“Eh, kenapa Vi?”
“Temenin gue ke perpus bentar donk! Gue mau kembaliin buku nih”
“Engga deh Vi, gue lagi nggak mud”
“Nggak mud atau mau smsan sama Prince Rio?”Sindir gue.
Dia tersenyum tipis lalu mengalihkan pandangannya ke hpnya. Kok aneh ya? Hari ini Ify gak seceria biasanya.
Tapi yaudah deh, mending gue cepet cepet ke perpus, keburu Pak Johan pulang, nanti malah gue kena denda.
“Nananana…”Senandung gue pelan untuk menghibur diri gue.
“Beneran kamu pacaran sama dia Cuma untuk manfaatin dia aja??”Gue denger suara cewek dari deket perpus, gue liat ah
“Iya, lagian dia memang gak akan pernah bisa di bandingkan sama kamu”Kata cowo itu sambil mengelus rambut ceweknya.
‘Ri…Riko?Dia Cuma manfaati aku?’
“Riko?”
“Via!”
“Iya, ini aku!”
“Ngapain kamu…”
“Halah diam lo!”Kat ague memotong katanya dengan penuh emosi.
‘Plakk!’Riko menamparku lagi…Kini bukan hanya pipiku yang tertampar, tapi hatiku tertampar lebih sakit di banding dengan pipiku.
Riko menunduk, Riko tak berani menatap mataku yang mulai merah dan berkaca kaca sekarang.
“Pukul!”Ucapku.
“…”Dia diam tak bergeming.
“Ayo pukul lagi!”Kataku sedikit keras
“…”
“Ayo pukul! Cepat pukul aku sampai kamu puas!”Bentakku sambil menarik tangannya.
Ia menatap mataku. Mataku yang sayu. Mataku yang sudah mengeluarkan banyak air mata untuknya.
Air mata yang tak pernah berarti di matanya. Air mataku yang terus mengalir dengan derasnya. Tapi tak pernah memiliki arti.
“Apa sih mau lo?!”Riko menarik tangannya
“Mau gue? Mau gue kita PUTUS!”Kataku. Kata kata yang selama ini tak pernah bisa aku ucapkan padanya, kini telah keluar.
“Oke kalo itu mau lo, kita bubar!”Riko pergi menarik gadis yang bersamanya tadi.
Gue terduduk lemas. Gue menggengam erat ujung rokku. Air mataku tak berhenti hentinya mengalir. Hatiku sangat sakit.
“Keputusan lo bener kok”Gue menoleh. Ada Ify yang sedang tersenyum tipis ke gue.
“Ify!!Hikzz…”Gue langsung berdiri dan memeluk Ify.
‘Tapi masih ada satu lagi yang bakal lo hadapin Vi…’Batin Ify sambil mengelus pundak Via.
@Café
Besok adalah hari kelulusan. Gue belum pernah mendapat satupun mimpi lagi. Tidur gue penuh dengan kegelapan. Tak ada lagi kisah kisah yang selalu menemani gue di setiap malam.
Tak ada lagi cerita yang bisa gue bagi dengan Ify setiap harinya.Tak ada lagi…………pangeran.
“Huh…”Gue menghembuskan nafas dengan kuat.
“Lo kenapa Vi? Kok lonya sedih gitu sih?Padahalkan besok lusa promnite”Kata ify dengan senyumannya.
“Huuuh”Eluh gue.
“Semangan dong Vi! Ayo se-ma-ngat!”Kata Ify sambil memegang tanganku dan menaikannya ke atas.
“Elo mah enak Pi, udah ada pasangan. Nah gue?”Eluh gue lagi. Ify tersenum kecut
“Tenang aja Piyong, besok lusa kan promnitenya pake topeng tuh. Siapa tau dengan itu lo bisa ketemu sama ‘Prince’ lo itu”Kata Ify
‘Bener juga sih Ify. Gue kan emang selalu melihat pangeran dengan topengnya. Mungkin gue bisa menemukan pangeran di pesta topeng nanti’Pikir gue. Senyum mengambang di wajah gue.
“Thangso Ipiyong!!”Gue nyubit kedua piipi Ify. Terus pergi
“Eh, lo mau kemana?”Tanya Ify sedikit berteriak
“Mau Shopping buat my Prince!!”Gue kaburr
‘Semoga lo bisa hadapin itu Vi’Batin Ify sambil tersenyum masam menatap punggung Via yang makin menjauh darinya.
Eh, hp gue ketinggalan di meja tadi. Gue balik aja gih ambil hp gue.
^Sementara itu^
“Ify…”Rio duduk di sebelah Ify
“Eh yo, gimana?”
“Hari setelah Prom Fy…”
“Huh…Jadi dia tetap pada keputusannya…”
“Sory Fy, gue udah berusaha buat nyegat dia. Tapi dia tetap nggak mau ngerubah keputusannya”Rio menggenggam tangan Ify.
“Ga papa kok yo. Bukan salah kamu kalo dia gak mau. Mungkin yang bisa ngubah semuanya Cuma Via.”
“Iya. Tapi apa bener kita harus terus merahasiakan ini?”
“Aku ga tau, tapi sebaiknya kita rahasiakan aja i…”Kata kata Ify terpotong.
“Rahasia apa?”Tanya Via.
“Via?! Sejak kapan kamu…”
“Ada apa setelah prom?!”
“I…itu”Ify dan Rio tertunduk.
Gue terus berlari…berlari dan terus berlari. Gue banting pintu kamar gue dengan kuat dan menngis sekencang kencanganya di dalam kamar gue. Terus menangis, tanpa ada yang mengganggu…
“Di Hari setelah Prom, Iel bakalan berangkat ke Aussie untuk ngelanjutin sekolahnya di sana.”
“Dia ga mau lo tau soal ini…karna dia…dia……sayang banget sama lo.”
Kata kata Ify it uterus berputar di otak gue. Cukup pangeran saja yang pergi. Jangan Iel juga…Gue akan sangat amat kesepian kalau Iel juga meninggalkan gue.
Rasanya air mata gue ga mau berhenti mengalir sekarang.
“Dia ga mau lo tau soal ini…karna dia…dia……sayang banget sama lo.”
Kata kata Itu sangat menusuk di hati gue. Bukannya Iel sangat menyukai Ify bukan gue? Kenapa sekarang dia bilang kalo dia sangat sayang sama gue? Argh!! Gue udah ga bisa berfikir lagi!
Ini teralu mengagetkan untuk gue. Ini teralu menyakitkan, untuk tau dia akan pergi…pergi dari gue…
Ku tak percaya kau ada di sini
Menemaniku di saat dia pergi
Sungguh bahagia
Kau ada di sini
Menghapus semua sakit yang ku rasa
Mungkinkan kau merasakan
Semua yang ku rasakan
Dengarlah kasih
Ku suka dirinya mungkin aku sayang
Namun apakah mungkin kau menjadi milikku…
Gue menutup mulut gue. Lirik lagu itu begitu saja keluar dari mulut gue. Apa mungkin lagu itu melambangkan perasaan gue saat ini kepada…dia?
Malam ini…Malam Promnite… Gue berusaha menenagkan pikiran dan hati gue. Gue harap…nggak bakal terjadi apa apa malam ini.
Gue harap…malam ini adalah malam terakhir gue tanpa mimpi. Gue harap…Iel akan selalu ada di sisi gue. Gue harap……
“Via, ayo sayang udah jam setengah tujuh ini. Sebentar lagi promnitenya udah mau di mulai. Nanti kamu telat lagi”Kata mama sambil masuk ke dalam kamar.
“Iya ma…Aku juga udah siap kok”
“Yaudah cepetan”Mama keluar dari kamar. Gue memandang kaca. Gue rasa gue udah siap.
Gue memakai dress selutut berwarna putih dengan pita di belakangnya dan bando putih polos serta memakai bedak tipis di wajah gue. Gue siap untuk pergi…
@Sekolah
Gue benar benar sudah ada di sini. Tapi gue mmerasa hati dan pikiran gue nggak sepenuhnya ada di sini tapi……di tempat lain.
“Selamat malam semuanya…!!”Sapa seorang Mc di atas panggung.
“Malam…”
“Sebelumnya selamat yah buat semuanya yang sudah lulus, dan ini ada persembahan dari teman kita yang akan menyenyokan sebuah lagu dengan orang yang paling di sayanginya,, langsung saja kita saksikan penampilan dari mereka!!”Mc itu turun dari panggung…
Intro lagu mulai terdengar. Lalu Ify keluar dari belakang panggung sambil memengang mic.
If~
I’ve never gone with the wind, just let it flow
Let it take me where it wants to go
Til you open the door, there’s so much more
I’ve never seen it before
Tiba tiba Rio keluar dari belkang panggung dan ikut bernyanyi
Ri~
I was trying to fly but I couldn’t find my wings
But you came along and you changed everything
RIfy~
You lift my feet off the ground
You spin me around
You make me crazier… crazier
Feels like I’m falling and I am lost in your eyes
Rio Dan Ify bergandengan dan saling tersenyum.
You make me crazier crazier crazier
Ri~
I watched from a distance as you made life your own
Every sky was your own kind of blue
And I wanted to know how that would feel
And you made it so real
If~
You showed me something that I couldn’t see
You opened my eyes and you made me believe.
RIfy~
You lift my feet off the ground
You spin me around
You make me crazier crazier
Rio merangkul Ify
Feels like I’m falling and I am lost in your eyes
You make me crazier crazier crazier oh
If~
Baby you showed me what livin’ is for
I don’t wanna hide anymore…oouuh…
RIfy~
You lift my feet off the ground
You spin me around
You make me crazier crazier
Feels like I’m falling and I’m lost in your eyes
You make me crazier… crazier… crazier… crazier… crazier
Mereka mengakhiri lagu itu dengan sangat baik…
‘Prokporkk!!’Lalu Mc itu naik panggung.
“Wah, amazing!! Emm,,tapi sepertinya ada yang belum di kasih tau nih dari kalian berdua”Kata si Mc. Gue menaikan sebelah alis gue. Rio menggandeng tangan Ify dan wajah Ify pun merona.
“Emm, kayaknya ada hubungannya nih sama cincin itu tuh”Mc itu menunjuk cincin yang di pakai mereka…
“R-I-F-Y. RIfy??”Mc itu menarik Tangan Rio dan membaca tulisannya.
“Rio-Ify”Gumam gue
“Hayoo,,,Coba deh perwakilan…Rio buat kasih tau...”Kata si MC, keliatannya Rio shyok dengernya. Dengan paksaan Rio di tarik dan di paksa bicara. Sampai akhirnya rio mau bicara.
“Seberennya gue sama Ify udah tunangan”Kata Rio lalu Ify sembunyi di balik tubuh tegap Rio dengan wajahnya yang sudah merah seperti tomat.
“Cieeeeee Cieeeee!! Prikitiew!! Ehem ehem!!”Sekejap Ruangan langnsung penuh dengan riuhan para penonton.
“Okay semuanya,, kita lanjut ke acara berikutnya…blablabla…”Rio dan Ify segera turun dari panggung dengan muka tomat.
“Vi…”Gue noleh, ternyata ada……Riko. Gue memalingkan muka gue.
“Vi,”Panggilnya lagi.
“Apa?”
“Gue mau minta maaf, lo mau kan maafin gue? Gue sadar Vi, Gue sayang banget sama lo”
“Please Vi, gue mohon…maafin gue”
“Lo mau ya maafin dan terima gue lagi?”
“Lo bakal tau jawabannya di atas panggung”Kata Gue.
“Baiklah berikutnya adalah penampilan dari Sivia!!”Gue naik ke atas pangggung sambil memengang sebuah gitar kesayangan gue. Dan mulai memainan intro…
Say you're sorry
That face of an angel
Comes out just when you need it to
As I paced back and forth all this time
Cause I honestly believed in you
Holding on
The days drag on
Stupid girl,
I should have known, I should have known
[Chorus]
I'm not a princess, this ain't a fairy tale
I'm not the one you'll sweep off her feet,
Lead her up the stairwell
This ain't Hollywood, this is a small town,
I was a dreamer before you went and let me down
Now it's too late for you
And your white horse, to come around
Baby I was naive,
Got lost in your eyes
And never really had a chance
My mistake, I didn't wanna be in love
You had to fight to have the upper hand
I had so many dreams
About you and me
Happy endings
Now I know
[Chorus]
I'm not a princess, this ain't a fairy tale
I'm not the one you'll sweep off her feet,
Lead her up the stairwell
This ain't Hollywood, this is a small town,
I was a dreamer before you went and let me down
Now it's too late for you
And your white horse, to come around
And there you are on your knees,
Begging for forgiveness, begging for me
Just like I always wanted but I'm sooo sorry
Cause I'm not your princess, this ain't a fairytale
I'm gonna find someone someday who might actually treat me well
This is a big world, that was a small town
There in my rearview mirror disappearing now
And its too late for you and your white horse
Now its too late for you and your white horse, to catch me now
Oh, whoa, whoa, whoa
Try and catch me now
Oh, it's too late
To catch me now
“Wow, penampiln yang bagus sekali dari Sivia! Sangat dalam! Dan suara yang merdu banget!! setuju gak temen temen??”
“Setuju!!”
“Oke deh, siip! Thx ya Sivia,”Gue turun dari panggung, dan kayaknya si riko udah minggat deh.
“Baiklah selanjutnya ada yang nitipin rekaman suara ini loh untuk kita semua…”
‘Rekaman??’Pikir gue.
“Katanya,, rekaman ini mau dia persembahin ke seseorang yang special ayo kita dengerin bareng bareng rekamannya.”Mc itu memutar rekamannya.
Mungkin ini memang jalan takdirku
mengagumi tanpa di cintai
Tak mengapa bagiku asal kau pun bahagia
dalam hidupmu, dalam hidupmu
Telah lama kupendam perasaan itu
menunggu hatimu menyambut diriku
Tak mengapa bagiku cintaimu pun adalah
bahagia untukku, bahagia untukku
reff:
ku ingin kau tahu diriku di sini menanti dirimu
meski ku tunggu hingga ujung waktuku
Dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya
Dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja
Tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya
Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejab saja
repeat reff
ku ingin kau tahu diriku di sini me…nanti dirimu
meski ku tunggu hingga ujung waktuku
Dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya
Dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja
Tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya
Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejab saja…Ou….Oouu…
Lagu itu? Suara Itu?! Iel! Apa mungkin Iel….Gue langsung berlari. Berlari sekencang kencangnya. Gue memang gak tau kemana kaki gue ini melangkah, tapi gue yakin…………yakin akan satu hal………
“Iel?”Ucap gue menatap seseorang yang berada di depan gue. Lelaki bertubuh tegap yang memiliki tinggi sedikit di atas gue dengan kulit coklat mudanya itu membalikkan tubuhnya.
“Via?!” Dia berbalik, dia sangat kaget melihat gue. Gue berlari…berlari memeluknya…memeluknya dengan erat. Seerat erat yang gue bisa.
“Vi…”
“Jangan tinggalin gue…”
“Ta…”
“Gue ga mau lo pergi gue…gue sayang sama lo. Gue memang selama ini sudah di butakan dengan riko. Dan gue ga mau lo pergi dan ninggalin gue sendiri di sini”
“Gue juga sayang sama Lo Vi, tapi gue mau nanya sesuatu sama lo…Emm…Siapa yang mau pergi?”Gue kaget dan melepaskan pelukan gue, kok Iel nanyanya gitu sih?
“Bu…bukannya lo besok mau berangkat ke Aussie?”Iel mengeutkan keningnya.
“Kapan gue ngomong kayak gitu??”
“Ta…Tapi kata Rio sama Ify……”
“Ehem…”Gue dan Iel menoleh.
“Sebelumnya maaf, sebelum kalian adu mulut, gue mau bilang sesuatu”Kata Ify sambil menggaruk kepala yang sebenernya gak gatel sama sekali.
“Sebenernya soal Iel berangkat dan lain lainnya itu Cuma akting dan rekayasa kita berdua aja…”Tutur Rio. Gue melotot ke Ify.
“Ify,, Gue tau ini pasti ide lo…”Ucap gue.
“Peace Vi, sebenernya gue juga gak mau ngelakuin ini. Tapi gara gara mimpi lo itu…yang bikin gue harus ngelakuinnya. Gue pernah baca dib log salah satu pemimpi juga tentang hal yang 11/12 sama mimpi lo, dan yang dialaminya setelah mimpi itu adalah hal yang sangat buruk Vi, BU-RUK Vi! BURUK”Gue geleng geleng kepala ngeliat apa yang udah Ify lakuin bikin gue Maluuuuuuuuuuuuuuuu berat!! Gak kebayang gimana muka gue sekarang. Tomat aja kalah kali y…
“Mimpi?”Tanya Iel
“Iya yel, Via itu mimpiin lo pergi ampe nangis nangis gitu dia…”Kata Ify yang berhasil bikin pipi Gue jadi tomatnya omat(?). Iel menaikan sebelah alisnya sambil menatap gue.
“Tapi akhirnya dia bisa mendapatkan princenya juga…”Kata Rio
“Prince??”Gue menarik nafas dalam dalam.
“My Real Prince is…Gabriel Stevent Dnamik!!!”Kata gue sedikit berteriak lalu memeluk Iel lagi.
“Yes My Princess”Bisik Iel di telinga gue.
Dan memang benar harapan gue terkabul! Karna mulai malam itu gue kembali bermimpi. Bermimpi tentang gue dan Iel. Yang sangat jelas dan sangat membahagiakan. Gue melanjutkan Kuliah gue bersama Iel, Ify dan Rio di UI… andai aja ada, gue pasti udah masuk UP(UniversitasPemimpi),, tapi karna itu udah ga ada jadi,, Mau gak mau deh…
Dan itulah kisah gue. Sedikit aneh, tapi itulah kisah gue. Kisah gue bertemu dengan prince gue. Sampai akhirnya gue bisa mendapatkan hidup gue yang kayak di cerita cerita gitu…
Happily Ever After!!!
“VIAAAAA!!!!!BANGUN!!!!JANGAN MOLOR MULU KERJAAN LO!!!!!” Dan masih dengan hari hari gue yang penuh teriakan Ify yang cempreng#Peace Fy…V-^-
My Real Price is…Gabriel stevent dnamik!!
THE END
Tinggalkan Komen… ^^
Maaf rada aneh…
cerpen saya hadir lagi nihh,,
Slamat membaca!!!!
My Real Prince is…
Nama gue Sivia Azizah, lebih akrab di panggil Via. Gue sekarang sudah kelas XI di SMA Panduma di Jakarta. Gue punya sahabat baik yang namanya Ify.
Dan gue rasa sekarang gue udah mulai dekat dengan seorang cowok yang bernama Riko. Riko, Cowok yang udah berhasil ngerebut perhatian gue dengan senyumannya dan matanya sudah berhasil membuat gue terpesona.
Tapi entah kenapa, kayaknya Ify ga begitu suka sma Dia. dan sampai sekarang gue juga masih bertanya tanya.
“Pagi Vi…” Sapanya saat gue keluar dari pintu rumah gue, Riko memang sering banget ngejemput gue tiap pagi dan gue juga merasa nyaman dengan itu semua.
“Sudah siap ke sekolah Vi??”Tanya Riko. Semuanya seperti mimpi. Riko bagaikan pngeran yang menggunakan kuda putihnya menjemput putrinya.
“Vi??”Tanyanya lagi.
“Eh iya”Aku menaiki motornya dan prig ke sekolah.
@SMA Paduma
Gue memang pemimpi sejati. Dan gue juga selalu menganggap bahwa mimpi gue jadi kenyataan.
“Tuan Putri ayo makan dulu…”Kata Rio,
“iih Rio, kamu ini, aku kan jadi malu”Kata Ify. Teman sebangku gue.
Ify. Sama kayak gue, pemimpi sejati, dan Princenya Rio. Ify memang dari dulu memimpikan Rio sebagai princenya dan itu semua menjadi kenyataan,
Rio memberanikn diri untuk menyatakan perasaannya pada Ify setelah dia lihat ceirta cerita Ify yang di buat sesuai dengan mimpinya(Sebenernya waktu itu Rio pikir Ify itu benci sama dia karna Ify yang selalu menghindar dari dia.
Tapi setelah dia tau alasan Ify menjauhinya, ia langsung nembak Ify dengan cara yang romantis tapi agak lucu, soalnya Ify malu malu tapi mau), Ify menjadi putri dan Rio menjadi pangeran. Sungguh pasangan yang cocok.
Jadi iri. Kira kira kapan yah pangeran gue bakal nembak gue?? Eh iya, gue juag suka menggambar komik yang jalur ceritanya sesuai dengan mimpi gue. Ngomongin soal mimpi gue, gue jadi ngantuk.
“Hoaaamm…”
^^^
Di sebuah kerajaan…
“Putri, menikahlah dengan ku!”Kata seseorang yang mengenakan topeng.
“Tidak akan!”Putri Via menjauhkan dirinya dari pria bertopeng itu.
“Kau harus mau!”Pria iitu menarik Via, dan
‘Brukk!’Seorang pangeran yang juga menggunakan topeng memukul si pria bertopeng.
“Jangan Ganggu Putri Via!”Kata pengeran bertopeng sambil menariik tubuh Via dan Menggenggam tangannya.
“Putri, kau tetap di sini!”Katanya lalu melepaskan genggamannya dan melawan si pria bertopeng.
Pertarungan sengit pun terjadi. Beberapa kali pria bertopeng hampir mengalahkan pangeran bertopeng tapi pangeran bertopeng terus bangkit lagi.
Hingga pangeran bertopeng mengmbil pedangnya dan menancapkannya di dada pria bertopeng,,
‘Srekk’
“Pangeran!”Via memeluk pangeran bertopeng.
“Pangeran, maukah dikau melakukan sesuatu untukku?”
“Apapun akan ku lakukan putri”
“Maukah kau melepaskan topeng itu?? aku ingin melihat dirimu dibalik topeng itu”Kata Via. Perlahan pangeran bertopeng itu sedikit demi sedikit Via dapat melihat senyumannya, dan…
“VIA!!”Teriak Ify cukup keras di telinga gue. Argh! Nih anak ganggu mimpi gue aja. Udah tanggung tuh, si pangeran udah mau buka topengnya malah di bangunin lagi!
“Ify! Kenapa sih lo selalu bangunin gue di waktu yang gak tepat?”Omel gue ke Ify.
“Karna lo selalu tidur di waktu yang gak tepat.”Kata Ify dengan gayanya yang udah kayak professor punya professor(?).
“Emang kali ini gak tepat apa lagi?”Tanya gue.
“Sekarang udah masukan tau”Ify berdiri terus jalan di depan gue. Dia ngobrol ngobrol di depan gue sambil ketawa ketiwi bareng Rio. Iri banget gue. Serasa jadi kambing congek gue di sini.
‘Cupp’Rio mengecup kening Ify, pipi Ify merona. Terus Rio Ngacak rambut Ify, sampe akhirnya gue sama Ify masuk kelas.
Di kelas Ify senyum senyum gak jelas, kadang mesem mesem juga. Gue Cuma bisa bermimpi sampai pangeran gue datang.
“Lo kenapa lagi Vi?”Tanya Iel.
Gabriel Stevent Dnamik lebih tepatnya. Iel itu orang yang selalu menghibur gue setiap gue boring gini.
Tapi sebenernya dia pernah cerita ke gue kalo dia itu suka sama Ify, tapi Ifynya malah suka sama Rio sahabatnya sendiri.
###
FB on
Gue selalu memperhatikan tingkah tingkah Iel yang agak aneh.
Dia itu pendiam, jarang senyum, tapi entah mengapa Ify sering sama dia. gue sering banget memperhatikan tingkah lakunya,
entah mengapa gue merasa tertarik untuk mengetahui kepribadiannya,
Dan sangat banyak pertanyaan yang berputar di otak gue. Sampe sampe gue bikin satu dokumen di laptop gue yang isinya tentang Iel.
Nama lengkap : Gabriel Stevent Dnamik
Panggilan : Iel
…………………………………………………………
Dan masih banyak lagi. Gue juga ngoleksi foto fotonya Iel, menurut gue dia agak keren, gue akui itu saat gue ngambil fotonya waktu dia main basket dan waktu dia senyum bersama Ify.
Suatu hari>>
Gue lagi ngikutin Iel diam diam. Gue liat dia ngambil bunga mawar belakang sekolah dan mencium aromanya. Gue mau dia poto ahh,, ambil kamera, gue fokuskan dan…
‘Jprett’Dapet satu lagi karya dari Sivia. Gue kembali lagi ke persembunyian gue di balik pohon, gue liat hasilnya.
“Okelah”Gumam gue sambil ngeliat gambar itu di dalam kamera gue, terus gue liat lagi ke arahnya tapi…
“Lha dia kemana ya? Cepet banget sih ilangnya kayak hantu aja.”Kat ague yng ngeliat dia udah gak ada di tempat.
“Siapa yang kayak hantu??”Kata seseorang di belakang gue. Gue balik dann,,
“Huaaaa!! Lo sbbvlshbbfcd !”Ceplos gue, dia yang gue katain malah ketawa geli ngeliat gue. Mumpung dia lagi ketawa gue ambil kesempatan dalam kecempitan,,hoho…dannnn,,,
‘Jprett’Gue moto dia lagi. Gue lagi liat hsilnya tiba tiba dia ngambil kameran gue dan ngeliat isi isinya. Dia ngengkat sebelah alisnya.
Gue malu setengah mampus. Gimana engga coba, isi kamera gue itu semuanya fotonya dia dalam pose pose yang berbeda.
“L…Lo…??” Dia ragu ragu
“Heheh,, sory deh gue ngambil foto lo tanpa izin.”
“Kenapa gue?”
“Karna menurut gue lo itu unik. Awalya menurut gue lo itu sangat amat aneh…”Kata kata gue langsung di potong.
“Jadi menurut lo gue aneh??”tanya Iel yang bikin gue geregetan
“Gue belom selesai ngomong! Menurut gue lo itu memang sanggat amaat amaat aneh!! Karna lo itu ga pernah nyapa ataupun senyum ke orang orang lain kecuali…”Kata gue kepotong lagi, tapoii emang kali ini gue yang motong.
“Ke…Kecuali??”Tanyanya kayaknya agak gugup
“Kecuali…Ify”dia keliatannya terkejut sama terkaan gue. Apa dia…
“Lo itu selalu senyumm sama Ify. Selalu memperhatikan Ify. Selalu memberi Ify perhatian lebih dan Itu semua karna…”Dia motong kata kata gue lagi.
“Karna gue suka sama dia.”Kata Iel sambil pergi ke arah taman mawar dan memetik sartu bunga mawar lagi. Gue ngikutin dia.
“Ify tau soal perasaan lo ke dia??”Tanya gue, dia tersenyum masam.
“Ga.”Jawabnya.
“Lo nyatain aja perasaan lo ke dia. Gue yakin dia ga bakal ngebenci apa lagi ngejahuin lo”saran gue, dia langsung ngeremes batang bunga mawar itu dengan sangat kuat hingga tangannya mulai mengeluarkan darah.
“Bukan begitu…”
“Jadi??”
“Udah terlambat Vi. Ify…Ify udah jadian sama Rio.”Kata Iel.
Secepat itukah Rio nembak Ify?? Setetes demi setetes darah mengalir dari telapak tangan Iel. Gue langsung ngambil kain di tas gue dan gue tarik tangannya. Gue sedikit berjongkok di denpan dia yang lagi duduk.
Gue ambil bunga mawar itu dan gue taruh di sebelah tempat duduknya. Gue bersihkan darah di tangannya sedikit demi sedikit dan gue perban telapak tangannya.
Entah mengapa gue rasa dia meratiin gue. Tapi kayakya Cuma perasaan gue aja deh.
“Udah selesai. Nah gue duluan yah, Bye…”Gue langsung berdiri dan langsung ninggalin dia.
FB Off
Itu bbaru sebagian cerita dari awal gue mulai sahabatan sama Iel, pokoknya gitu deh awalnya…semenjak itu Iel mulai menunjukan senyumannya ke gue juga.
“Vi?!”Panggil Iel
“Eh, kenapa??”Tanya gue gelagapan
“Lo yang kenapa? Dari tadi ngelamun mulu…”
”Hehe… itu kan udah jadi kebiasaan gue”Kata gue sambil cengengesan
“Dasar lo”
“Vi, lo di cari tuh sama si Riko.”Tiba tiba si Ify nimbrung.
“Yang bener lo?”
“Iye, tuh dia uda di depen”
“Okelah prit, gue ke depan dulu ya, Byee”Gue kabur, gue lirik kayaknya Iel sama Ify ngobrol di kelas. Gue ke taman aja deh, nanti Riko kelamaan.
@taman
“Hey Vi”Sapa Riko ke gue lengkap dengan senyuman manisnya.
“Hey ko, udah lama?”
“Gak kok baru aja…”Katanya.
“Emm Vi,,”
“I…Iya”Gue jadi agak gugup
“Gue mau nyanyiin sesuatu buat lo…”
Akhirnya, akhirnya aku temukan
Wajahnya mengalihkan duniaku
Membuat diriku sungguh-sungguh tak berhenti mengejar pesonanya
Kan ku berikan yang terbaik tuk membuktikan cinta kepadanya
Dia dia dia
cinta yang ku tunggu tunggu tunggu
Dia dia dia
lengkapi hidupku
Dia dia dia
cinta yang kan mampu mampu mampu
Menemaniku, mewarnai hidupku
Ouuu……
Beningnya putihnya bidadariku
Cantiknya hiasi hari-hariku
Membuat diriku sungguh-sungguh tak berhenti mengejar…pesonanya
Kan ku berikan yang terbaik tuk membuktikan cinta kepadanya
Dia dia dia
cinta yang ku tunggu tunggu tunggu
Dia dia dia
lengkapi hidupku
Dia dia dia
cinta yang kan mampu mampu mampu
Menemaniku, mewarnai hidupku
Dia dia dia
cinta yang ku tunggu tunggu tunggu
Dia dia dia
lengkapi hidupku
Dia dia dia
cinta yang kan mampu mampu mampu
Menemaniku, mewarnai hidupku
Gue speechless banget dengernya. Mau siup gue disini. Riko megang tangan gue,,, jantung gue…mau copot rasanya.
“Vi, Gue tau, mungkin ini teralu cepat, tapi Gue sayang banget sama lo. Do you want to be my girl??”Gue,, Gak bisa ngomong rasanya. Gue Cuma nganguk. Dia langsung peluk gue.
Pucuk di cinta, Pangeran pun Tiba!!! Baru aja tadi gue berhayal hayal tentang pangeran,,, akhirnya pangeran gue…Riko!
^^^
Emm…gue bahagia??Bangett!! gue seneng banget, tapi ada satu yang masih menjanggal pikiran gue. Kata Ify dulu, setelah dia jadian sama Rio, setiap ia tidur, di dalam mimpinya wajah pangeran itu sudah sangat jelas. Wajah Rio. Tapi kenapa pangeran gue masih memakai topengnya??
“Pangeran! Pangeran! kau dimana??”Panggil Via yang berada di dalam suatu ruangan yang sangat gelap. Yang sangat sunyi, dan sangat menakutkan.
“pangeran…”Kata Via lirih sambil terduduk di lantai ruangan itu.
“Aku disini Via…”Kata seseorang lirih dari sudut ruangan gelap itu. seseorang tanpa topeng. Tapi wajahnya tidak teralu terlihat karna gelap. Hanya senyuman yang terlihat.
Senyuman pahitnya.
Perlahan ia semakin hilang di telan kegelapan dan akhirnya menghilng untuk sepenuhnya….
“Pangeran!!!”
“Vi?! Lo ga papa khan?”Tanya Ify khawatir karna melihat gue yang tiba tiba menjerit seperti itu.
“Pangeran Fy pangeran…”Tangis gue pun pecah
“Pangeran lo kenapa??”
“Pngeran gue pergi ninggalin gue Fy”
“Kok bisa?”
“Tadi gue mimpi pangeran hilang di dalam kegelapan Fy”Ify kelihatannya terkejut
“Yang bener Vi??”Tanyanya yang eklihatannya gak yakin banget sama gue
“Memangnya kenapa Fy??”
“…”
“Fy??”
“Eh? Kenapa Vi?”
“Memngnya kenapa Allsya??”
“E……engga papa”
^^^
“Via??”Panggil Ify. Ini adalah hari kedua gue izin masuk sekolah. Gue…
“Apa yang harus gue lakuin Fy??”
“Sabar ya Vi…Gue udah bilang lebih baik lo putusin aja hubungan lo sama Dia. dia memang berengsek”
FB On
“Via, kamu tolong bantuin aku ngerjain ini ya…”Riko ngasih gue buku tulisnya.
“Iyaa…”Gue pun ngerjainnya.
Setelah gue ngerjainnya gue mau kasih bukunya ke dia. Tapi Riko dimana ya?? Di situ ada dayat. Gue tanya ke dia aja ahh…
“Day, Riko mana?”Dia kelihatan gugup dan sedikit berfikir
“E……Riko…??”
“Iya donk say….”Gue denger suara Riko dari arah belakang, gue noleh dan…
“Ri…Riko??”Gue kaget. Riko lagi mesra mesraan sama seseorang. Gue langsung datengin mereka berdua dann,,
‘Plakk’Gue nempar cewek itu. Riko kelihatannya terkejut banget dengan kedatangan gue diantara mereka.
“Siapa Lo?!”Bentak gue
“Vi..Via??”Cewek itu kage dan langsung pergi.
“Kamu apa apaan sih Via?”
“Kamu tuh yang apa apaan?! Mesra mesraan dengn cewek lain di belakangku.”
‘Plakk!’Riko…………nampar gue.
“Udah deh masalah ini gak perlu di perbesar.”Katanya lalu berlalu. Gue jatuh. Tetes demi tetes air mulai mengalir dari mata gue.
“Butuh bantuan?”Tanya Iel sambil mengulurkan tangannya ke gue. Gue menerima uluran tangan itu lalu duduk di kursi taman bersamanya sambil menangis.
Setelah kejadian itu Riko semakin menjadi. Ia jadi kasar banget. Dia juga jadi sering nyuruh nyuruh gue. Dan lebih parahnya lagi, gue sangat sering memergoki dialagi bareng cewek itu.
Dan gue merasa sangat tertekan dengan itu semua, Ify selalu bilang sama gue untuk mengakhiri hubungan gue ini, tapi gue…gue…Argh!!!
FB Off
“Gue gak papa kok Fy”Kata Gue sambil berusaha tersenyum walau sangat sulit rasanya.
“Lo ini…Yaudah deh terserah lo aja, tapi besok lo turun yah…”
“Iya Ify tayong…”
“Bye…”Ify pergi dari rumah gue. Gue kembali masuk ke dalam selimut gue dan berusaha untuk tidur setelah beberapa hari ini gue ga bisa tidur,,
‘Toktoktok’
“Via?Ini gue Iel”
“Masuk aja yel, gak di kunci kok”Gue keluar lagi dari selimut.
“Lo gak tidur Vi?”
“Males ah”
“Lo tuh Vi, tidur aja males”Iel mencubit pipi gue,,
“Aww…”
“Eh vi, Pipi lo kenapa? Kok memar kayak gini?”Gue langsung nutupin pipi kanan gue dengan cepat.
“E…engga kok ga ada apa apa”Kata gue
“Lo gak usah bo’ong deh Vi”Iel narik tangan gue yang nutupin pipi gue.
“Ya’ampun Vi! Kok bisa ampe mem\ar kayak gini sih?”
“E……kemaren gue…jato. Iya gue jato”
“Bilang aja lo di pukul lagi sama Riko, iya khan?”
“…”Darimana Iel bisa tau??
“Yaudah sekarang lo tidur gih”Katanya sambil duduk di kursi di sebelah ranjang gue.
“Gue gak bisa tidur.”
“Emm…gimana kalo gue nyanyi tapi habis itu lo langsung tidur”Gue ngangguk.
Mungkin ini memang jalan takdirku
mengagumi tanpa di cintai
Tak mengapa bagiku asal kau pun bahagia
dalam hidupmu, dalam hidupmu
Telah lama kupendam perasaan itu
menunggu hatimu menyambut diriku
Perlahan ku tutup mataku sambi dengerin Iel nyanyi. Suaranya yang merdu menggema di telingaku. Gue merasa sangat nyaman.
Tak mengapa bagiku cintaimu pun adalah
bahagia untukku, bahagia untukku
reff:
ku ingin kau tahu diriku di sini menanti dirimu
meski ku tunggu hingga ujung waktuku
Dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya
Mataku terpejam. Gue bisa kembali tidur, tapi gue tertidur lebih lelap dari pada biasanya,, tapi kenapa??
Dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja
Tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya
Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejab saja
repeat reff
ku ingin kau tahu diriku di sini me…nanti dirimu
meski ku tunggu hingga ujung waktuku
Dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya
Dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja
Tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya
Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejab saja…Ou….Oouu…
“Pangeran…”Igau Via
“Nice dream yaa Vi,,, That song is for you, My Princess”Bisik Iel di telinga Via lalu keluar dari kamar Via.
^^^
Hari ini gue masuk sekolah lagi, gue harap dengan bedak tebal ini luka di pipi gue yang lebam.
Gue duduk tanpa melihat kanan kiri. Sampe akhirnya gue sadar, kok tumben gak ada orang yang cerewet di sebelah gue? Gue liat di sekitar gue juga sepi…Ify mana ya? Apa belum dating? Tapi ada kok tasnya? Gue coba ke kantin ahh,,
“Hikzz…”Kok gue denger suara Ify ya di sekitar sini? Gue liat di sebelah perpus kayaknya Ify ada di situ deh,
“Hikz…”Bener dugaan gue kalo Ify ada di sini bareng Rio. Tapi kok Ify nangis nangis gitu ya??
Penulis: sementara di tempat lain
“Hikz…Yo…gue”
“Udah ya Fy, lo jangan nangis gini donk”Rio meluk Ify
“Tapi yo…Via……Hikzz…”
“Udah, kamu serahin aja semua sama dia. lagian kamu harus yakin kalo dia bisa”
“Aku Cuma…khawatir yoo…aku…”Rio menaruh telunjuknya di depan bibir Ify, Rio memandang Ify dalam dalam……semakin dekat dan penuh teduh…
^^^
“Ify kok nangis nangis gitu ya sama Rio…Apa jangan jangan Ify……”Via segera menuju ke tempat RIfy.
“Ehem…”Via berehem tapi Ify dan Rio masih tetap dalam posisinya.
“EHEMM…!!!!”Via berehemm dengan sangat kuat, Rio dan Ify yang kaget dan baru sadar akan kehadiran Via langsung salting.
“Yaelah yang serasa dunia milik berdua”Sindir Via yang bikin pipi Ify yang udah merah gara gara nangis makin merah.
“Eh iya, Fy kok lo nangis sihh??”
“Ga papa kok Vi…”
“Apa jangan jangan ada hubungannya sama ni bocah satu ya? Wah tanggung jawab lu yo”Kata Via sambil menunjuk Rio.
“sumpah, gw gak ngelakuinnya” bela Rio.
“Woy ngomongnya kok pada ngelatur gini sih??Udah lah Vi, gue beneran ga papa kok”Kata Ify menengahi.
“Tapi lo bener ga papa khan?”Gue memastikan
“Iya Viaa”Ify tersenyum kecut
^^^
Astaga! Gue lupa! Buku perpustakaan yang gue pinjem belum gue kembaliin.
“Fy,”
“…”
“Ify”
“Eh, kenapa Vi?”
“Temenin gue ke perpus bentar donk! Gue mau kembaliin buku nih”
“Engga deh Vi, gue lagi nggak mud”
“Nggak mud atau mau smsan sama Prince Rio?”Sindir gue.
Dia tersenyum tipis lalu mengalihkan pandangannya ke hpnya. Kok aneh ya? Hari ini Ify gak seceria biasanya.
Tapi yaudah deh, mending gue cepet cepet ke perpus, keburu Pak Johan pulang, nanti malah gue kena denda.
“Nananana…”Senandung gue pelan untuk menghibur diri gue.
“Beneran kamu pacaran sama dia Cuma untuk manfaatin dia aja??”Gue denger suara cewek dari deket perpus, gue liat ah
“Iya, lagian dia memang gak akan pernah bisa di bandingkan sama kamu”Kata cowo itu sambil mengelus rambut ceweknya.
‘Ri…Riko?Dia Cuma manfaati aku?’
“Riko?”
“Via!”
“Iya, ini aku!”
“Ngapain kamu…”
“Halah diam lo!”Kat ague memotong katanya dengan penuh emosi.
‘Plakk!’Riko menamparku lagi…Kini bukan hanya pipiku yang tertampar, tapi hatiku tertampar lebih sakit di banding dengan pipiku.
Riko menunduk, Riko tak berani menatap mataku yang mulai merah dan berkaca kaca sekarang.
“Pukul!”Ucapku.
“…”Dia diam tak bergeming.
“Ayo pukul lagi!”Kataku sedikit keras
“…”
“Ayo pukul! Cepat pukul aku sampai kamu puas!”Bentakku sambil menarik tangannya.
Ia menatap mataku. Mataku yang sayu. Mataku yang sudah mengeluarkan banyak air mata untuknya.
Air mata yang tak pernah berarti di matanya. Air mataku yang terus mengalir dengan derasnya. Tapi tak pernah memiliki arti.
“Apa sih mau lo?!”Riko menarik tangannya
“Mau gue? Mau gue kita PUTUS!”Kataku. Kata kata yang selama ini tak pernah bisa aku ucapkan padanya, kini telah keluar.
“Oke kalo itu mau lo, kita bubar!”Riko pergi menarik gadis yang bersamanya tadi.
Gue terduduk lemas. Gue menggengam erat ujung rokku. Air mataku tak berhenti hentinya mengalir. Hatiku sangat sakit.
“Keputusan lo bener kok”Gue menoleh. Ada Ify yang sedang tersenyum tipis ke gue.
“Ify!!Hikzz…”Gue langsung berdiri dan memeluk Ify.
‘Tapi masih ada satu lagi yang bakal lo hadapin Vi…’Batin Ify sambil mengelus pundak Via.
@Café
Besok adalah hari kelulusan. Gue belum pernah mendapat satupun mimpi lagi. Tidur gue penuh dengan kegelapan. Tak ada lagi kisah kisah yang selalu menemani gue di setiap malam.
Tak ada lagi cerita yang bisa gue bagi dengan Ify setiap harinya.Tak ada lagi…………pangeran.
“Huh…”Gue menghembuskan nafas dengan kuat.
“Lo kenapa Vi? Kok lonya sedih gitu sih?Padahalkan besok lusa promnite”Kata ify dengan senyumannya.
“Huuuh”Eluh gue.
“Semangan dong Vi! Ayo se-ma-ngat!”Kata Ify sambil memegang tanganku dan menaikannya ke atas.
“Elo mah enak Pi, udah ada pasangan. Nah gue?”Eluh gue lagi. Ify tersenum kecut
“Tenang aja Piyong, besok lusa kan promnitenya pake topeng tuh. Siapa tau dengan itu lo bisa ketemu sama ‘Prince’ lo itu”Kata Ify
‘Bener juga sih Ify. Gue kan emang selalu melihat pangeran dengan topengnya. Mungkin gue bisa menemukan pangeran di pesta topeng nanti’Pikir gue. Senyum mengambang di wajah gue.
“Thangso Ipiyong!!”Gue nyubit kedua piipi Ify. Terus pergi
“Eh, lo mau kemana?”Tanya Ify sedikit berteriak
“Mau Shopping buat my Prince!!”Gue kaburr
‘Semoga lo bisa hadapin itu Vi’Batin Ify sambil tersenyum masam menatap punggung Via yang makin menjauh darinya.
Eh, hp gue ketinggalan di meja tadi. Gue balik aja gih ambil hp gue.
^Sementara itu^
“Ify…”Rio duduk di sebelah Ify
“Eh yo, gimana?”
“Hari setelah Prom Fy…”
“Huh…Jadi dia tetap pada keputusannya…”
“Sory Fy, gue udah berusaha buat nyegat dia. Tapi dia tetap nggak mau ngerubah keputusannya”Rio menggenggam tangan Ify.
“Ga papa kok yo. Bukan salah kamu kalo dia gak mau. Mungkin yang bisa ngubah semuanya Cuma Via.”
“Iya. Tapi apa bener kita harus terus merahasiakan ini?”
“Aku ga tau, tapi sebaiknya kita rahasiakan aja i…”Kata kata Ify terpotong.
“Rahasia apa?”Tanya Via.
“Via?! Sejak kapan kamu…”
“Ada apa setelah prom?!”
“I…itu”Ify dan Rio tertunduk.
Gue terus berlari…berlari dan terus berlari. Gue banting pintu kamar gue dengan kuat dan menngis sekencang kencanganya di dalam kamar gue. Terus menangis, tanpa ada yang mengganggu…
“Di Hari setelah Prom, Iel bakalan berangkat ke Aussie untuk ngelanjutin sekolahnya di sana.”
“Dia ga mau lo tau soal ini…karna dia…dia……sayang banget sama lo.”
Kata kata Ify it uterus berputar di otak gue. Cukup pangeran saja yang pergi. Jangan Iel juga…Gue akan sangat amat kesepian kalau Iel juga meninggalkan gue.
Rasanya air mata gue ga mau berhenti mengalir sekarang.
“Dia ga mau lo tau soal ini…karna dia…dia……sayang banget sama lo.”
Kata kata Itu sangat menusuk di hati gue. Bukannya Iel sangat menyukai Ify bukan gue? Kenapa sekarang dia bilang kalo dia sangat sayang sama gue? Argh!! Gue udah ga bisa berfikir lagi!
Ini teralu mengagetkan untuk gue. Ini teralu menyakitkan, untuk tau dia akan pergi…pergi dari gue…
Ku tak percaya kau ada di sini
Menemaniku di saat dia pergi
Sungguh bahagia
Kau ada di sini
Menghapus semua sakit yang ku rasa
Mungkinkan kau merasakan
Semua yang ku rasakan
Dengarlah kasih
Ku suka dirinya mungkin aku sayang
Namun apakah mungkin kau menjadi milikku…
Gue menutup mulut gue. Lirik lagu itu begitu saja keluar dari mulut gue. Apa mungkin lagu itu melambangkan perasaan gue saat ini kepada…dia?
Malam ini…Malam Promnite… Gue berusaha menenagkan pikiran dan hati gue. Gue harap…nggak bakal terjadi apa apa malam ini.
Gue harap…malam ini adalah malam terakhir gue tanpa mimpi. Gue harap…Iel akan selalu ada di sisi gue. Gue harap……
“Via, ayo sayang udah jam setengah tujuh ini. Sebentar lagi promnitenya udah mau di mulai. Nanti kamu telat lagi”Kata mama sambil masuk ke dalam kamar.
“Iya ma…Aku juga udah siap kok”
“Yaudah cepetan”Mama keluar dari kamar. Gue memandang kaca. Gue rasa gue udah siap.
Gue memakai dress selutut berwarna putih dengan pita di belakangnya dan bando putih polos serta memakai bedak tipis di wajah gue. Gue siap untuk pergi…
@Sekolah
Gue benar benar sudah ada di sini. Tapi gue mmerasa hati dan pikiran gue nggak sepenuhnya ada di sini tapi……di tempat lain.
“Selamat malam semuanya…!!”Sapa seorang Mc di atas panggung.
“Malam…”
“Sebelumnya selamat yah buat semuanya yang sudah lulus, dan ini ada persembahan dari teman kita yang akan menyenyokan sebuah lagu dengan orang yang paling di sayanginya,, langsung saja kita saksikan penampilan dari mereka!!”Mc itu turun dari panggung…
Intro lagu mulai terdengar. Lalu Ify keluar dari belakang panggung sambil memengang mic.
If~
I’ve never gone with the wind, just let it flow
Let it take me where it wants to go
Til you open the door, there’s so much more
I’ve never seen it before
Tiba tiba Rio keluar dari belkang panggung dan ikut bernyanyi
Ri~
I was trying to fly but I couldn’t find my wings
But you came along and you changed everything
RIfy~
You lift my feet off the ground
You spin me around
You make me crazier… crazier
Feels like I’m falling and I am lost in your eyes
Rio Dan Ify bergandengan dan saling tersenyum.
You make me crazier crazier crazier
Ri~
I watched from a distance as you made life your own
Every sky was your own kind of blue
And I wanted to know how that would feel
And you made it so real
If~
You showed me something that I couldn’t see
You opened my eyes and you made me believe.
RIfy~
You lift my feet off the ground
You spin me around
You make me crazier crazier
Rio merangkul Ify
Feels like I’m falling and I am lost in your eyes
You make me crazier crazier crazier oh
If~
Baby you showed me what livin’ is for
I don’t wanna hide anymore…oouuh…
RIfy~
You lift my feet off the ground
You spin me around
You make me crazier crazier
Feels like I’m falling and I’m lost in your eyes
You make me crazier… crazier… crazier… crazier… crazier
Mereka mengakhiri lagu itu dengan sangat baik…
‘Prokporkk!!’Lalu Mc itu naik panggung.
“Wah, amazing!! Emm,,tapi sepertinya ada yang belum di kasih tau nih dari kalian berdua”Kata si Mc. Gue menaikan sebelah alis gue. Rio menggandeng tangan Ify dan wajah Ify pun merona.
“Emm, kayaknya ada hubungannya nih sama cincin itu tuh”Mc itu menunjuk cincin yang di pakai mereka…
“R-I-F-Y. RIfy??”Mc itu menarik Tangan Rio dan membaca tulisannya.
“Rio-Ify”Gumam gue
“Hayoo,,,Coba deh perwakilan…Rio buat kasih tau...”Kata si MC, keliatannya Rio shyok dengernya. Dengan paksaan Rio di tarik dan di paksa bicara. Sampai akhirnya rio mau bicara.
“Seberennya gue sama Ify udah tunangan”Kata Rio lalu Ify sembunyi di balik tubuh tegap Rio dengan wajahnya yang sudah merah seperti tomat.
“Cieeeeee Cieeeee!! Prikitiew!! Ehem ehem!!”Sekejap Ruangan langnsung penuh dengan riuhan para penonton.
“Okay semuanya,, kita lanjut ke acara berikutnya…blablabla…”Rio dan Ify segera turun dari panggung dengan muka tomat.
“Vi…”Gue noleh, ternyata ada……Riko. Gue memalingkan muka gue.
“Vi,”Panggilnya lagi.
“Apa?”
“Gue mau minta maaf, lo mau kan maafin gue? Gue sadar Vi, Gue sayang banget sama lo”
“Please Vi, gue mohon…maafin gue”
“Lo mau ya maafin dan terima gue lagi?”
“Lo bakal tau jawabannya di atas panggung”Kata Gue.
“Baiklah berikutnya adalah penampilan dari Sivia!!”Gue naik ke atas pangggung sambil memengang sebuah gitar kesayangan gue. Dan mulai memainan intro…
Say you're sorry
That face of an angel
Comes out just when you need it to
As I paced back and forth all this time
Cause I honestly believed in you
Holding on
The days drag on
Stupid girl,
I should have known, I should have known
[Chorus]
I'm not a princess, this ain't a fairy tale
I'm not the one you'll sweep off her feet,
Lead her up the stairwell
This ain't Hollywood, this is a small town,
I was a dreamer before you went and let me down
Now it's too late for you
And your white horse, to come around
Baby I was naive,
Got lost in your eyes
And never really had a chance
My mistake, I didn't wanna be in love
You had to fight to have the upper hand
I had so many dreams
About you and me
Happy endings
Now I know
[Chorus]
I'm not a princess, this ain't a fairy tale
I'm not the one you'll sweep off her feet,
Lead her up the stairwell
This ain't Hollywood, this is a small town,
I was a dreamer before you went and let me down
Now it's too late for you
And your white horse, to come around
And there you are on your knees,
Begging for forgiveness, begging for me
Just like I always wanted but I'm sooo sorry
Cause I'm not your princess, this ain't a fairytale
I'm gonna find someone someday who might actually treat me well
This is a big world, that was a small town
There in my rearview mirror disappearing now
And its too late for you and your white horse
Now its too late for you and your white horse, to catch me now
Oh, whoa, whoa, whoa
Try and catch me now
Oh, it's too late
To catch me now
“Wow, penampiln yang bagus sekali dari Sivia! Sangat dalam! Dan suara yang merdu banget!! setuju gak temen temen??”
“Setuju!!”
“Oke deh, siip! Thx ya Sivia,”Gue turun dari panggung, dan kayaknya si riko udah minggat deh.
“Baiklah selanjutnya ada yang nitipin rekaman suara ini loh untuk kita semua…”
‘Rekaman??’Pikir gue.
“Katanya,, rekaman ini mau dia persembahin ke seseorang yang special ayo kita dengerin bareng bareng rekamannya.”Mc itu memutar rekamannya.
Mungkin ini memang jalan takdirku
mengagumi tanpa di cintai
Tak mengapa bagiku asal kau pun bahagia
dalam hidupmu, dalam hidupmu
Telah lama kupendam perasaan itu
menunggu hatimu menyambut diriku
Tak mengapa bagiku cintaimu pun adalah
bahagia untukku, bahagia untukku
reff:
ku ingin kau tahu diriku di sini menanti dirimu
meski ku tunggu hingga ujung waktuku
Dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya
Dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja
Tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya
Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejab saja
repeat reff
ku ingin kau tahu diriku di sini me…nanti dirimu
meski ku tunggu hingga ujung waktuku
Dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya
Dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja
Tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya
Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejab saja…Ou….Oouu…
Lagu itu? Suara Itu?! Iel! Apa mungkin Iel….Gue langsung berlari. Berlari sekencang kencangnya. Gue memang gak tau kemana kaki gue ini melangkah, tapi gue yakin…………yakin akan satu hal………
“Iel?”Ucap gue menatap seseorang yang berada di depan gue. Lelaki bertubuh tegap yang memiliki tinggi sedikit di atas gue dengan kulit coklat mudanya itu membalikkan tubuhnya.
“Via?!” Dia berbalik, dia sangat kaget melihat gue. Gue berlari…berlari memeluknya…memeluknya dengan erat. Seerat erat yang gue bisa.
“Vi…”
“Jangan tinggalin gue…”
“Ta…”
“Gue ga mau lo pergi gue…gue sayang sama lo. Gue memang selama ini sudah di butakan dengan riko. Dan gue ga mau lo pergi dan ninggalin gue sendiri di sini”
“Gue juga sayang sama Lo Vi, tapi gue mau nanya sesuatu sama lo…Emm…Siapa yang mau pergi?”Gue kaget dan melepaskan pelukan gue, kok Iel nanyanya gitu sih?
“Bu…bukannya lo besok mau berangkat ke Aussie?”Iel mengeutkan keningnya.
“Kapan gue ngomong kayak gitu??”
“Ta…Tapi kata Rio sama Ify……”
“Ehem…”Gue dan Iel menoleh.
“Sebelumnya maaf, sebelum kalian adu mulut, gue mau bilang sesuatu”Kata Ify sambil menggaruk kepala yang sebenernya gak gatel sama sekali.
“Sebenernya soal Iel berangkat dan lain lainnya itu Cuma akting dan rekayasa kita berdua aja…”Tutur Rio. Gue melotot ke Ify.
“Ify,, Gue tau ini pasti ide lo…”Ucap gue.
“Peace Vi, sebenernya gue juga gak mau ngelakuin ini. Tapi gara gara mimpi lo itu…yang bikin gue harus ngelakuinnya. Gue pernah baca dib log salah satu pemimpi juga tentang hal yang 11/12 sama mimpi lo, dan yang dialaminya setelah mimpi itu adalah hal yang sangat buruk Vi, BU-RUK Vi! BURUK”Gue geleng geleng kepala ngeliat apa yang udah Ify lakuin bikin gue Maluuuuuuuuuuuuuuuu berat!! Gak kebayang gimana muka gue sekarang. Tomat aja kalah kali y…
“Mimpi?”Tanya Iel
“Iya yel, Via itu mimpiin lo pergi ampe nangis nangis gitu dia…”Kata Ify yang berhasil bikin pipi Gue jadi tomatnya omat(?). Iel menaikan sebelah alisnya sambil menatap gue.
“Tapi akhirnya dia bisa mendapatkan princenya juga…”Kata Rio
“Prince??”Gue menarik nafas dalam dalam.
“My Real Prince is…Gabriel Stevent Dnamik!!!”Kata gue sedikit berteriak lalu memeluk Iel lagi.
“Yes My Princess”Bisik Iel di telinga gue.
Dan memang benar harapan gue terkabul! Karna mulai malam itu gue kembali bermimpi. Bermimpi tentang gue dan Iel. Yang sangat jelas dan sangat membahagiakan. Gue melanjutkan Kuliah gue bersama Iel, Ify dan Rio di UI… andai aja ada, gue pasti udah masuk UP(UniversitasPemimpi),, tapi karna itu udah ga ada jadi,, Mau gak mau deh…
Dan itulah kisah gue. Sedikit aneh, tapi itulah kisah gue. Kisah gue bertemu dengan prince gue. Sampai akhirnya gue bisa mendapatkan hidup gue yang kayak di cerita cerita gitu…
Happily Ever After!!!
“VIAAAAA!!!!!BANGUN!!!!JANGAN MOLOR MULU KERJAAN LO!!!!!” Dan masih dengan hari hari gue yang penuh teriakan Ify yang cempreng#Peace Fy…V-^-
My Real Price is…Gabriel stevent dnamik!!
THE END
Tinggalkan Komen… ^^
Maaf rada aneh…
Rabu, 15 Desember 2010
Tak Hanya Sebatas Mimpi(Part10 ‘My best Brother’)
Tak Hanya Sebatas Mimpi(Part10 ‘My best Brother’)
“Eh iya yell, lo tau gak apa yang bikin Ify marah sama gue waktu kemaren itu??”
“Lah??Bukannya kemaren lo yang marah sama dia??”
“Sebelumnya?!”
“E…itu……”Gue mengerutkan kening gue melihat tingkah Iel yang seperti orang yang menyembunyikan sesuatu, ‘Pasti ada sesuatu’Pikir gue.
“Apa yel??”Iel sedikit menghela nafas.
“Gue bakal certain ke lo masalahnya dari awal. Dari lo ninggalin dia dulu.”Gue mengangkat sebelah alis gue.
Ify punya masalah stelah keperrgian gue??karena kebingungan tingkat tinggi gue, gue dengerin cerita Iel dengan seksama(dengan versi Ify aja ya…biar lebih jelas sejelas jelasnya!!)
Author POV
FB On
Allsya Saufika Umari, itulah namanya. Seorang gadis yang menyimpan sejuta rahasia. Setelah masa kecilnya yang yang menyedihkan,
Cukup memnuat Ify menjadi seseorang yang tak seperti dulu, lebih pemarah dan jarang bersosialisasi dengan orang lain, tapi lama kelamaan iasedikit demi sedikit merubah sifatnya itu.
“Hey, kamu allsya khan??”Tanya seorang gadis yang satu sekolah dengannya, tapi tidak Ify kenal.
Ify hanya melirik sedikit ke arahnya lalu melanjutkn kegiatannya lagi. Gadis itu duduk di sebelah Ify.
“Aku Zahra,”Ia menjulurkan tangannya. Ify sedikit melirik lagi lalu mengabaikannya, seperti yang dilakukannya pada semua orang.
“Ify”Ucapnya lalu pergi.
Berhari hari gadis yang bernama Zahra it uterus mendekati Ify hingga akhirnya Ify luluh juga dan menampakkan senyuman manis yang sudah lama terkubur.
Senyum. Senyum yang membuat sebagian cowok di sekolahnya terpesona dan menjulukinya ‘Princess Allsya’ tapi itu tak membuat ia menjadi gadis yang sombong ataupun kecentilan, ia tetap pada sifatnya yang baik.
Suatu hari cowok yang dapat di katakan Ify taksir menembaknya dan tentu saja Ify menerimanya dan setelah itu mereka resmi menjadi pasangan.
Pasangan yang paling sering di jadikan bahan pembicaraan yang peling heboh di sekolahnya.
Selama hampir dua tahun hubungan mereka sangat baik, bagi Ify, Debo adalah seseorang yang sangat pengertian, tapi entah bagaimana bagi Debo.
“Fy, kemaren gue liat Debo lagi jalan jalan bareng cewek gitu Fy. Pake mesra mesraan lagi.”Kata seorang murid.
Tapi Ify hanya membalasnya dengan senyuman. Sudah sangat banyak sekali orang yang mengatakan berbagai hal yang hampir sama.
Ada yang bilang mereka melihat Debo lagi dner bareng cewek lain, ada yang bilang debo lagi pelukan sama cewek, tapi tak ada satu pun yang mendapat tanggapan dari Ify.
Hanya senyuman yang Ify berikan.
Menurut ify mereka semua itu hanya mengada ngada mungkin ada yang ingin mengadu domba, ada yang iri padanya.
Itu yang ia pikirkann. Mungkin dengan Zahra yang mengatkan ia akan percaya padanya. Hingga suatu hari di kantin sekolahnya,
“Fy,”
“Iya deb??”
“Gue mau kita bubar”
“Maksud kamu??”
“Gue udah bosen pacaran sama lo.” ‘JDERR’mata Ify mulai memerah, dadanya sesak, hingga tetesan air matanya tumpah.
“Aku ada salah sama kamu??”Kata Ify dengan suara menahan tangis.
Hanya berharap sang kekasih mengucapkan ‘April mop!!’padanya, tetapi ini bukan Bulan April.
“Ada.”
“Apa??Mungkin aku bisa perbaiki.”
“Salah lo adalah,, lo udah bikin gue bosen sama lo!”Ify tercengang dengan kata kata Debo. Ia terdiam.
Tak ada satupun kata yang mampu keluar dari mulutnya. ‘apa selama ini Debo hanya mempermainkan perasaannya aja??Apa Debo tidak pernah serius dengannya??’Pertanyaan it uterus berputar di kepala Ify saat itu.
“Sebenernya lo itu bego atau pura pura bego sih ‘Princess Allsya’?? ”Debo langsung pergi meninggalkan Ify yang masih diam tertunduk dengan air matanya yang terus mengalir.
Apa dia pernah di sakiti Ify?? Tidak. Atau Ify teralu protective?? Tidak. Apa Ify pernah memarahari Debo atas apa yang di dengar Ify dari teman temannya?? Ify sama sekali tak pernah memperdulikannya. Lalu apa salah Ify??
Debo bosan dengan Ify. Berarti Debo memang tidak pernah menyayanginya, seperti ia yang sangat menyayangi debo.
Setiap hari, setiap malam, setiap waktu, Ify terus memikirkannya. Ia terus mengurung dirinya di kamar.
Tidak mau keluar apalagi turun sekolah. Iel sangat bingung dengan kelakuan Ify yang gak mau keluar dari kamarnya, banyak hal hal yang negative mulai muncul di pikirannya.
Kadang ia berfikir untuk berbuat nekat, tapi ia berfikir…Bagaimana dengan Ify? Ia memang melakukan itu demi Ify, tapi apa yang ia lakukan itu tak akan menyakiti perasaan Ify?
Mungkin ia hanya dapat melakukannya dengan cara sehalus mungkin untuk membujuk Ify.Ify memang sangat peka.Mungkin untuk Iel, Ify sama sekali tidak bisa ia kasari.
Di dalam kamarnya, Ify termenung sambil menggenggam pulpennya. Semua cowok itu hampir semuanya sama.
Semuanya hanya ingin menyakiti kaum hawa, memang tidak semuanya tapi dari 1000 orang mungkin hanya ada 2 orang yang tidak seperti itu, pikirnya. Lalu nterdengar suara dari luar kamarnya.
“Fy, buka donk pintunya”
“…”
“ka..kalo kamu nggak mau buka pintunya, kakak dobrak ya Fy??”Kata Iel Ragu ragu
“…”Karna tak ada jawaban dari dalam Iel semakin khawatir dengan Ify.
‘Brukkk!’Pitu berhasil terdobrak lalu Iel bergegas masuk.
Iel menemukan Ify yang pingsan tak berdaya di dekat ranjangnya. Iel langsung membawa Ify ke rumah sakit.
Sesampainya di sana Ify masuk ke Ruang UGD, dan Iel terus menungguinya. Setelah dokter keluar, Iel langsung menghampirinya.
“Dok, gimana keadaan adik saya Dok??”
“Ia sudah berhasil melewati masa kritisnya, untung saja dia di bawa kesini cepat. Tapi ia masih harus di rawat di sini selama beberapa hari.”
“Iya dok,”
Lalu setelah itu, Iel memasuki ruang rawat Ify dan mengelus rambut adiknya dengan lembut.
Ia menatap Ify yang masih menutup matanya dengan kulitnya yang sekarang menjadi pucat.
Sebagai seorang kakak, ia merasa telah gagal menjaga Ify. Tak terasa setetes air mata jatuh dari mata Iel ke tangan Ify, dengan cepat Iel menghapusnya lalu pergi keluar ruangan.
Setelah keluar dari rumah sakit, sikap Ify berubah menjadi dingin, jutek, pendiam, penyendiri, dan sangat tertutup.
Iel juga tidak pernah menanyakan alasan Ify yang berubah seperti itu karna ia tau bahwwa kondisi Ify sekarang masih belum stabil.
Ify berjalan tanpa memperdulikan sekitar, ia menyebrang tanpa meliht ke kanan maupun kiri dan
‘Tiiinn Tiinn!!’Sebuah mobil yang sedang melaju menuju Ify dan…
Ify membuka matanya, ia menatap ke sekitar tempat ia sekarang sedang berbaring. Ia sama sekali tidak mengenali tempat itu.
Seorang cowo dengan baju basket sendang duduk di sebelahnya.
“Hey”sapa cowo Itu
“…”
“Gue cakka, lo?”
“Ify. Ini dimana?”Kata Ify dingin
“Di rumah gue. Tadi nyokap gue ga sengaja nabrak lo dan…”Belum sempat Cakka melanjutkan bicaranya, Ify sudah berusaha untuk berdiri tapi…
“Aww…”Ify memegangi kakinya.
“Ehh..”Cakka langsung membanu Ify untuk tiduran lagi di di ranjangnya. Ify sedikit menghela nafas alu menatap ke depan dengan pandangan kosong.
“Lo ada masalah?”Tanya Cakka yang dari tadi memperhatikan Ify yang terus melamun.
“Bukan urusan lo.”Jawab Ify ketus sambil memalingkan wajahnya dari cakka.
“Cakka,, ayo makan dulu”Seorang wanita paruh baya masuk dari pintu kamar.
“Eh, kamu sudah bangun. Gimana keadaan kamu?”Wanita itu duduk di sebelah ranjang Ify.
“Iya…”kata Ify lalu memalingan pandangannya lagi.
“Yaudah kalo gitu mama keluar dulu ya Cakk…”
“Iya ma”Kata Cakka.
“Gue mau pulang”
“Tapi udah malem Fy…”
“…”
“Lo istirahat dulu, atau lo kabarin keluarga lo dulu.”
“…”
“Lo baik baik ya…”Cakka pergi meninggalkan kamar itu.
“Kak Iel…”Gumam Ify sambil meneteskan air matanya.
#Keesokan harinya
“Kak Iel…”Igau Ify, Cakka yang mendengar igauan Ify menajamkan pendengarannya.
“Kak Iel…”Igau Ify terdengar Jelas.
“Iel??”
“Umbh…”Ify bangun dari tidurnya.
“Lo uda bangun?”
“Menurut lo?”Cakka tersenyum tipis.
“Lo kenal Iel?”Ify mengangkat sebelah alisnya
“I…Iya”Kata Ify
“Lo Kenal Iel dari mana??”Tanya Cakka
“Dia kakak gue.”Kata Ify sambil memalingkan wajahnya, lebih tepatnya ia tidak mau menatap muka Cakka. Cakka tersenyum.
“Pantes aja.”Ify mengangkat sebelah alisnya
“Sifat lo dan mata lo sama kayak Iel.”Kata Cakka.
“Lo mau jalan jalan gak??”Tanya Cakka sambil mengulurkan tangannya. Ify menerim uluran tangannya dan pergi jalan jalan.
“Fy,,”Cakka dan Ify duduk di taman sambil memandang indahnya pemandangan di situ, Cakka menggandeng tangan Ify.
“Gue pasti seneng banget kalo gue jadi Iel”Kata Cakka. Ify hanya memandang wajah Cakka yang memandang kosong ke depan.
“Gue pasti seneng banget, karna hidup gue gak bakalan sepi kalo gue punya saudara…”
“Gue memang punya seorang mama yang sangat sayang sama gue, tapi gue sangat kesepian kalo mama lagi kerja atau lagi ga ada di rumah”
“Eh, kok gue jadi curhat gini ya??”
“G…gak papa kok.”Kata Ify
“Kan gue udah sekarang gantian lo yang cerita kenapa lo jadi kayak gini.”Raut muka Ify langsung berubah.
“Cerita donk Fy…”
“Uda ga ada lagi yang ada buat gue.”Kata Ify sambil menutup matanya.
“Maksud lo?”Lalu Ify menceritakan masalahnya dengan Debo dan pada akhirnya dia menjadi seperti ia sekarang.
“…Dan itu berarti gue udah gak penting lagi buat mentingin mereka…”Kata Ify mengakhiri ceritanya.
“Lo mau tau gak Fy, pendapat gue??”Tanya Cakka. Ify mengangkat sebelah alisnya.
“Lo itu egois banget”Kata Cakka tanpa menoleh sedikitpun kea rah Ify.
‘JDERR’ Ify sangat kaget mendengar perkataan Cakka dan langsung berdiri.
“Fy, Lo mau kemana?”Tanya Cakka melihat Ify berdiri.
“…”Tapi Ify langsung pergi begitu saja.
Setelah kejadian itu Ify gak pernah mau jawab lagi kalo di tanya atau di panggil Cakka.
“Fy,”Sapa Cakka yang mendapati Ify sedang menangis. Ify yang melihat Cakka langsng pergi tapi tertahan karna tangannya telah di gapai Cakka.
“Apa mau Lo?”
“Fy? Kenapa lo terus menghindar dari gue??”
“…”
“Apa karna waktu itu gue bilang lo egois??”
“…”
“Apa lo marah karna itu??”
“lepasin gue”Kata Ify datar
“Jawab Fy!”
“LEPASIN!!”Cakka menarik Ify ke pelukannya.
“Lepasin gue…”Air mata Ify mulai menetes.
“Lo memang egois Fy,,”
“Lo egois karna lo ngelawan kata hati lo”
“Lo egois karna lo ngenggep diri lo itu sendiri”
“Lo egois karna lo gak pernah liat Iel yang sayang banget sama lo…”
“Dan Lo egois karna…Lo ga liat gue yang juga akan selalu ada buat lo.”Kata Cakka panjang lebar dan mengatakan kalimat terakhirnya dengan suara kecil, hingga tak dapat di dengar oleh Ify.
Mata Ify semakin berair. Benar yang di Katakan Cakka. Kak Iel yang selalu sayang dan selalu ada buat dia.
Kak Iel,, kak Iel adalah orang yang sangat amat memperdulikan dirinya. Yang juga sangat ia sayangi.
Kenapa ia bisa seegois itu dengan mengatakan tak ada orang yang memperdulikannya lagi??
Semua hari harinya yang penuh muruh dan kesedihan,, Kak Iel selalu ada untuknya…Kakaknya… ‘My best brother’Batin Ify. Ify menutup matanya…
Cakka melepas pelukannya,, Ify membuka matanya.
“Uda enakan??”Ify mengangguk
“Kak, anterin gue ke rumah”Kata Ify
“Siip”
>>>
“Uda sampe Fy,,”
“Iya,,”
“Gue pulang ya,,”
“Iya..”
“Ehk…”
“Kenapa Fy??”
“Thax yah kak…”Kata Ify sambil tersenyum manis. Cakka terpaku……
****
Ini sudah hari ke-5 setelah menghilangnya Ify. Semenjak menghilangnya Ify, Iel menjadi sangat terpuruk.
“Fy,, lo dimana??”
“Gue kangen banget sama lo…”
“Apa lo pergi karna gue gak bisa menjadi kakak yang baik buat lo??”
“Kak, lo kakak terbaik yang gue punya”Kata Sesseorang dari belakang Iel. Iel menoleh
“Ify!”Ify merentangkan tangannya sambil tersenyum ke Iel, Iel langsung memeluk Ify dengan sangat erat, menuangkan segala rasa rindunya, rasa sayangnya, pada adiknya tersayang. Ify.
“Kak, maafin Ify yah kak…”Ify kembali meneteskan air matanya
“kakak yang seharusnya minta maaf sama kamu Fy”Iel melepas pelukannya dan menghapus air mata Ify dengan kedua jarinya dengan lembut, tiba tiba ify kembali memeluk Iel dengan eratnya,
“Hikzzz……kak ielll……”
“Iya Fy?”
“You’re ‘My best Brother’ Forever”Kata Ify dengan manjanya. Iel menyunggingkan senyumannya sambil mengelus pundak adiknya, Ify…
Cakka yang ternyata masih belum pulang menatap pemandangan itu dari jauh, dan tersenyum.
“Huh, gue punya perasaan kalo sebentar lagi gue ga bakal kesepian lagi deh…”Kata Cakka sambil memakai helm full facenya dan pulang kembali ke rumahnya…
FB Off
“Dan kemarin itu Ify ketemu sama Debo, makanaya dia jadi keinget kejadian itu…”Kata Iel mengakhiri dongengnya(??). Rio yang mendengar cerita itu menampakkan wajah yang tak dapat di deskripsikan dengan kata kata -,- .
“Lo kenapa yoo??”melihat wajah Rio lama lama Iel menjai jijik juga.
“Gue terharu,, Ceritanya dramatis banget. lo ambil dari novel mana tuh yel? Mau gue borong(Dari novelnya penulis yo*Amin)”
‘Pletakk!!!’Dengan jengkelnya Iel menjitak kepala Rio.
“Hehe…Peace yel, gue Cuma becanda kok.”
“Lo tuh…Argh!!”
‘Ify’Batin Rio sambil tersenyum masam…
Bersambung…
Tinggalkan komen…
“Eh iya yell, lo tau gak apa yang bikin Ify marah sama gue waktu kemaren itu??”
“Lah??Bukannya kemaren lo yang marah sama dia??”
“Sebelumnya?!”
“E…itu……”Gue mengerutkan kening gue melihat tingkah Iel yang seperti orang yang menyembunyikan sesuatu, ‘Pasti ada sesuatu’Pikir gue.
“Apa yel??”Iel sedikit menghela nafas.
“Gue bakal certain ke lo masalahnya dari awal. Dari lo ninggalin dia dulu.”Gue mengangkat sebelah alis gue.
Ify punya masalah stelah keperrgian gue??karena kebingungan tingkat tinggi gue, gue dengerin cerita Iel dengan seksama(dengan versi Ify aja ya…biar lebih jelas sejelas jelasnya!!)
Author POV
FB On
Allsya Saufika Umari, itulah namanya. Seorang gadis yang menyimpan sejuta rahasia. Setelah masa kecilnya yang yang menyedihkan,
Cukup memnuat Ify menjadi seseorang yang tak seperti dulu, lebih pemarah dan jarang bersosialisasi dengan orang lain, tapi lama kelamaan iasedikit demi sedikit merubah sifatnya itu.
“Hey, kamu allsya khan??”Tanya seorang gadis yang satu sekolah dengannya, tapi tidak Ify kenal.
Ify hanya melirik sedikit ke arahnya lalu melanjutkn kegiatannya lagi. Gadis itu duduk di sebelah Ify.
“Aku Zahra,”Ia menjulurkan tangannya. Ify sedikit melirik lagi lalu mengabaikannya, seperti yang dilakukannya pada semua orang.
“Ify”Ucapnya lalu pergi.
Berhari hari gadis yang bernama Zahra it uterus mendekati Ify hingga akhirnya Ify luluh juga dan menampakkan senyuman manis yang sudah lama terkubur.
Senyum. Senyum yang membuat sebagian cowok di sekolahnya terpesona dan menjulukinya ‘Princess Allsya’ tapi itu tak membuat ia menjadi gadis yang sombong ataupun kecentilan, ia tetap pada sifatnya yang baik.
Suatu hari cowok yang dapat di katakan Ify taksir menembaknya dan tentu saja Ify menerimanya dan setelah itu mereka resmi menjadi pasangan.
Pasangan yang paling sering di jadikan bahan pembicaraan yang peling heboh di sekolahnya.
Selama hampir dua tahun hubungan mereka sangat baik, bagi Ify, Debo adalah seseorang yang sangat pengertian, tapi entah bagaimana bagi Debo.
“Fy, kemaren gue liat Debo lagi jalan jalan bareng cewek gitu Fy. Pake mesra mesraan lagi.”Kata seorang murid.
Tapi Ify hanya membalasnya dengan senyuman. Sudah sangat banyak sekali orang yang mengatakan berbagai hal yang hampir sama.
Ada yang bilang mereka melihat Debo lagi dner bareng cewek lain, ada yang bilang debo lagi pelukan sama cewek, tapi tak ada satu pun yang mendapat tanggapan dari Ify.
Hanya senyuman yang Ify berikan.
Menurut ify mereka semua itu hanya mengada ngada mungkin ada yang ingin mengadu domba, ada yang iri padanya.
Itu yang ia pikirkann. Mungkin dengan Zahra yang mengatkan ia akan percaya padanya. Hingga suatu hari di kantin sekolahnya,
“Fy,”
“Iya deb??”
“Gue mau kita bubar”
“Maksud kamu??”
“Gue udah bosen pacaran sama lo.” ‘JDERR’mata Ify mulai memerah, dadanya sesak, hingga tetesan air matanya tumpah.
“Aku ada salah sama kamu??”Kata Ify dengan suara menahan tangis.
Hanya berharap sang kekasih mengucapkan ‘April mop!!’padanya, tetapi ini bukan Bulan April.
“Ada.”
“Apa??Mungkin aku bisa perbaiki.”
“Salah lo adalah,, lo udah bikin gue bosen sama lo!”Ify tercengang dengan kata kata Debo. Ia terdiam.
Tak ada satupun kata yang mampu keluar dari mulutnya. ‘apa selama ini Debo hanya mempermainkan perasaannya aja??Apa Debo tidak pernah serius dengannya??’Pertanyaan it uterus berputar di kepala Ify saat itu.
“Sebenernya lo itu bego atau pura pura bego sih ‘Princess Allsya’?? ”Debo langsung pergi meninggalkan Ify yang masih diam tertunduk dengan air matanya yang terus mengalir.
Apa dia pernah di sakiti Ify?? Tidak. Atau Ify teralu protective?? Tidak. Apa Ify pernah memarahari Debo atas apa yang di dengar Ify dari teman temannya?? Ify sama sekali tak pernah memperdulikannya. Lalu apa salah Ify??
Debo bosan dengan Ify. Berarti Debo memang tidak pernah menyayanginya, seperti ia yang sangat menyayangi debo.
Setiap hari, setiap malam, setiap waktu, Ify terus memikirkannya. Ia terus mengurung dirinya di kamar.
Tidak mau keluar apalagi turun sekolah. Iel sangat bingung dengan kelakuan Ify yang gak mau keluar dari kamarnya, banyak hal hal yang negative mulai muncul di pikirannya.
Kadang ia berfikir untuk berbuat nekat, tapi ia berfikir…Bagaimana dengan Ify? Ia memang melakukan itu demi Ify, tapi apa yang ia lakukan itu tak akan menyakiti perasaan Ify?
Mungkin ia hanya dapat melakukannya dengan cara sehalus mungkin untuk membujuk Ify.Ify memang sangat peka.Mungkin untuk Iel, Ify sama sekali tidak bisa ia kasari.
Di dalam kamarnya, Ify termenung sambil menggenggam pulpennya. Semua cowok itu hampir semuanya sama.
Semuanya hanya ingin menyakiti kaum hawa, memang tidak semuanya tapi dari 1000 orang mungkin hanya ada 2 orang yang tidak seperti itu, pikirnya. Lalu nterdengar suara dari luar kamarnya.
“Fy, buka donk pintunya”
“…”
“ka..kalo kamu nggak mau buka pintunya, kakak dobrak ya Fy??”Kata Iel Ragu ragu
“…”Karna tak ada jawaban dari dalam Iel semakin khawatir dengan Ify.
‘Brukkk!’Pitu berhasil terdobrak lalu Iel bergegas masuk.
Iel menemukan Ify yang pingsan tak berdaya di dekat ranjangnya. Iel langsung membawa Ify ke rumah sakit.
Sesampainya di sana Ify masuk ke Ruang UGD, dan Iel terus menungguinya. Setelah dokter keluar, Iel langsung menghampirinya.
“Dok, gimana keadaan adik saya Dok??”
“Ia sudah berhasil melewati masa kritisnya, untung saja dia di bawa kesini cepat. Tapi ia masih harus di rawat di sini selama beberapa hari.”
“Iya dok,”
Lalu setelah itu, Iel memasuki ruang rawat Ify dan mengelus rambut adiknya dengan lembut.
Ia menatap Ify yang masih menutup matanya dengan kulitnya yang sekarang menjadi pucat.
Sebagai seorang kakak, ia merasa telah gagal menjaga Ify. Tak terasa setetes air mata jatuh dari mata Iel ke tangan Ify, dengan cepat Iel menghapusnya lalu pergi keluar ruangan.
Setelah keluar dari rumah sakit, sikap Ify berubah menjadi dingin, jutek, pendiam, penyendiri, dan sangat tertutup.
Iel juga tidak pernah menanyakan alasan Ify yang berubah seperti itu karna ia tau bahwwa kondisi Ify sekarang masih belum stabil.
Ify berjalan tanpa memperdulikan sekitar, ia menyebrang tanpa meliht ke kanan maupun kiri dan
‘Tiiinn Tiinn!!’Sebuah mobil yang sedang melaju menuju Ify dan…
Ify membuka matanya, ia menatap ke sekitar tempat ia sekarang sedang berbaring. Ia sama sekali tidak mengenali tempat itu.
Seorang cowo dengan baju basket sendang duduk di sebelahnya.
“Hey”sapa cowo Itu
“…”
“Gue cakka, lo?”
“Ify. Ini dimana?”Kata Ify dingin
“Di rumah gue. Tadi nyokap gue ga sengaja nabrak lo dan…”Belum sempat Cakka melanjutkan bicaranya, Ify sudah berusaha untuk berdiri tapi…
“Aww…”Ify memegangi kakinya.
“Ehh..”Cakka langsung membanu Ify untuk tiduran lagi di di ranjangnya. Ify sedikit menghela nafas alu menatap ke depan dengan pandangan kosong.
“Lo ada masalah?”Tanya Cakka yang dari tadi memperhatikan Ify yang terus melamun.
“Bukan urusan lo.”Jawab Ify ketus sambil memalingkan wajahnya dari cakka.
“Cakka,, ayo makan dulu”Seorang wanita paruh baya masuk dari pintu kamar.
“Eh, kamu sudah bangun. Gimana keadaan kamu?”Wanita itu duduk di sebelah ranjang Ify.
“Iya…”kata Ify lalu memalingan pandangannya lagi.
“Yaudah kalo gitu mama keluar dulu ya Cakk…”
“Iya ma”Kata Cakka.
“Gue mau pulang”
“Tapi udah malem Fy…”
“…”
“Lo istirahat dulu, atau lo kabarin keluarga lo dulu.”
“…”
“Lo baik baik ya…”Cakka pergi meninggalkan kamar itu.
“Kak Iel…”Gumam Ify sambil meneteskan air matanya.
#Keesokan harinya
“Kak Iel…”Igau Ify, Cakka yang mendengar igauan Ify menajamkan pendengarannya.
“Kak Iel…”Igau Ify terdengar Jelas.
“Iel??”
“Umbh…”Ify bangun dari tidurnya.
“Lo uda bangun?”
“Menurut lo?”Cakka tersenyum tipis.
“Lo kenal Iel?”Ify mengangkat sebelah alisnya
“I…Iya”Kata Ify
“Lo Kenal Iel dari mana??”Tanya Cakka
“Dia kakak gue.”Kata Ify sambil memalingkan wajahnya, lebih tepatnya ia tidak mau menatap muka Cakka. Cakka tersenyum.
“Pantes aja.”Ify mengangkat sebelah alisnya
“Sifat lo dan mata lo sama kayak Iel.”Kata Cakka.
“Lo mau jalan jalan gak??”Tanya Cakka sambil mengulurkan tangannya. Ify menerim uluran tangannya dan pergi jalan jalan.
“Fy,,”Cakka dan Ify duduk di taman sambil memandang indahnya pemandangan di situ, Cakka menggandeng tangan Ify.
“Gue pasti seneng banget kalo gue jadi Iel”Kata Cakka. Ify hanya memandang wajah Cakka yang memandang kosong ke depan.
“Gue pasti seneng banget, karna hidup gue gak bakalan sepi kalo gue punya saudara…”
“Gue memang punya seorang mama yang sangat sayang sama gue, tapi gue sangat kesepian kalo mama lagi kerja atau lagi ga ada di rumah”
“Eh, kok gue jadi curhat gini ya??”
“G…gak papa kok.”Kata Ify
“Kan gue udah sekarang gantian lo yang cerita kenapa lo jadi kayak gini.”Raut muka Ify langsung berubah.
“Cerita donk Fy…”
“Uda ga ada lagi yang ada buat gue.”Kata Ify sambil menutup matanya.
“Maksud lo?”Lalu Ify menceritakan masalahnya dengan Debo dan pada akhirnya dia menjadi seperti ia sekarang.
“…Dan itu berarti gue udah gak penting lagi buat mentingin mereka…”Kata Ify mengakhiri ceritanya.
“Lo mau tau gak Fy, pendapat gue??”Tanya Cakka. Ify mengangkat sebelah alisnya.
“Lo itu egois banget”Kata Cakka tanpa menoleh sedikitpun kea rah Ify.
‘JDERR’ Ify sangat kaget mendengar perkataan Cakka dan langsung berdiri.
“Fy, Lo mau kemana?”Tanya Cakka melihat Ify berdiri.
“…”Tapi Ify langsung pergi begitu saja.
Setelah kejadian itu Ify gak pernah mau jawab lagi kalo di tanya atau di panggil Cakka.
“Fy,”Sapa Cakka yang mendapati Ify sedang menangis. Ify yang melihat Cakka langsng pergi tapi tertahan karna tangannya telah di gapai Cakka.
“Apa mau Lo?”
“Fy? Kenapa lo terus menghindar dari gue??”
“…”
“Apa karna waktu itu gue bilang lo egois??”
“…”
“Apa lo marah karna itu??”
“lepasin gue”Kata Ify datar
“Jawab Fy!”
“LEPASIN!!”Cakka menarik Ify ke pelukannya.
“Lepasin gue…”Air mata Ify mulai menetes.
“Lo memang egois Fy,,”
“Lo egois karna lo ngelawan kata hati lo”
“Lo egois karna lo ngenggep diri lo itu sendiri”
“Lo egois karna lo gak pernah liat Iel yang sayang banget sama lo…”
“Dan Lo egois karna…Lo ga liat gue yang juga akan selalu ada buat lo.”Kata Cakka panjang lebar dan mengatakan kalimat terakhirnya dengan suara kecil, hingga tak dapat di dengar oleh Ify.
Mata Ify semakin berair. Benar yang di Katakan Cakka. Kak Iel yang selalu sayang dan selalu ada buat dia.
Kak Iel,, kak Iel adalah orang yang sangat amat memperdulikan dirinya. Yang juga sangat ia sayangi.
Kenapa ia bisa seegois itu dengan mengatakan tak ada orang yang memperdulikannya lagi??
Semua hari harinya yang penuh muruh dan kesedihan,, Kak Iel selalu ada untuknya…Kakaknya… ‘My best brother’Batin Ify. Ify menutup matanya…
Cakka melepas pelukannya,, Ify membuka matanya.
“Uda enakan??”Ify mengangguk
“Kak, anterin gue ke rumah”Kata Ify
“Siip”
>>>
“Uda sampe Fy,,”
“Iya,,”
“Gue pulang ya,,”
“Iya..”
“Ehk…”
“Kenapa Fy??”
“Thax yah kak…”Kata Ify sambil tersenyum manis. Cakka terpaku……
****
Ini sudah hari ke-5 setelah menghilangnya Ify. Semenjak menghilangnya Ify, Iel menjadi sangat terpuruk.
“Fy,, lo dimana??”
“Gue kangen banget sama lo…”
“Apa lo pergi karna gue gak bisa menjadi kakak yang baik buat lo??”
“Kak, lo kakak terbaik yang gue punya”Kata Sesseorang dari belakang Iel. Iel menoleh
“Ify!”Ify merentangkan tangannya sambil tersenyum ke Iel, Iel langsung memeluk Ify dengan sangat erat, menuangkan segala rasa rindunya, rasa sayangnya, pada adiknya tersayang. Ify.
“Kak, maafin Ify yah kak…”Ify kembali meneteskan air matanya
“kakak yang seharusnya minta maaf sama kamu Fy”Iel melepas pelukannya dan menghapus air mata Ify dengan kedua jarinya dengan lembut, tiba tiba ify kembali memeluk Iel dengan eratnya,
“Hikzzz……kak ielll……”
“Iya Fy?”
“You’re ‘My best Brother’ Forever”Kata Ify dengan manjanya. Iel menyunggingkan senyumannya sambil mengelus pundak adiknya, Ify…
Cakka yang ternyata masih belum pulang menatap pemandangan itu dari jauh, dan tersenyum.
“Huh, gue punya perasaan kalo sebentar lagi gue ga bakal kesepian lagi deh…”Kata Cakka sambil memakai helm full facenya dan pulang kembali ke rumahnya…
FB Off
“Dan kemarin itu Ify ketemu sama Debo, makanaya dia jadi keinget kejadian itu…”Kata Iel mengakhiri dongengnya(??). Rio yang mendengar cerita itu menampakkan wajah yang tak dapat di deskripsikan dengan kata kata -,- .
“Lo kenapa yoo??”melihat wajah Rio lama lama Iel menjai jijik juga.
“Gue terharu,, Ceritanya dramatis banget. lo ambil dari novel mana tuh yel? Mau gue borong(Dari novelnya penulis yo*Amin)”
‘Pletakk!!!’Dengan jengkelnya Iel menjitak kepala Rio.
“Hehe…Peace yel, gue Cuma becanda kok.”
“Lo tuh…Argh!!”
‘Ify’Batin Rio sambil tersenyum masam…
Bersambung…
Tinggalkan komen…
Rabu, 08 Desember 2010
Seperti Daun yang jatuh ditiup angin(Part6 Girl Friend or Sister??)
I'm Back!!
Uda nih lanjutannya,,, Happy reading
Seperti Daun yang jatuh ditiup angin(Part6 Girl Friend or Sister??)
“Yaudah kalo gitu Ify ganti baju dulu yah…”tiba tiba Alvin menaril tangan Ify hingga Ify jatuh di peluakannya. Ify speechless. Alvin menutup matanya
“Fy, lo jangan bohong yah sama gue.”bisiknya
“I..iya kak.”Alvin langsung melepaskanpelukannya.
‘Apa kak Alvin tau soal pekerjaan Ify? Ga mungkin’Batin Ify
‘Gue masih merasa ada yang lo sembunyiin dari gue fy…’Batin Alvin
***
@Café
“Kak, Ify boleh nanya gak?”Tanya Ify ragu ragu
“Boleh kok, emang mau tanya apa?”
“Kakak pacaran ya sama kak ‘Zevana’?? ”
“Uhuk…uhuk…”Tiba tiba Alvin tersedak.
“Eh pelan pelan kak, minum gih,”Ify memberikan es jeruk pada Alvin
“Dari mana lo tau Fy??”
“Dari…”Ify yang hampir saja keceplosan langsung berfikir ‘Masa aku bilang kalo kak Zeva datang ke tempat aku terus marah marah…Ga mungkin lah.’
“Dari…kata temen temen aku kak. Iyah dari temen temen aku.”
“Wah, gue jadi berasa Artis nih di jadiin bahan gossip.”
“emang artis kali kak…”gumam Ify pelan tapi masih terdengar di telinga Alvin. Setelah makan mereka langsung pulang ke rumah.
***
@Kamar Ify
“Aku hari ini udah nambah banyak dosa nih”gumam Ify sambil membuka buku Diarynya. Lalu menulis sesuatu di situ.
“Apa yang tadi gue denger itu bener Fy?”gumam seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah Alvin.
FB On
Alvin sedang duduk di kantin sambil berbincang bincang dengan teman temannya tiba tiba Debo datang menghampirinya.
“Sob, yang kemaren lo anter tuh siapa?”
“Ooh… Ify itu mah adek gue. Kenapa lo naksir?”
“Ya engga lah sob, tapi kalo dia mau juga boleh sih”Alvin langsung menoyor kepala Debo.
“Eh iya, kemaren gue liat Trio Queen keluar dari kelasnya.”
“Apa?! Dia ga di apa apain khan? Emang mereka ngapain?? Mereka Bilang apa sama Ify??”
“Gue ga denger jelas sih, tapi yang gue denger ada kata kata ‘ngerepotin’sama ‘Cuma numpang’ gitu Vin. Emang lo gak tau??”Alvin mengerutkan keningnya. ‘Ngerepotin??Cuma numpang??’
“Ada Zeze juga?”Kata Alvin memastikan
“Iya lah. Lengkap deh pokoknya Trio Queen.”
“Terus gimana keadaan Ify??”Alvin khawatir.
“Menurut gue sih dia kayak terpaku gitu terus bukannya gue sok tau tapi kayaknya pandangannya kosong gitu.”Kata Debo jujur.
‘Ify, gimana keadaan lo? Apa lo ga papa??’Batin Alvin khawatir.
FBOff
Alvin sedikit mengintip dari luar kamar Ify dengan penuh khawatir. Ia sedikit menghela nafas.
“Kenapa lo musti bohong sama gue sih Fy?”gumam Alvin lalu pergi ke kamarnya.
“Gue jadi makin pusing sama semua ini,,sebeernya gue kenapa sih??”Alvin mengacak rambutnya.
***
#Keesokan harinya
Cakka P.O.V
Kenapa harus nama itu yang di ucapkan Agni?? Iel Iel dan Iel. Nama itu sangat sering di ucapkan Agni.
“Lo tuh aneh banget sih Cakk, jauh deh dari kak Iel. Lo tuh kekanakan banget. Coba ada kak Iel di sini”
“Ify, gue kangen banget sama kak Iel…”
“Emm…gak papa. Gue Cuma lagi mikirin Kak Iel aja kok”
Dan masih banyak lagi. Gue gak suka hal itu. gue benci banget. Siapa sih iel itu sebenarnya?? Yang gue tau dari Ify hanya…
“Kak Iel tuh kakak kandungku. Nama Aslinya Gabriel, tapi lebih akrab di panggil Iel.”
“Kak Iel tuh emang deket banget sama Agni. Biasanya aja kalo uda maen basket berdua aku di lupain. Serasa dunia milik berdua deh pokoknya.”
Dan itu semua yang ngebuat gue makin curiga, apa Agni ada rasa sama Iel?? Entah mengapa dada gue terasa sesek banget membanyangkan hal ittu andai itu semua bener. Rasanya sakit banget.
“Woi Cakk?!”Gue kaget benget, gue noleh ternyata ada Agni. Gue langsung membuang muka pelan.
“Gak baik kali ngelamun pagi pagi.”
“…”
“Iih lo nih Cakk,, gue kan lagi ngomong dengerin kek, lo itu beda banget sama…”Dengan penuh emosi gue ngebentak Agni.
***
Agni P.O.V
“Sama siapa?! Sama Gabriel? Si Iel itu ?! yang menurut lo yang paling perfect itu? lo mau bilang apa lagi?Lo mau bilang Kalo gue itu beda banget sama Dia?! Lo mau bilang Dia gak pernah ngacangin lo?! Hah?! Gue emang beda dari dia Ag?! Gue bukan Iel, Gabriel atau siapa pun namanya itu. gue Cakka Ag! Gue Cakka Kawegas Nuraga! Gue yang memang gak bisa apa apa di mata lo! Tapi ini gue! Bukan Dia! Gue kasih tekanan ke elo ‘GUE BUKAN DIA’ dan lo gak bisa seenaknya membanding bandingkan Gue dan Dia yang memang sangat beda…!Ngerti lo?!”Cakka membentak gue dengan penuh penekanan di setiap katakatanya. Gue terpaku mendengarnya. Apa mungkin kata kata yang selama ini gue ucapin ke dia itu sudah nyinggung dia??
Apa benar dia semarah itu sama gue?? Dia langsung pergi keluar kelas gitu aja. Gue masih terpaku dengan yang udah dia lakuin ke gue tadi.
Gue merasa pusing,, makin pusing…pandangan gue makin rabun dan…
Author P.O.V
‘Brukk’Agni tarjatuh,
“Agni!!!”Kata Ify yang baru datang dan melihat Agni pingsan.
“Yo,, Agni pingsan di dalem!!!”Ify dengan semua kekhawatirannya langsung memanggil Rio untuk membawa Agni ke UKS.
***
Cakka P.O.V
Mungkin kelakuan gue tadi udah keterlaluan, tapi gue tadi emang emosi banget di banding bandingin gitu sama dia. tapi mau gimana lagi coba??
Gue udah terlanjur ngebentak dia tadi. Kayaknya mending gue cabut aja deh sekarang dari pad nanti di kelas gue malah berdebat lagi sama dia. tapi anehnya, waktu gue masuk kelas sebagian orang orang kel;as malah ngeliatin gue,
gue lihat ke sekelilinhg,
Rio gak ada. Ify gak ada. Dan Agni juga gak ada.
Mereka kemana ya?? Ga tau deh. Mending gue cabut sekarang dari pada ketahuan guru.
Gue pergi ke salah satu café favorit gue. Di café Maven. Entah kenapa gue terus memikirkan Agni.
Pikiran gue gak pernah bisa lepas dari dia. Agni. Nama yang selalu terukir di pikiran gue tanpa sebab.
Datang dengan seenaknya ke pikiran gue dan menyakiti gue dengan semuanya. Gue duduk di salahsatu kursi di café itu.
“Mau pesan ap…..pa??”seorang gadis yang memakiai baju maid sedikit mengagetkan gue. Matanya tampak dalam ngeliat gue jujur gue agak risih tapi……
“Gue pesan 1 orange juice float aja”Tapi dia masih ngeliatin gue. Tiba tiba dia menggeleng.
“Kamu pesan apa tadi??”Katanya.
“1 orange juice”Kata gue lagi.
“Okay, tunggu sebentar ya.”Katanya seraya pergi.
“Eits”Gue pegang tangannya terus dia balik menghadap gue lagii. Pipinya agak merona.
“Ke…kenapa??”Tanyanya
“Nama lo siapa??”
“Oik Cahya. Panggil Oik aja. Kamu?”Katanya sambil menjulurkan tangannya.
“Cakka.”
“Yaudah, aku ke belakang dulu ya, bikinin pesanan kamu.”Ia pergi lagi. Kalo gue perhatikan dia manis juga.
“Nih minumannya”Katanya dan ternyata gue dari tadi ngelamun.
“Eh iya”Gue liat di belakangnya kayaknya tadi gue ada liat bayangan seorang cowok di balik tembok, tapi pas gue liat lagi cowok itu sudah ilang entah kemana.
“Kenapa?”Tanya Oik sambil melihat ke arah gue tadi ngeliat bayangan cowok itu.
“Gak kok, gak papa.”Kata gue.
“eh iya, boleh gak gue minta nomer hape lo??”Sambung gue
“Boleh kok, nomor hpku 08*******”
“Ok, udah gue save, kalo no gue 08********”
“Ok udah aku save juga”
****
Author P.O.V
@Kelas Alvin
Di kelas Alvin 95% anak murid mengerjakan Pr di sekolah lebih tepatnya menyalin temannya punya(Persis seperti di kelas saya) tapi tidak dengan Alvin,
dia hanya melamun. Debo yang melihat tingkah aneh teman sebangkunya mengangkat sebelah alisnya.
“Vin, lo kenapa??”Debo menepuk pundak Alvin.
“…”Tak ada jawaban dari Alvin, lalu debo memiliki ide.
“Eh ada Ify…”Katanya sambil menengok kedepan, mendengar nama Ify Alvin langsung ikut menengok.
“Mana Ify mana??”Alvin sambil mencari keberadaan Ify.
“Kok Ify ilang sih??”Lanjutnya
“Emang dari tadi gak ada.”Kata Debo dengan santainya dan duduk di sebelah Alvin.
‘Pletakk’Alvin menjitak kepala Debo.
“Jadi maksud lo apa bo’ongin gue?”
“Habis lo aneh banget sih hari ini. Lo udah ngerjain pe-er Fisika??”
“Udah.”
“Tumben.”
“Yaiyalah sudah, orang soalnya semua gampang kok.”
“Soal kayak gitu lo bilang gampang??Kalo lo gak nyalin sekarang mungkin aja nanti nilai lo kayak waktu itu.”
“Maksud lo??”
“Yah, dapet tongkat gitu.”
“Itu sih elo bukan gue.”
“Emang lo lagi mikirin apa sih sob??”
“Gue lagi bingung aja. Sekarang Ify udah mulai bo’ong sama gue.”
“Ampun deh vin, lo emang pinter Fisika. Tapi gak gue nyangka ternyata lo bego juga…”Kata Debo dengan santainya.
“Maksud lo??”Alvin gak terima di bilangi bego.
“Gini ya,, gue tanya sama lo. Kalo lo lagi berada di posisi Ify terus lo di teror sama pacarnya orang ang selama ini bantuin lo. Apa lo bakal tetep ngaduin itu semua ke dia??”Dengan cepat Alvin Menjawab
“Iya.”
“Bro, itu sih elo. Kalo menurut gue sih, kayaknya Ify itu pemikirannya lebih jauh dari pada lo yangpikirannya pas pasan.”
“Emang menurut lo dia mikirin apa??”
“Dia pasti mikirnya takut ngerusak hubungan lo, dan lagi pula kalo memang dia kasi tau apa mungkin lo langsung percaya gitu aja??”Alvin tampak sedikit berfikir benar saja.
Apa mungkin bila Ify memberi tau Alvin saat itu Alvin akan semuadah itu percaya padanya??
Mungkin iya…tapi bagaimana bila saat itu Debo tidak memberitaunya terlebih dahulu??Mungkin ia tidak akan percaya.
Dan mungkin ia akan menganggap bahwa Ify hanya mengada ngada saja.
“Udah deh sekarang lo gak usah mikir teralu jauh ke sana. You just have to choose your sister or your girl friend??”Kata Debo sambil
“Inget Vin, lo jangan takut untuk memilih karna takut salah satu dari mereka sakit, karna kalo lo ga bisa milih salah satu dari mereka, mereka berdua akan sama sama sakit karna lo.”
“So, Choose Sister or girl friend?”
Alvin terus menerus memikirkan kata kata Debo. Dua wajah terus terbayang di benaknya. Zevana. Dan Ify.
“Alvin!!”Panggil Zevana dari arah pintu dengan senyumannya. Senyuman yang penuh keceriaan. Senyuman yang sangan manis. Senyuman yang dulu telah berhasil merebut hati Alvin. Alvi menggeleng. Ia melihat kambali ke arah pintu tapi Zevana sudah tidak ada di sana atau memang ia tak pernah hadir di sana.
“Kak Alvinn!!”Alvin noleh lagi. Ada Ify yang lagi tersenyum ke arahnya dari pintu belakang. Gadis mungil itu selalu bisa membuat Alvin tersenyum. Dengan semua tingkahnya. Dengan semua kepolosannya. Dengan segalanya. Alvin sangat nyaman di sisi Ify. Ify, Hanya seorang Ify. Tapi bayangan Ify mulai pudar dan menghilang. Itu semua ternyata hanya khayalan Alvin.
‘Ify or Zevana??’
‘Sister Or Girl friend??’Pikirnya.
Bersambung…
Uda nih lanjutannya,,, Happy reading
Seperti Daun yang jatuh ditiup angin(Part6 Girl Friend or Sister??)
“Yaudah kalo gitu Ify ganti baju dulu yah…”tiba tiba Alvin menaril tangan Ify hingga Ify jatuh di peluakannya. Ify speechless. Alvin menutup matanya
“Fy, lo jangan bohong yah sama gue.”bisiknya
“I..iya kak.”Alvin langsung melepaskanpelukannya.
‘Apa kak Alvin tau soal pekerjaan Ify? Ga mungkin’Batin Ify
‘Gue masih merasa ada yang lo sembunyiin dari gue fy…’Batin Alvin
***
@Café
“Kak, Ify boleh nanya gak?”Tanya Ify ragu ragu
“Boleh kok, emang mau tanya apa?”
“Kakak pacaran ya sama kak ‘Zevana’?? ”
“Uhuk…uhuk…”Tiba tiba Alvin tersedak.
“Eh pelan pelan kak, minum gih,”Ify memberikan es jeruk pada Alvin
“Dari mana lo tau Fy??”
“Dari…”Ify yang hampir saja keceplosan langsung berfikir ‘Masa aku bilang kalo kak Zeva datang ke tempat aku terus marah marah…Ga mungkin lah.’
“Dari…kata temen temen aku kak. Iyah dari temen temen aku.”
“Wah, gue jadi berasa Artis nih di jadiin bahan gossip.”
“emang artis kali kak…”gumam Ify pelan tapi masih terdengar di telinga Alvin. Setelah makan mereka langsung pulang ke rumah.
***
@Kamar Ify
“Aku hari ini udah nambah banyak dosa nih”gumam Ify sambil membuka buku Diarynya. Lalu menulis sesuatu di situ.
“Apa yang tadi gue denger itu bener Fy?”gumam seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah Alvin.
FB On
Alvin sedang duduk di kantin sambil berbincang bincang dengan teman temannya tiba tiba Debo datang menghampirinya.
“Sob, yang kemaren lo anter tuh siapa?”
“Ooh… Ify itu mah adek gue. Kenapa lo naksir?”
“Ya engga lah sob, tapi kalo dia mau juga boleh sih”Alvin langsung menoyor kepala Debo.
“Eh iya, kemaren gue liat Trio Queen keluar dari kelasnya.”
“Apa?! Dia ga di apa apain khan? Emang mereka ngapain?? Mereka Bilang apa sama Ify??”
“Gue ga denger jelas sih, tapi yang gue denger ada kata kata ‘ngerepotin’sama ‘Cuma numpang’ gitu Vin. Emang lo gak tau??”Alvin mengerutkan keningnya. ‘Ngerepotin??Cuma numpang??’
“Ada Zeze juga?”Kata Alvin memastikan
“Iya lah. Lengkap deh pokoknya Trio Queen.”
“Terus gimana keadaan Ify??”Alvin khawatir.
“Menurut gue sih dia kayak terpaku gitu terus bukannya gue sok tau tapi kayaknya pandangannya kosong gitu.”Kata Debo jujur.
‘Ify, gimana keadaan lo? Apa lo ga papa??’Batin Alvin khawatir.
FBOff
Alvin sedikit mengintip dari luar kamar Ify dengan penuh khawatir. Ia sedikit menghela nafas.
“Kenapa lo musti bohong sama gue sih Fy?”gumam Alvin lalu pergi ke kamarnya.
“Gue jadi makin pusing sama semua ini,,sebeernya gue kenapa sih??”Alvin mengacak rambutnya.
***
#Keesokan harinya
Cakka P.O.V
Kenapa harus nama itu yang di ucapkan Agni?? Iel Iel dan Iel. Nama itu sangat sering di ucapkan Agni.
“Lo tuh aneh banget sih Cakk, jauh deh dari kak Iel. Lo tuh kekanakan banget. Coba ada kak Iel di sini”
“Ify, gue kangen banget sama kak Iel…”
“Emm…gak papa. Gue Cuma lagi mikirin Kak Iel aja kok”
Dan masih banyak lagi. Gue gak suka hal itu. gue benci banget. Siapa sih iel itu sebenarnya?? Yang gue tau dari Ify hanya…
“Kak Iel tuh kakak kandungku. Nama Aslinya Gabriel, tapi lebih akrab di panggil Iel.”
“Kak Iel tuh emang deket banget sama Agni. Biasanya aja kalo uda maen basket berdua aku di lupain. Serasa dunia milik berdua deh pokoknya.”
Dan itu semua yang ngebuat gue makin curiga, apa Agni ada rasa sama Iel?? Entah mengapa dada gue terasa sesek banget membanyangkan hal ittu andai itu semua bener. Rasanya sakit banget.
“Woi Cakk?!”Gue kaget benget, gue noleh ternyata ada Agni. Gue langsung membuang muka pelan.
“Gak baik kali ngelamun pagi pagi.”
“…”
“Iih lo nih Cakk,, gue kan lagi ngomong dengerin kek, lo itu beda banget sama…”Dengan penuh emosi gue ngebentak Agni.
***
Agni P.O.V
“Sama siapa?! Sama Gabriel? Si Iel itu ?! yang menurut lo yang paling perfect itu? lo mau bilang apa lagi?Lo mau bilang Kalo gue itu beda banget sama Dia?! Lo mau bilang Dia gak pernah ngacangin lo?! Hah?! Gue emang beda dari dia Ag?! Gue bukan Iel, Gabriel atau siapa pun namanya itu. gue Cakka Ag! Gue Cakka Kawegas Nuraga! Gue yang memang gak bisa apa apa di mata lo! Tapi ini gue! Bukan Dia! Gue kasih tekanan ke elo ‘GUE BUKAN DIA’ dan lo gak bisa seenaknya membanding bandingkan Gue dan Dia yang memang sangat beda…!Ngerti lo?!”Cakka membentak gue dengan penuh penekanan di setiap katakatanya. Gue terpaku mendengarnya. Apa mungkin kata kata yang selama ini gue ucapin ke dia itu sudah nyinggung dia??
Apa benar dia semarah itu sama gue?? Dia langsung pergi keluar kelas gitu aja. Gue masih terpaku dengan yang udah dia lakuin ke gue tadi.
Gue merasa pusing,, makin pusing…pandangan gue makin rabun dan…
Author P.O.V
‘Brukk’Agni tarjatuh,
“Agni!!!”Kata Ify yang baru datang dan melihat Agni pingsan.
“Yo,, Agni pingsan di dalem!!!”Ify dengan semua kekhawatirannya langsung memanggil Rio untuk membawa Agni ke UKS.
***
Cakka P.O.V
Mungkin kelakuan gue tadi udah keterlaluan, tapi gue tadi emang emosi banget di banding bandingin gitu sama dia. tapi mau gimana lagi coba??
Gue udah terlanjur ngebentak dia tadi. Kayaknya mending gue cabut aja deh sekarang dari pad nanti di kelas gue malah berdebat lagi sama dia. tapi anehnya, waktu gue masuk kelas sebagian orang orang kel;as malah ngeliatin gue,
gue lihat ke sekelilinhg,
Rio gak ada. Ify gak ada. Dan Agni juga gak ada.
Mereka kemana ya?? Ga tau deh. Mending gue cabut sekarang dari pada ketahuan guru.
Gue pergi ke salah satu café favorit gue. Di café Maven. Entah kenapa gue terus memikirkan Agni.
Pikiran gue gak pernah bisa lepas dari dia. Agni. Nama yang selalu terukir di pikiran gue tanpa sebab.
Datang dengan seenaknya ke pikiran gue dan menyakiti gue dengan semuanya. Gue duduk di salahsatu kursi di café itu.
“Mau pesan ap…..pa??”seorang gadis yang memakiai baju maid sedikit mengagetkan gue. Matanya tampak dalam ngeliat gue jujur gue agak risih tapi……
“Gue pesan 1 orange juice float aja”Tapi dia masih ngeliatin gue. Tiba tiba dia menggeleng.
“Kamu pesan apa tadi??”Katanya.
“1 orange juice”Kata gue lagi.
“Okay, tunggu sebentar ya.”Katanya seraya pergi.
“Eits”Gue pegang tangannya terus dia balik menghadap gue lagii. Pipinya agak merona.
“Ke…kenapa??”Tanyanya
“Nama lo siapa??”
“Oik Cahya. Panggil Oik aja. Kamu?”Katanya sambil menjulurkan tangannya.
“Cakka.”
“Yaudah, aku ke belakang dulu ya, bikinin pesanan kamu.”Ia pergi lagi. Kalo gue perhatikan dia manis juga.
“Nih minumannya”Katanya dan ternyata gue dari tadi ngelamun.
“Eh iya”Gue liat di belakangnya kayaknya tadi gue ada liat bayangan seorang cowok di balik tembok, tapi pas gue liat lagi cowok itu sudah ilang entah kemana.
“Kenapa?”Tanya Oik sambil melihat ke arah gue tadi ngeliat bayangan cowok itu.
“Gak kok, gak papa.”Kata gue.
“eh iya, boleh gak gue minta nomer hape lo??”Sambung gue
“Boleh kok, nomor hpku 08*******”
“Ok, udah gue save, kalo no gue 08********”
“Ok udah aku save juga”
****
Author P.O.V
@Kelas Alvin
Di kelas Alvin 95% anak murid mengerjakan Pr di sekolah lebih tepatnya menyalin temannya punya(Persis seperti di kelas saya) tapi tidak dengan Alvin,
dia hanya melamun. Debo yang melihat tingkah aneh teman sebangkunya mengangkat sebelah alisnya.
“Vin, lo kenapa??”Debo menepuk pundak Alvin.
“…”Tak ada jawaban dari Alvin, lalu debo memiliki ide.
“Eh ada Ify…”Katanya sambil menengok kedepan, mendengar nama Ify Alvin langsung ikut menengok.
“Mana Ify mana??”Alvin sambil mencari keberadaan Ify.
“Kok Ify ilang sih??”Lanjutnya
“Emang dari tadi gak ada.”Kata Debo dengan santainya dan duduk di sebelah Alvin.
‘Pletakk’Alvin menjitak kepala Debo.
“Jadi maksud lo apa bo’ongin gue?”
“Habis lo aneh banget sih hari ini. Lo udah ngerjain pe-er Fisika??”
“Udah.”
“Tumben.”
“Yaiyalah sudah, orang soalnya semua gampang kok.”
“Soal kayak gitu lo bilang gampang??Kalo lo gak nyalin sekarang mungkin aja nanti nilai lo kayak waktu itu.”
“Maksud lo??”
“Yah, dapet tongkat gitu.”
“Itu sih elo bukan gue.”
“Emang lo lagi mikirin apa sih sob??”
“Gue lagi bingung aja. Sekarang Ify udah mulai bo’ong sama gue.”
“Ampun deh vin, lo emang pinter Fisika. Tapi gak gue nyangka ternyata lo bego juga…”Kata Debo dengan santainya.
“Maksud lo??”Alvin gak terima di bilangi bego.
“Gini ya,, gue tanya sama lo. Kalo lo lagi berada di posisi Ify terus lo di teror sama pacarnya orang ang selama ini bantuin lo. Apa lo bakal tetep ngaduin itu semua ke dia??”Dengan cepat Alvin Menjawab
“Iya.”
“Bro, itu sih elo. Kalo menurut gue sih, kayaknya Ify itu pemikirannya lebih jauh dari pada lo yangpikirannya pas pasan.”
“Emang menurut lo dia mikirin apa??”
“Dia pasti mikirnya takut ngerusak hubungan lo, dan lagi pula kalo memang dia kasi tau apa mungkin lo langsung percaya gitu aja??”Alvin tampak sedikit berfikir benar saja.
Apa mungkin bila Ify memberi tau Alvin saat itu Alvin akan semuadah itu percaya padanya??
Mungkin iya…tapi bagaimana bila saat itu Debo tidak memberitaunya terlebih dahulu??Mungkin ia tidak akan percaya.
Dan mungkin ia akan menganggap bahwa Ify hanya mengada ngada saja.
“Udah deh sekarang lo gak usah mikir teralu jauh ke sana. You just have to choose your sister or your girl friend??”Kata Debo sambil
“Inget Vin, lo jangan takut untuk memilih karna takut salah satu dari mereka sakit, karna kalo lo ga bisa milih salah satu dari mereka, mereka berdua akan sama sama sakit karna lo.”
“So, Choose Sister or girl friend?”
Alvin terus menerus memikirkan kata kata Debo. Dua wajah terus terbayang di benaknya. Zevana. Dan Ify.
“Alvin!!”Panggil Zevana dari arah pintu dengan senyumannya. Senyuman yang penuh keceriaan. Senyuman yang sangan manis. Senyuman yang dulu telah berhasil merebut hati Alvin. Alvi menggeleng. Ia melihat kambali ke arah pintu tapi Zevana sudah tidak ada di sana atau memang ia tak pernah hadir di sana.
“Kak Alvinn!!”Alvin noleh lagi. Ada Ify yang lagi tersenyum ke arahnya dari pintu belakang. Gadis mungil itu selalu bisa membuat Alvin tersenyum. Dengan semua tingkahnya. Dengan semua kepolosannya. Dengan segalanya. Alvin sangat nyaman di sisi Ify. Ify, Hanya seorang Ify. Tapi bayangan Ify mulai pudar dan menghilang. Itu semua ternyata hanya khayalan Alvin.
‘Ify or Zevana??’
‘Sister Or Girl friend??’Pikirnya.
Bersambung…
Minggu, 05 Desember 2010
For Love For Allsya(Part1 Dia…)
For Love For Allsya(Part1 Dia…)
Namaku Allsya Saufika anak dari Dertabima Sandanata dan Challse Karitadara. Papaku Dertabima Sandanata, pemilik salah satu perusahaan terbesar di Indonesia dan Mamaku, Challse Karitadara seorang aktis dan penyanyi yang sangat terkenal di dunia intertaimen, tapi tak pernah menganggapku sebagai anak mereka. Aku nggak ngerti, kenapa aku selalu tidak dianggap oleh papa dan mama? Apa salahku? Papa dan mama juga jarang ada di rumah. Hanya aku dan pembantuku yang di rumah.
“Mama!”Sapaku saat mama datang kerumah, tapi mama lewat begitu saja.
“Mbok, saya mau pergi lagi, tolong siapkan barang barang saya.”kata mama pada Mbok Jum.
“iya nyah,,”Mbok Jum pergi ke belakang sementara mama sibuk sendiri.
“Ma, Papa kapan pulangnya?”Tanyaku.
“Saya tak tau”Jawab mama dengan dingin.
“Mama sudah mau pergi lagi?”Kataku melihat mama yang sudah berdiri dengan membawa dua buah koper besar.
“…”Tanpa menjawab mama langsung pergi lagi.
Kadang aku berharap, kapan mama dan papa bisa meluangkan waktu mereka untukku? Walau hanya satu hari. Tapi apa itu mungkin? Itu hanya sebatas harapanku saja. Tapi melihat orang lain yang tertawa, bermanja manja, liburan bersama orang tuanya, kadang aku menjadi iri melihat itu. Tapi aku hanya dapat menuangkan segala yang ku rasakan pada buku diary ku. Hadiah dari nenek. Satu satunya orang yang menyayangiku selain kakakku yang sudah tiada, tapi nenek juga sudah tenang di sana. Dan yang membuat ku lebih sedih lagi, mengapa di saat nenek meninggal pun mama dan papa nggak datang ke pemakaman??
“Non Ify, ada telfon.”Kata Mbok Jum. Aku melangkahkan kakiku ke arah telfon genggam yang ada di ruang tamu.
“Haloo?”
“Apa benar anda dengan Allsya?”
“Iya, ada apa ya?”
“sebentar lagi mobil tuan akan datang ke rumah dan menjemput anda. Beliau menyuruh anda utuk membereskan semua barang barang anda, kalau bisa tidak ada yang tersisa.”
“Ada apa ya? Kok saya harus menyimpun semua barang barang saya?”
“Maaf, saya juga kurang tau. Saya hanya menyampaikan pesan dari tuan”
‘Pasti papa!’Batinku
“Baiklah, itu saja pesan beliau”
“Terima kasih.”Aku tau saat ini pasti akan datang. Aku masih ingat, dulu aku pernah di bawa ke RSJ olehnya dan dirawat di sana selama 4 bulan. Dan 4 bulan itu tidak sebentar tentunya. Dan tentunya rasa sakit yang ku rasakan di hatiku lebih sakit dari 4 bulan itu. Rasa sakit karna perlakuan mereka padaku. Lalu aku berjalan ke kamarku dan menyimpun semua barang barangku hingga tak tersisa. Dan sebuah mobil menjemputku, akupun menaikinya. Ku lihat dari kaca mobil, tapi aku sama sekali nggak mengenali tempat ini. Tiba tiba saja mobil berhenti.
“Kenapa pak??”Tanyaku yang merasa sangat bingung. Kutatap di depan tidak ada apa apa, hanya ada pepohonan di depanku. Tempat apa ini? Aku turun dari mobil sambil menatap jurang yang ada di depanku.
“M… maaf non saya hanya menjalankan perintah …”Tiba-tiba tabuhku serasa terdorong ke arah jurang dalam itu. Tubuhku masuk kedalam jurang itu. Tubuhku terus merasakan sakit akibat benturan benturan ini. Lalu ‘brukk!!’
^^^^
Aku membuka mataku dengan pandangan yang masih kabur aku berusaha melihat ke sekitarku. Aroma ini. Tak mungkin aku salah lagi. Aku di Rumah sakit. Bau obat-obatan memenuhi ruangan bernuansa serba putih ini sangat tercium dengan tajamnya. Aku mencoba untuk berdiri tapi,,
“Argh…”Kepalaku yang sudah berbalut terasa sangat sakit dan tubuhku berasa sangat berat, aku kembali berbaring lagi. Tubuhku sekarang penuh dengang luka dan kepalaku pun berbalut, kenapa ini terjadi padaku??
“Jangan teralu banyak bergarak dik”Kata seseorang yang masuk dari arah pintu dengan mengenakan baju putih, yang merupakan salah satu perawat di tempat ini.
“Aku dimana??”Tanyaku padanya.
“Rumah Sakit Harapan Kita”Kata perawat itu sambil meracik obat.
“Siapa yang membawaku kesini??”
“Seorang kepala panti asuhan yang mengantarmu ke sini”jawabnya lagi.
“Aku mau jalan jalan.”Kataku. ia membalasnya dengan seulas senyum.
“Tapi minum obat dulu ya”Katanya sambil memberikan semangkuk bubur, segelas air putih, dan beberapa butir tablet obat.
Setelah makan obat itu aku langsung keluar dari rungan itu. aku berjalan dengan cukup pelan, setidaknya lebih lambat dari pada biasanya. Aku duduk di bangku taman yang kosong di belakang rumah sakit. Aku terus melamun hingga aku tak menyadari berapa lama aku duduk di kursi itu. Aku hanya berfikir, betapa aku sangat tak di inginkan oleh papa dan mama. Ini sudah yang ke sekian kalinya mereka mencoba untuk memusnahkanku dari kehidupan mereka. Dari saat mereka membayar seseorang untuk menabrakku dan akhirnya Kak Angel yang tertabrak dan……meninggal begitu saja, dan aku sangat menderita karnanya. Di tambah lagi dengan meninggalnya nenek, salah satu orang yang paling aku sayangi. Aku dengan semua penderitaan ini. Tetes demi tetes mulai membasahi pipiku.
Tetesan air mata kepedihan itu terus mengalir. Dari mataku dan dari hatiku.
“Butuh?”Kata seseorang cowok di depanku yang juga menggunakan baju pasien Rumah sakit ini. Aku tersenyum tipis. Sambil menerima tisu yang ia berikan dan mengelap air mataku. Dan ia duduk di sebelahku.
“Gue Debo, elo?”katanya sambil mengulurkan tangannya.
“Aku Ify.”aku menjabat tangannya.
“Lo kenapa nangis?”Tanyanya
“Ga papa kok”Jawabku sambil menatap langit langit.
“Eh iya, kamu sakit apa?”Tanyaku, rasanya pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulutku. Raut mukanya sedikit berubah.
“Ada deh mau tau aja!”Katanya sambil tersenyum padaku, ia mampu membuatku tersenyum setelah sekian lama aku tak pernah tersenyum. Ia menatapku dengan pandangan yang sangat dalam.
“Kenapa? Ada yang salanh sama aku?”Aku memperhaikan diriku dari atas sampai bawah.
“Eh…enggak kok”Katanya.
Lalu kami mengobrol tentang kami satu sama lain. Semakin hari aku semakin dekat dengannya. Dia sangat perhatian padaku, dan sangat dewasa juga. Entah mengapa aku merasa nyaman bersamanya. Rasa nyaman yang berbeda dari yang lain. Walau aku belum tau sebenarnya dia sakit apa, karna menurutku secara fisik ia terlihat sehat, tapi kenapa dia ada di rumah sakit??
^^^
“Selamat pagi!”Sapanya yang membangunkanku pagi ini. Debo memang mengetahui kamar rawatku. Dan dia sangat sering membangunkanku pada pagi hari. Tapi aku tetap merasa nyaman dengan yang ia lakukan.
“Pagi juga”Kataku.
“Eh, gue denger dari perawat tadi, beberapa hari lagi lo bakalan keluar dari Rumah sakit ini.”Katanya dengan muka lesu.
“Ha? Yah berarti aku juga musti pisah deh sama kamu.”Kataku dengan kecewa.
“Berarti nanti gue gak punya temen lagi deh.”Katanya.
“Gimana kalo nanti kamu udah keluar dari rumah sakit kamu main ke tempatku”Kataku dengan penuh harap Debo akan menyetujuinya, tapi…
“Sori, tapi gue gak akan keluar dari sini.”gumamnya.
“Tapi kenapa?”
“Gu…gue,,,…”Katanya terpotong
“Ify, minum obat dulu”kata seorang perawat yang baru masuk ke dalam ruanganku.
“Iya sus, Deb aku minum obat dulu yah”Aku mengambil obatku dan meneguknya bersama segelas air putih.
“Eh iya, nanti kamu bakal tinggal di panti asuhan Melati”Kata Debo. ‘Panti asuhan?? Aku kan masih memiliki mama dan papa, kenapa aku akan tinggal di panti asuhan??’Pikirku.
“Tadi ada seorang supir yang bilang ke kepala panti kalo kedua orang tua lo udah meninggal sejak lama.”Kata Debo. Jujur aku shyok berat. Kenapa supir itu tega mengatakan hal bohong seperti itu? tunggu dulu. Sebelum aku jatuh ke jurang aku juga mendengar sebuah suara.
“M… maaf non saya hanya menjalankan perintah …”Apa mungkin ini juga salah satu rencana papa buat nyingkiran aku? Kalo memang benar, aku akan mengikuti permainan papa. Aku kan membenarkan semua yang beliau katakan.
“Fy…? Lo ga papakan?? Lo kenapa Fy??” Aku membuka sedikit mata gue. Dokter dan suster mennyuntikku dengan sebuah suntikan. Dan rasanya sakit banget. kenapa tiba tiba aku ada di atas ranjang ini? Aku berusaha merilikkan mataku sedikit ke arah samping. Ini bukan ruang rawatku. Ini UGD. Tapi kenapa aku bisa ada di sini?? Bukankah tadi aku berada bersama Debo di ruang rawatku?? Samara samara aku mndengar suara Debo yang memanggil manggilku.
“Fy sadar donk Fy?? Kenapa Lo jadi begini sih Fy??” Suara Debo terdengar dengan jelas.
“De…Debo…”Gumamku pelan. Dan pandanganku mulai kabur. Semuanya gelap.
^^^
Perlahan aku mulai membuka mataku. Yang ku lihat hanya satu orang yang berada di sebelahku, yang tertidur dengan lelapnya di sebelah ranjangku. Apa ia menungguiku semalaman. Ia melakukan itu semua untukku??
“I…fy?”Gumamnya sambil mengangkat kepalanya, aku tersenyum.
“Hy, deb…”Tiba tiba ia memelukku. Memelukku dengan sangat erat. Tapi penuh rasa kasih.
“Lo jangan tidur lagi ya Fy…”Katanya.
“Gue khawatir banget sama lo…”Aku sangat terkejut ‘Ia khawatir denganku?’Pikirku.
“Memangnya sudah berapa lama aku tak sadarkan diri?”Tanyaku.
“Dua minggu.”Katanya seraya melepaskan pelukannya.
“Sory yah Deb…Dan makasih…”Ia mengangkat sebelah alisnya.
“Buat?”Tanyanya.
“Sory karna aku udah buat kamu khawatir, dan makasih buat semua perhatian dan kebaikan kamu selama ini sama aku.”Tuturku. Ia menyunggingkan senyumannya sambil mengacak rambutku.
“Your welcome Fy…”
^^^
Hari-hari aku lalui, hingga hari ini datang juga. Hari yang akan membuatku meneteskan air mataku. Pastinya. Aku akan berpisah dengan Debo. Aku akan segera meninggalkan rumah sakit ini dan berpisah dengan Debo. Tapi aku sudah membuat janji dengannya kalau aku pasti akan datang ke rumah sakit setiap minggunya.
“Fy, Lo harus janji ya…Lo nggak boleh lupa buat datang kesini, karna gue bakal kesepian banget tanpa lo disini”Kata Debo sambil tersenyum masam.
“Iya deb, kamu juga ga boleh sedih yah selama aku gak ada di sini. Karna aku akan selalu ada di sini”Aku menunjuk dada Debo. Kedua bibirnya mulai membentuk sebuah senyuman. Pipiku tiba tiba merona. Ia menarik tanganku.
“Fy, lo harus janji di setiap jam 12 malam lo musti mikirin gue…”Kata Debo.
“Iya aku jnaji.”Aku melilitkan jari kellingking kami bersama.
“Dan aku harap kamu bisa cepat keluar dari rumah sakit ini ya Deb,”Kataku sambil pergi. Aku lihat dia tersenyum dan mulutnya mengucapkan sesuatu tanpa suara dan kata itu adalah ‘SEMOGA’ apa maksudnya??
^^^^
Bersambung…
Namaku Allsya Saufika anak dari Dertabima Sandanata dan Challse Karitadara. Papaku Dertabima Sandanata, pemilik salah satu perusahaan terbesar di Indonesia dan Mamaku, Challse Karitadara seorang aktis dan penyanyi yang sangat terkenal di dunia intertaimen, tapi tak pernah menganggapku sebagai anak mereka. Aku nggak ngerti, kenapa aku selalu tidak dianggap oleh papa dan mama? Apa salahku? Papa dan mama juga jarang ada di rumah. Hanya aku dan pembantuku yang di rumah.
“Mama!”Sapaku saat mama datang kerumah, tapi mama lewat begitu saja.
“Mbok, saya mau pergi lagi, tolong siapkan barang barang saya.”kata mama pada Mbok Jum.
“iya nyah,,”Mbok Jum pergi ke belakang sementara mama sibuk sendiri.
“Ma, Papa kapan pulangnya?”Tanyaku.
“Saya tak tau”Jawab mama dengan dingin.
“Mama sudah mau pergi lagi?”Kataku melihat mama yang sudah berdiri dengan membawa dua buah koper besar.
“…”Tanpa menjawab mama langsung pergi lagi.
Kadang aku berharap, kapan mama dan papa bisa meluangkan waktu mereka untukku? Walau hanya satu hari. Tapi apa itu mungkin? Itu hanya sebatas harapanku saja. Tapi melihat orang lain yang tertawa, bermanja manja, liburan bersama orang tuanya, kadang aku menjadi iri melihat itu. Tapi aku hanya dapat menuangkan segala yang ku rasakan pada buku diary ku. Hadiah dari nenek. Satu satunya orang yang menyayangiku selain kakakku yang sudah tiada, tapi nenek juga sudah tenang di sana. Dan yang membuat ku lebih sedih lagi, mengapa di saat nenek meninggal pun mama dan papa nggak datang ke pemakaman??
“Non Ify, ada telfon.”Kata Mbok Jum. Aku melangkahkan kakiku ke arah telfon genggam yang ada di ruang tamu.
“Haloo?”
“Apa benar anda dengan Allsya?”
“Iya, ada apa ya?”
“sebentar lagi mobil tuan akan datang ke rumah dan menjemput anda. Beliau menyuruh anda utuk membereskan semua barang barang anda, kalau bisa tidak ada yang tersisa.”
“Ada apa ya? Kok saya harus menyimpun semua barang barang saya?”
“Maaf, saya juga kurang tau. Saya hanya menyampaikan pesan dari tuan”
‘Pasti papa!’Batinku
“Baiklah, itu saja pesan beliau”
“Terima kasih.”Aku tau saat ini pasti akan datang. Aku masih ingat, dulu aku pernah di bawa ke RSJ olehnya dan dirawat di sana selama 4 bulan. Dan 4 bulan itu tidak sebentar tentunya. Dan tentunya rasa sakit yang ku rasakan di hatiku lebih sakit dari 4 bulan itu. Rasa sakit karna perlakuan mereka padaku. Lalu aku berjalan ke kamarku dan menyimpun semua barang barangku hingga tak tersisa. Dan sebuah mobil menjemputku, akupun menaikinya. Ku lihat dari kaca mobil, tapi aku sama sekali nggak mengenali tempat ini. Tiba tiba saja mobil berhenti.
“Kenapa pak??”Tanyaku yang merasa sangat bingung. Kutatap di depan tidak ada apa apa, hanya ada pepohonan di depanku. Tempat apa ini? Aku turun dari mobil sambil menatap jurang yang ada di depanku.
“M… maaf non saya hanya menjalankan perintah …”Tiba-tiba tabuhku serasa terdorong ke arah jurang dalam itu. Tubuhku masuk kedalam jurang itu. Tubuhku terus merasakan sakit akibat benturan benturan ini. Lalu ‘brukk!!’
^^^^
Aku membuka mataku dengan pandangan yang masih kabur aku berusaha melihat ke sekitarku. Aroma ini. Tak mungkin aku salah lagi. Aku di Rumah sakit. Bau obat-obatan memenuhi ruangan bernuansa serba putih ini sangat tercium dengan tajamnya. Aku mencoba untuk berdiri tapi,,
“Argh…”Kepalaku yang sudah berbalut terasa sangat sakit dan tubuhku berasa sangat berat, aku kembali berbaring lagi. Tubuhku sekarang penuh dengang luka dan kepalaku pun berbalut, kenapa ini terjadi padaku??
“Jangan teralu banyak bergarak dik”Kata seseorang yang masuk dari arah pintu dengan mengenakan baju putih, yang merupakan salah satu perawat di tempat ini.
“Aku dimana??”Tanyaku padanya.
“Rumah Sakit Harapan Kita”Kata perawat itu sambil meracik obat.
“Siapa yang membawaku kesini??”
“Seorang kepala panti asuhan yang mengantarmu ke sini”jawabnya lagi.
“Aku mau jalan jalan.”Kataku. ia membalasnya dengan seulas senyum.
“Tapi minum obat dulu ya”Katanya sambil memberikan semangkuk bubur, segelas air putih, dan beberapa butir tablet obat.
Setelah makan obat itu aku langsung keluar dari rungan itu. aku berjalan dengan cukup pelan, setidaknya lebih lambat dari pada biasanya. Aku duduk di bangku taman yang kosong di belakang rumah sakit. Aku terus melamun hingga aku tak menyadari berapa lama aku duduk di kursi itu. Aku hanya berfikir, betapa aku sangat tak di inginkan oleh papa dan mama. Ini sudah yang ke sekian kalinya mereka mencoba untuk memusnahkanku dari kehidupan mereka. Dari saat mereka membayar seseorang untuk menabrakku dan akhirnya Kak Angel yang tertabrak dan……meninggal begitu saja, dan aku sangat menderita karnanya. Di tambah lagi dengan meninggalnya nenek, salah satu orang yang paling aku sayangi. Aku dengan semua penderitaan ini. Tetes demi tetes mulai membasahi pipiku.
Tetesan air mata kepedihan itu terus mengalir. Dari mataku dan dari hatiku.
“Butuh?”Kata seseorang cowok di depanku yang juga menggunakan baju pasien Rumah sakit ini. Aku tersenyum tipis. Sambil menerima tisu yang ia berikan dan mengelap air mataku. Dan ia duduk di sebelahku.
“Gue Debo, elo?”katanya sambil mengulurkan tangannya.
“Aku Ify.”aku menjabat tangannya.
“Lo kenapa nangis?”Tanyanya
“Ga papa kok”Jawabku sambil menatap langit langit.
“Eh iya, kamu sakit apa?”Tanyaku, rasanya pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulutku. Raut mukanya sedikit berubah.
“Ada deh mau tau aja!”Katanya sambil tersenyum padaku, ia mampu membuatku tersenyum setelah sekian lama aku tak pernah tersenyum. Ia menatapku dengan pandangan yang sangat dalam.
“Kenapa? Ada yang salanh sama aku?”Aku memperhaikan diriku dari atas sampai bawah.
“Eh…enggak kok”Katanya.
Lalu kami mengobrol tentang kami satu sama lain. Semakin hari aku semakin dekat dengannya. Dia sangat perhatian padaku, dan sangat dewasa juga. Entah mengapa aku merasa nyaman bersamanya. Rasa nyaman yang berbeda dari yang lain. Walau aku belum tau sebenarnya dia sakit apa, karna menurutku secara fisik ia terlihat sehat, tapi kenapa dia ada di rumah sakit??
^^^
“Selamat pagi!”Sapanya yang membangunkanku pagi ini. Debo memang mengetahui kamar rawatku. Dan dia sangat sering membangunkanku pada pagi hari. Tapi aku tetap merasa nyaman dengan yang ia lakukan.
“Pagi juga”Kataku.
“Eh, gue denger dari perawat tadi, beberapa hari lagi lo bakalan keluar dari Rumah sakit ini.”Katanya dengan muka lesu.
“Ha? Yah berarti aku juga musti pisah deh sama kamu.”Kataku dengan kecewa.
“Berarti nanti gue gak punya temen lagi deh.”Katanya.
“Gimana kalo nanti kamu udah keluar dari rumah sakit kamu main ke tempatku”Kataku dengan penuh harap Debo akan menyetujuinya, tapi…
“Sori, tapi gue gak akan keluar dari sini.”gumamnya.
“Tapi kenapa?”
“Gu…gue,,,…”Katanya terpotong
“Ify, minum obat dulu”kata seorang perawat yang baru masuk ke dalam ruanganku.
“Iya sus, Deb aku minum obat dulu yah”Aku mengambil obatku dan meneguknya bersama segelas air putih.
“Eh iya, nanti kamu bakal tinggal di panti asuhan Melati”Kata Debo. ‘Panti asuhan?? Aku kan masih memiliki mama dan papa, kenapa aku akan tinggal di panti asuhan??’Pikirku.
“Tadi ada seorang supir yang bilang ke kepala panti kalo kedua orang tua lo udah meninggal sejak lama.”Kata Debo. Jujur aku shyok berat. Kenapa supir itu tega mengatakan hal bohong seperti itu? tunggu dulu. Sebelum aku jatuh ke jurang aku juga mendengar sebuah suara.
“M… maaf non saya hanya menjalankan perintah …”Apa mungkin ini juga salah satu rencana papa buat nyingkiran aku? Kalo memang benar, aku akan mengikuti permainan papa. Aku kan membenarkan semua yang beliau katakan.
“Fy…? Lo ga papakan?? Lo kenapa Fy??” Aku membuka sedikit mata gue. Dokter dan suster mennyuntikku dengan sebuah suntikan. Dan rasanya sakit banget. kenapa tiba tiba aku ada di atas ranjang ini? Aku berusaha merilikkan mataku sedikit ke arah samping. Ini bukan ruang rawatku. Ini UGD. Tapi kenapa aku bisa ada di sini?? Bukankah tadi aku berada bersama Debo di ruang rawatku?? Samara samara aku mndengar suara Debo yang memanggil manggilku.
“Fy sadar donk Fy?? Kenapa Lo jadi begini sih Fy??” Suara Debo terdengar dengan jelas.
“De…Debo…”Gumamku pelan. Dan pandanganku mulai kabur. Semuanya gelap.
^^^
Perlahan aku mulai membuka mataku. Yang ku lihat hanya satu orang yang berada di sebelahku, yang tertidur dengan lelapnya di sebelah ranjangku. Apa ia menungguiku semalaman. Ia melakukan itu semua untukku??
“I…fy?”Gumamnya sambil mengangkat kepalanya, aku tersenyum.
“Hy, deb…”Tiba tiba ia memelukku. Memelukku dengan sangat erat. Tapi penuh rasa kasih.
“Lo jangan tidur lagi ya Fy…”Katanya.
“Gue khawatir banget sama lo…”Aku sangat terkejut ‘Ia khawatir denganku?’Pikirku.
“Memangnya sudah berapa lama aku tak sadarkan diri?”Tanyaku.
“Dua minggu.”Katanya seraya melepaskan pelukannya.
“Sory yah Deb…Dan makasih…”Ia mengangkat sebelah alisnya.
“Buat?”Tanyanya.
“Sory karna aku udah buat kamu khawatir, dan makasih buat semua perhatian dan kebaikan kamu selama ini sama aku.”Tuturku. Ia menyunggingkan senyumannya sambil mengacak rambutku.
“Your welcome Fy…”
^^^
Hari-hari aku lalui, hingga hari ini datang juga. Hari yang akan membuatku meneteskan air mataku. Pastinya. Aku akan berpisah dengan Debo. Aku akan segera meninggalkan rumah sakit ini dan berpisah dengan Debo. Tapi aku sudah membuat janji dengannya kalau aku pasti akan datang ke rumah sakit setiap minggunya.
“Fy, Lo harus janji ya…Lo nggak boleh lupa buat datang kesini, karna gue bakal kesepian banget tanpa lo disini”Kata Debo sambil tersenyum masam.
“Iya deb, kamu juga ga boleh sedih yah selama aku gak ada di sini. Karna aku akan selalu ada di sini”Aku menunjuk dada Debo. Kedua bibirnya mulai membentuk sebuah senyuman. Pipiku tiba tiba merona. Ia menarik tanganku.
“Fy, lo harus janji di setiap jam 12 malam lo musti mikirin gue…”Kata Debo.
“Iya aku jnaji.”Aku melilitkan jari kellingking kami bersama.
“Dan aku harap kamu bisa cepat keluar dari rumah sakit ini ya Deb,”Kataku sambil pergi. Aku lihat dia tersenyum dan mulutnya mengucapkan sesuatu tanpa suara dan kata itu adalah ‘SEMOGA’ apa maksudnya??
^^^^
Bersambung…
Three Musket‘KERE’??(Prolog)
Three Musket‘KERE’??(Prolog)
Permisi semuanya,,
Mau nyoba berkreasi dengan cerbung yang baru nih…
Dari judulnya sih sudah aneh, gimana ceritanya ya??
Langsung ke Prolog aja dehh,,
Kenalin mana gue (nama kalee) Malio Steparno Adipeak Maling(Peace Rise, saya cinta damai), nama itu di kasih sama banyak orang sih, pertama ‘Malio’itu di kasih sama tetangga gue yang gak bisa ngomong huruf Rrr, ‘Steparno’itu sih di kasih sama temen gue yang bilang kalo nama ‘Stevano’ itu kebagusan buat gue yang begini-,-, terus ‘Adipeak’Itu di kasih sama temen gue yang memang sangking merasa dirinya pinter makanya manggil gue ‘peak’(Penulis:Emang sebenernya lo pinter kaga yo?? Rio:Kaga sih ._. Penulis: -,-), terus yang ‘Maling’ kalo yang ini di kasih sama kakak gue sendiri gara gara gue sering maling sendalnya dulu, tapi sekarang masih sih. Nama Asli di akte kelahiran gue itu Mario Stevano Aditiya Haling keren khan?? panggil aja Rio, gue di utus sama nyokap gue buat tinggal di kost-an biar lebih mandiri gitu katanya tapi nyokap ngasih gue duit juga pas pasan jadi gue kadang kekurangan juga sihh,, oh iya, kakak gue itu gak ikut gue tinggal di kos-an soalnya dia sekolah di Aussie dan gue juga punya temen se kos-an yang bego dan yang narsis minta ampun. Tambah ancur lagi hidup gue, pemilik kos-an gue itu cerewetnya abis abisan dan gue musti nurut soalnya kalo gak nurut bisa di naikin bayaran koat-annya sampe 9kali lipat, bayangkan 9kali lipat!! Udah deh kayaknya, gue capek mau istirahat dulu. Lanjuttt!!
Cakka Adalah anak yang cakep
Selalu cakep gak pernah jelek
Setiap hari caka yang cakep semakin cakep gak makin jelek
Ca..ca..ca..ca..ca..Cakka..
Ca..ca..ca..ca..ca..ca..ca..cakep….!!!*Dinyanyikan dengan nada lagu anak gembala*
(Ni lagu lirinya narsis semua –“,)
Hehehe… Nama gue, sesuai dengan lagu yang tadi gue nyanyiin, Cakka kalo di eja, Ca-k-Cak-K-a-a_Ka-Kak-Cakkak(Lah kok beda??) Nama panjangnya Caaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkaaaaaaaaaa. Lengkapnya Cakka Kawekas Nuraga. Gue tinggal di kost-an. Gue emang di kirimin uang sama kakak gue setiap bualnnya tapi ga banyak sih, ga cukup lah untuk gue yang sudah terbiasa dengan Fasilitas yang lebih baik tentunya dari sekarang tapi yh mau gimana lagi? Gue mah udah nyerah aja pada alam…alias sama kakak gue. Dah deh, kalo mau tau lebih banyak tentang Gue, ketik CakCep(CakkaCakep-,-) spasi cakep(Uda Cakka Cakep+Cakep lagi—“) kirim ke sorga. Lanjutt!!
Nama gue…Udah pada tau khan(Penonton:Beloon!!), Lah kok gitu sih?? Kayaknya musti di perotes ini
Ray : Penuliss!!!
Penulis : Opo to?
Ray : Kok penontonnya ga ada yang tau nama gue?
Penulis : Ane aja gak tau nama lu apa lagi penonton
Ray : Lah kalo gitu gue bukan Artis Donk donk?
Penulis : Gak kok, lu Cuma bukan manusia.
Ray : oh gitu ya(Sambil magut mangut)
Penulis : (Geleng geleng,)
Ray : (Baru nyadar)Eh, kok gue bukan manusia? Lah kalo bukan manusia, gue apaan donk?? Cak, Yo, Penulis, gue apaan?
Cakka : Emm… apa ya??
Rio : Tauk deh…
Ray : Gue apaan ya??
Mari kita tinggalkan Ray yang masih mencari dia itu apa(?). Kita ke profil Ray aja…
Profil :
Nama : RaKep(RayCakep)/Ray
Panggilan : GoCap
Lenglkap : Muhamad Rayland Prasetya
Ket : Gue tinggal di kost-an karena sepupu gue yang namanya Agni, yang ikut sama temennya tinggal di Kost-an. Gue juga paling takut sama yang namanya Kecoa. Eh, kurang satu, gue udah mendaftar di sekolah di Pusaka High School bagian MusicClass. Moga moga gue di terima,, Amien.
Sekilas Info:
Sekarang RiRaCak masih SMP kelas 3 dan udah tinggal perpisahan, dll aja… mereka mau daftar di salah satu SMA swasta di sana yaitu Pusaka High School. Di Pusaka High School ini di bagi menjadi beberapa bagian, ada yang MusicClass, GrafikClass, ScienceClass, OriginalClass, InternationalClass, dan masih banyak lagi. Kalo RiRaCak(RioRayCakka) mendaftar di MusicClass.
Bersambung…
Permisi semuanya,,
Mau nyoba berkreasi dengan cerbung yang baru nih…
Dari judulnya sih sudah aneh, gimana ceritanya ya??
Langsung ke Prolog aja dehh,,
Kenalin mana gue (nama kalee) Malio Steparno Adipeak Maling(Peace Rise, saya cinta damai), nama itu di kasih sama banyak orang sih, pertama ‘Malio’itu di kasih sama tetangga gue yang gak bisa ngomong huruf Rrr, ‘Steparno’itu sih di kasih sama temen gue yang bilang kalo nama ‘Stevano’ itu kebagusan buat gue yang begini-,-, terus ‘Adipeak’Itu di kasih sama temen gue yang memang sangking merasa dirinya pinter makanya manggil gue ‘peak’(Penulis:Emang sebenernya lo pinter kaga yo?? Rio:Kaga sih ._. Penulis: -,-), terus yang ‘Maling’ kalo yang ini di kasih sama kakak gue sendiri gara gara gue sering maling sendalnya dulu, tapi sekarang masih sih. Nama Asli di akte kelahiran gue itu Mario Stevano Aditiya Haling keren khan?? panggil aja Rio, gue di utus sama nyokap gue buat tinggal di kost-an biar lebih mandiri gitu katanya tapi nyokap ngasih gue duit juga pas pasan jadi gue kadang kekurangan juga sihh,, oh iya, kakak gue itu gak ikut gue tinggal di kos-an soalnya dia sekolah di Aussie dan gue juga punya temen se kos-an yang bego dan yang narsis minta ampun. Tambah ancur lagi hidup gue, pemilik kos-an gue itu cerewetnya abis abisan dan gue musti nurut soalnya kalo gak nurut bisa di naikin bayaran koat-annya sampe 9kali lipat, bayangkan 9kali lipat!! Udah deh kayaknya, gue capek mau istirahat dulu. Lanjuttt!!
Cakka Adalah anak yang cakep
Selalu cakep gak pernah jelek
Setiap hari caka yang cakep semakin cakep gak makin jelek
Ca..ca..ca..ca..ca..Cakka..
Ca..ca..ca..ca..ca..ca..ca..cakep….!!!*Dinyanyikan dengan nada lagu anak gembala*
(Ni lagu lirinya narsis semua –“,)
Hehehe… Nama gue, sesuai dengan lagu yang tadi gue nyanyiin, Cakka kalo di eja, Ca-k-Cak-K-a-a_Ka-Kak-Cakkak(Lah kok beda??) Nama panjangnya Caaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkaaaaaaaaaa. Lengkapnya Cakka Kawekas Nuraga. Gue tinggal di kost-an. Gue emang di kirimin uang sama kakak gue setiap bualnnya tapi ga banyak sih, ga cukup lah untuk gue yang sudah terbiasa dengan Fasilitas yang lebih baik tentunya dari sekarang tapi yh mau gimana lagi? Gue mah udah nyerah aja pada alam…alias sama kakak gue. Dah deh, kalo mau tau lebih banyak tentang Gue, ketik CakCep(CakkaCakep-,-) spasi cakep(Uda Cakka Cakep+Cakep lagi—“) kirim ke sorga. Lanjutt!!
Nama gue…Udah pada tau khan(Penonton:Beloon!!), Lah kok gitu sih?? Kayaknya musti di perotes ini
Ray : Penuliss!!!
Penulis : Opo to?
Ray : Kok penontonnya ga ada yang tau nama gue?
Penulis : Ane aja gak tau nama lu apa lagi penonton
Ray : Lah kalo gitu gue bukan Artis Donk donk?
Penulis : Gak kok, lu Cuma bukan manusia.
Ray : oh gitu ya(Sambil magut mangut)
Penulis : (Geleng geleng,)
Ray : (Baru nyadar)Eh, kok gue bukan manusia? Lah kalo bukan manusia, gue apaan donk?? Cak, Yo, Penulis, gue apaan?
Cakka : Emm… apa ya??
Rio : Tauk deh…
Ray : Gue apaan ya??
Mari kita tinggalkan Ray yang masih mencari dia itu apa(?). Kita ke profil Ray aja…
Profil :
Nama : RaKep(RayCakep)/Ray
Panggilan : GoCap
Lenglkap : Muhamad Rayland Prasetya
Ket : Gue tinggal di kost-an karena sepupu gue yang namanya Agni, yang ikut sama temennya tinggal di Kost-an. Gue juga paling takut sama yang namanya Kecoa. Eh, kurang satu, gue udah mendaftar di sekolah di Pusaka High School bagian MusicClass. Moga moga gue di terima,, Amien.
Sekilas Info:
Sekarang RiRaCak masih SMP kelas 3 dan udah tinggal perpisahan, dll aja… mereka mau daftar di salah satu SMA swasta di sana yaitu Pusaka High School. Di Pusaka High School ini di bagi menjadi beberapa bagian, ada yang MusicClass, GrafikClass, ScienceClass, OriginalClass, InternationalClass, dan masih banyak lagi. Kalo RiRaCak(RioRayCakka) mendaftar di MusicClass.
Bersambung…
Tak Hanya Sebatas Mimpi(Part9Kepastian)
Tak Hanya Sebatas Mimpi(Part9Kepastian)
Masih inget gak sama cerita ade adenya Ify di part 5??
Kalo ga,, silahkan di buka part 5nya,,
Kta lihat Cuplikan adegan Part sebelumnya sedikit ya!?!
(Pada Part Sebelumnya)
“Zy, kenapa lo nyuruh gue ke sin…” ‘Bukkkk!!’Ozy melempar bolanya ke Deva.
“Dev,, lo tau ga.. tadi Acha nangis gara gara lo.”
“Emang gue kenapa?” pukulan Ozy sudah hamper mendarat di muka deva, tapi berhenti begitu saja di depan wajah deva.
“Lo tuh emang bego atau pura pura bego sih?!”Deva mengerutkan keningnya.
>>>>>Skip<<<< “Emang lo pinter dalam pelajaran dev, tapi ga soal ini”Ozy menunjuk dada Deva. “Lo tadi beduaan sama keke kan?” “Dari mana lo tau tadi Keke ngasih Brownis ke gue?”Ozy tersenyum miring. “Acha ngeliat lo lagi sama keke. Dia langsung lari dan nangis sangking cemburunya.” “Bukannya Acha itu suka sama lo?” “Dari dulu Acha itu sudah naksir sama lo Deva,,,,,” “Tapi……gue ga suka sama dia.” >>>>Skip<<<<<
“Caranya…?”
“Gampang. Gini…******”
Nah itu sedikit cuplikanya yang sebagian di S.K.I.P kalo mau yang panjang baca ndiri part 5nya
^^^^^^^
Tak Hanya Sebatas Mimpi(Part9)
#Keesokannya
@Sekolah
Sudah hampir satu minggu Ozy nggak masuk sekolah. Tapi ada yang aneh,, biasanya kalo Ozy atau ray gak dateng 1 hari aja, Deva pasti udah kayak orang Gila yang kesetanan yang uda seminggu di surupin. Tapi kali ini Deva hanya diam, melamun, bengong, De el el.
“Dev, Ozy kemana?”Tanya keke
“Ga tau”
“Sudah hampir seminggu lho dia gak masuk.”Kata Oliv
“tauk”Deva langsung berdiri
“Gue mau ke kantin, Ray lo ikut gak?”Ray ngangguk. Mereka langsung pergi ke kantin.
“Kayaknya ada yang aneh sama Deva??”Kata Keke.
“Menurut gue juga gitu. Apa jangan jangan…”
“Jangan jangan apa?”tanya Keke
“Jangan jangan anak PAGI ada masalah lagi,, atau mereka mau bubar!!!”Terka Oliv.
“Jangan sampe deh”Acha hanya melihat kedua temannya dengan pikiran yang sama bingungnya dengan kawan kawannya.
#Next day
“Pagi”Sapa Ozy yang bikin satu kelas ricuh setengah mampus,
“Em”Respon Deva yang super singkat. Ozy melirik sedikit ke Deva, menaruh tasnya dan langsung pergi ke meja seseorang. Acha yang melihat kedatangan Ozy dengan senyumannya yang sudah seminggu tak di lihatnya ke arahnya langsung menyunggingkan senyumannya,, tapi…
“Pagi Ik…!!”Sapa Ozy sambil berdiri di depan meja Oik yang tepatnya di sebelah Acha.
“Eh, elo Zy…Kapan lo dateng”Kata Oik.
“Kapan ya??Kayaknya besok deh gue dateng”
“Ngaco lo. Kalo lo datengya besok yang di depan gue ini siapa??”
“Siapa ya??”Oik memasang wajah tak berdosa.
“Iih Oik…”Ozy mengacak rambut Oik, tiba tiba
‘Brukkk!!!’Acah menggebrak meja tanpa alasan yang jelas. Ia melihat ke sekelilingnya, semua orang di kelasnya menatapnya dengan tatapan bingung. Ia menatap Ozy dan Oik yang tadinya tertawa tebahak bahak terdiam menatap sikapnya yang aneh. Ia segera berlari keluar kelas. Ozy menaikan sebelah alisnya.
Skip…
“Baiklah, sekarang kalian bentuk kelompok, settiap kelompok terdiri dari dua orang dan membuat satu kerajinan bebas di kumpulkan secepatnya paling lambat minggu depan”jelas bu Karen sambil membawa bukunya keluar dari kelas. Semua anak anak di kelas langsung membentuk kelompoknya masing masing termasuk PAGI dan TMG.
“Ray, gue sama lo.”Kata Deva
“Tumben. Biasanya lo sama si Ozy.”Kata Ray
“Ga papa.”Jawab Deva.
“Ke, gue sama lo ya”kata Oliv
“Siip”
“Gue sama siapa donk?”Tanya Acha
“Lo bareng Oik aja.”Kata Keke.
“Ik, Lo bareng Acha ya??”Kata Keke pada Oik yang lewat di depannya.
“Eh, tapi gue…”Kata Oik terpotong.
“Ik, kapan kerjanya??”Tiba tiba Ozy datang sambil merangkul Oik.
“Emm,, sory ya Cha…Gue udah bareng Ozy. Lo bareng sama Nova aja.”Acha langsung pergi begitu saja.
“Acha kenapa Ke?”tanya Oik pada Keke.
“Gue juga gak tau Ik.”Jawab Keke.
Acha P.O.V
Ada apa sama gue? Kenapa gue ngerasa sedih banget? kenapa gue ngerasa sakit banget ? kenapa gue gak suka kedekatan Oik dengan Ozy? Gue kenapa???!!! Apa mungkin gue…suka sama Ozy??Gak!! Gak mungkin!! Gue Cuma sayang sama Deva! Dan Cuma Deva!
Memandang wajahmu cerah
Membuatku tersenyum senang
Indah dunia
Gue denger suara seseorang yang gue kenal, Oik!! Gue liat Oik lagi duduk di taman bersama Ozy yang mengiringinya dengan gitar
Oik:
Tentu saja kita pernah mengalami perbedaan
Kita lalui
Ozy :
Tapi aku merasa
Jatuh terlalu dalam cintamu
Oik :
Ku tak akan berubah
Ku tak ingin kau pergi s’lamanya…Ouu..
Reff :
Ku kan setia menjagamu
Bersama dirimu dirimu…Ouu…
Sampai nanti akan s’lalu
Bersama dirimu…
Oik dan Ozy bernyanyi sambil tersenyum dengan bahagianya
Saat bersamamu kasih
Ku merasa bahagia dalam pelukmu
Ozy,Oik :
Tapi aku merasa jatuh terlalu dalam cintamu
Ku tak akan berubah
Ku tak ingin kau pergi s’lamanya…Ouuo…
Back to Reff
Ku kan setia menjagamu
Bersama dirimu dirimu…Ouu…
Sampai nanti akan s’lalu
Bersama dirimu…
Oik :
Seperti yang kau katakan
Kau akan selalu ada
(Ozy : Kau akan selalu ada)Ouu…
Menjaga memeluk diriku dengan cintamu
Dengan cintamu…Houu…
Back to Reff
Ozy, Oik :
Ku kan setia menjagamu
Bersama dirimu dirimu…Ouu…
Sampai nanti (Ozy : akan s’lalu)
Bersama dirimu…
Oik :
Saat bersamamu kasih
Ku merasa bahagia dalam pelukmu…
Oik mengakhiri nyanyiannya dengan senyuman manjanya kepada Ozy, dan Ozy hanya membalasnya dengan senyuman manisnya. Dada gue seakan sesak
“Kenapa gue sakit ngeliat itu semua?”
“Gue kenapa?!”
“Kenapa gu e marah ngeliat ittu semua?”
“Kenapa gue jadi nangis gini?”
“Kenapa gue takut kehilangan dia?”
“Kenapa gue…Argh…!!”Gue menjambak rambut gue sendiri dengan kerasnya.
^^^
Penulis :
Sementara di sisi lain
“Zy, gue iri banget sama dia”Kata Oik, Ozy tersenyum
“Haha,,, Tapi kan biarpun begitu cinta gue tetap bertepuk sebelah tangan”Kata Ozy dengan muka lesu.
“Tenang donk Zy, jangan sedih gitu donk. Mana Ozy yang selalu ceria??”Kata Oik menyemangati Ozy.
“Thanx yah Ik”Ozy memeluk Oik
‘Kalo gini caranya gimana gue mau lupain lo??’
@Rumah Acha
“Acha, Lo kenapa?”Tanya Acha pada dirinya sendiri di balkon kamarnya.
“Acha!!”Pangil Oik dari balkon kamar Oik. Balkon kama Acha mmemang berhadapan dengan balkon kamar Acha.
“…”tak ada jawaban dari Acha yang memang sedang melamun.
“Acha!!!”Panggil Oik lagi
“…”Masih belum ada jawaban dari Acha, --“,
“Ihh… Acha!!”
“…”Masih belum ada jawaban dari achha yang membuat Oik semakin jengkel, dann…
“ACCCCCHHHHHHHAAAAAAAA!!!!!!!!!!”Teriak Oik yang sudah melompat dari balkonnya ke balkon Acha lalu berteriak di telinga Acha.
“Huaaa!!Guesayang*******”Ceplos Acha. Acha langsung menutup mulutnya, Oik terpaku mendengarnya ucapan Acha, lalu tersenyum. Dan terjadilah keheningan diantara mereka.
“Akhirnya lo mau ngaku juga…”Kata Oik sambil memandang bintang bintang.
“Ik gue,,”Kata Acha.
“Kenapa?”Tanya Oik yang memandang bintang
“Gue tau sebenarnya lo…”
“Iya. Gue emang selama ini menyimpan rasa sama dia.”Kata Oik sambil menutup matanya.
“…”Acha menunduk, tak berani menatap wajah Oik.
“Dan gue sangat iri sama lo.”Kata Oik sambil tersenyum masam dan tetap menatap bintang bintang di langit.
“Tap…”Kata kata Acha terpotong
“Dia sayang banget sama lo…Tapi lo……”Kata Oik. Acha menutup matanya
“Lo udah menyakiti dia. membunuh dia secara perlahan.”Kata Oik tajam. Acha langsung menatap wajah Oik. Separah itukah yang telah ia lakukan?? Sesakit itukah hatinya karna Acha??
“Tapi, sesakit sakitnya hatinya, lebih sakit lagi hati gue karna sahabat gue sendiri sudah nyakitin dia. gue sakit karna ngeliat dia sakit. Yang gue rasain sebenernya sama seperti yang di rasain.”Acha memikirkan kata kata Oik. Dia meerasakan sakit yang sama?kenapa?
“Apa lo gak ngerasa kalo lo membangga banggakan Deva, mengejar ngejar Deva, sedih karna Deva, sampai nangis karna Deva, dia juga lebih sakit??”Acha memang sadar, selama ini ia telah di butakan oleh cintanya pada Deva dan tidak melihat kesakitan yang di rasakan oleh dia dan Oik.
“Tapi dia kelihatan bahagia saat bersama lo.”Kata Acha dengan suara yang bergetar. Oik sedikit kaget, tapi langsung tersenyum.
“Jadi lo sering perhatiin dia kalo lagi bareng gue…??”Goda Oik yang sukses bikin pipi Acha merah.
“Gue tau kok kalo lo sering cemburu kalo ngeliat gue bareng sama dia. kayak waktu di kelas.”Acha tersipu malu mendengarnya, ternyata Oik menyadarinya.
“Gue gak akan marah kok alo lo suka bahkan sayang sama dia. Itu hak lo. Tapi…”
“Gue hara lo gak bakal nyakitin dia lagi,”Kat Oik, Acha tersenyum dan Memeluk Oik.
“Gue serahin Ozy sama lo Cha”Kata Oik
“Thax banget Ik, Lo emang sahabat yang paling mengerti gue.”Kata Acha
“Jaga Ozy ya”Acha mengangguk.
***
Yeee!!!!
Nggantung lgi!!
Tunggu aja kalo penulis dapat ide!
Tinggalkan Komen!!
Masih inget gak sama cerita ade adenya Ify di part 5??
Kalo ga,, silahkan di buka part 5nya,,
Kta lihat Cuplikan adegan Part sebelumnya sedikit ya!?!
(Pada Part Sebelumnya)
“Zy, kenapa lo nyuruh gue ke sin…” ‘Bukkkk!!’Ozy melempar bolanya ke Deva.
“Dev,, lo tau ga.. tadi Acha nangis gara gara lo.”
“Emang gue kenapa?” pukulan Ozy sudah hamper mendarat di muka deva, tapi berhenti begitu saja di depan wajah deva.
“Lo tuh emang bego atau pura pura bego sih?!”Deva mengerutkan keningnya.
>>>>>Skip<<<< “Emang lo pinter dalam pelajaran dev, tapi ga soal ini”Ozy menunjuk dada Deva. “Lo tadi beduaan sama keke kan?” “Dari mana lo tau tadi Keke ngasih Brownis ke gue?”Ozy tersenyum miring. “Acha ngeliat lo lagi sama keke. Dia langsung lari dan nangis sangking cemburunya.” “Bukannya Acha itu suka sama lo?” “Dari dulu Acha itu sudah naksir sama lo Deva,,,,,” “Tapi……gue ga suka sama dia.” >>>>Skip<<<<<
“Caranya…?”
“Gampang. Gini…******”
Nah itu sedikit cuplikanya yang sebagian di S.K.I.P kalo mau yang panjang baca ndiri part 5nya
^^^^^^^
Tak Hanya Sebatas Mimpi(Part9)
#Keesokannya
@Sekolah
Sudah hampir satu minggu Ozy nggak masuk sekolah. Tapi ada yang aneh,, biasanya kalo Ozy atau ray gak dateng 1 hari aja, Deva pasti udah kayak orang Gila yang kesetanan yang uda seminggu di surupin. Tapi kali ini Deva hanya diam, melamun, bengong, De el el.
“Dev, Ozy kemana?”Tanya keke
“Ga tau”
“Sudah hampir seminggu lho dia gak masuk.”Kata Oliv
“tauk”Deva langsung berdiri
“Gue mau ke kantin, Ray lo ikut gak?”Ray ngangguk. Mereka langsung pergi ke kantin.
“Kayaknya ada yang aneh sama Deva??”Kata Keke.
“Menurut gue juga gitu. Apa jangan jangan…”
“Jangan jangan apa?”tanya Keke
“Jangan jangan anak PAGI ada masalah lagi,, atau mereka mau bubar!!!”Terka Oliv.
“Jangan sampe deh”Acha hanya melihat kedua temannya dengan pikiran yang sama bingungnya dengan kawan kawannya.
#Next day
“Pagi”Sapa Ozy yang bikin satu kelas ricuh setengah mampus,
“Em”Respon Deva yang super singkat. Ozy melirik sedikit ke Deva, menaruh tasnya dan langsung pergi ke meja seseorang. Acha yang melihat kedatangan Ozy dengan senyumannya yang sudah seminggu tak di lihatnya ke arahnya langsung menyunggingkan senyumannya,, tapi…
“Pagi Ik…!!”Sapa Ozy sambil berdiri di depan meja Oik yang tepatnya di sebelah Acha.
“Eh, elo Zy…Kapan lo dateng”Kata Oik.
“Kapan ya??Kayaknya besok deh gue dateng”
“Ngaco lo. Kalo lo datengya besok yang di depan gue ini siapa??”
“Siapa ya??”Oik memasang wajah tak berdosa.
“Iih Oik…”Ozy mengacak rambut Oik, tiba tiba
‘Brukkk!!!’Acah menggebrak meja tanpa alasan yang jelas. Ia melihat ke sekelilingnya, semua orang di kelasnya menatapnya dengan tatapan bingung. Ia menatap Ozy dan Oik yang tadinya tertawa tebahak bahak terdiam menatap sikapnya yang aneh. Ia segera berlari keluar kelas. Ozy menaikan sebelah alisnya.
Skip…
“Baiklah, sekarang kalian bentuk kelompok, settiap kelompok terdiri dari dua orang dan membuat satu kerajinan bebas di kumpulkan secepatnya paling lambat minggu depan”jelas bu Karen sambil membawa bukunya keluar dari kelas. Semua anak anak di kelas langsung membentuk kelompoknya masing masing termasuk PAGI dan TMG.
“Ray, gue sama lo.”Kata Deva
“Tumben. Biasanya lo sama si Ozy.”Kata Ray
“Ga papa.”Jawab Deva.
“Ke, gue sama lo ya”kata Oliv
“Siip”
“Gue sama siapa donk?”Tanya Acha
“Lo bareng Oik aja.”Kata Keke.
“Ik, Lo bareng Acha ya??”Kata Keke pada Oik yang lewat di depannya.
“Eh, tapi gue…”Kata Oik terpotong.
“Ik, kapan kerjanya??”Tiba tiba Ozy datang sambil merangkul Oik.
“Emm,, sory ya Cha…Gue udah bareng Ozy. Lo bareng sama Nova aja.”Acha langsung pergi begitu saja.
“Acha kenapa Ke?”tanya Oik pada Keke.
“Gue juga gak tau Ik.”Jawab Keke.
Acha P.O.V
Ada apa sama gue? Kenapa gue ngerasa sedih banget? kenapa gue ngerasa sakit banget ? kenapa gue gak suka kedekatan Oik dengan Ozy? Gue kenapa???!!! Apa mungkin gue…suka sama Ozy??Gak!! Gak mungkin!! Gue Cuma sayang sama Deva! Dan Cuma Deva!
Memandang wajahmu cerah
Membuatku tersenyum senang
Indah dunia
Gue denger suara seseorang yang gue kenal, Oik!! Gue liat Oik lagi duduk di taman bersama Ozy yang mengiringinya dengan gitar
Oik:
Tentu saja kita pernah mengalami perbedaan
Kita lalui
Ozy :
Tapi aku merasa
Jatuh terlalu dalam cintamu
Oik :
Ku tak akan berubah
Ku tak ingin kau pergi s’lamanya…Ouu..
Reff :
Ku kan setia menjagamu
Bersama dirimu dirimu…Ouu…
Sampai nanti akan s’lalu
Bersama dirimu…
Oik dan Ozy bernyanyi sambil tersenyum dengan bahagianya
Saat bersamamu kasih
Ku merasa bahagia dalam pelukmu
Ozy,Oik :
Tapi aku merasa jatuh terlalu dalam cintamu
Ku tak akan berubah
Ku tak ingin kau pergi s’lamanya…Ouuo…
Back to Reff
Ku kan setia menjagamu
Bersama dirimu dirimu…Ouu…
Sampai nanti akan s’lalu
Bersama dirimu…
Oik :
Seperti yang kau katakan
Kau akan selalu ada
(Ozy : Kau akan selalu ada)Ouu…
Menjaga memeluk diriku dengan cintamu
Dengan cintamu…Houu…
Back to Reff
Ozy, Oik :
Ku kan setia menjagamu
Bersama dirimu dirimu…Ouu…
Sampai nanti (Ozy : akan s’lalu)
Bersama dirimu…
Oik :
Saat bersamamu kasih
Ku merasa bahagia dalam pelukmu…
Oik mengakhiri nyanyiannya dengan senyuman manjanya kepada Ozy, dan Ozy hanya membalasnya dengan senyuman manisnya. Dada gue seakan sesak
“Kenapa gue sakit ngeliat itu semua?”
“Gue kenapa?!”
“Kenapa gu e marah ngeliat ittu semua?”
“Kenapa gue jadi nangis gini?”
“Kenapa gue takut kehilangan dia?”
“Kenapa gue…Argh…!!”Gue menjambak rambut gue sendiri dengan kerasnya.
^^^
Penulis :
Sementara di sisi lain
“Zy, gue iri banget sama dia”Kata Oik, Ozy tersenyum
“Haha,,, Tapi kan biarpun begitu cinta gue tetap bertepuk sebelah tangan”Kata Ozy dengan muka lesu.
“Tenang donk Zy, jangan sedih gitu donk. Mana Ozy yang selalu ceria??”Kata Oik menyemangati Ozy.
“Thanx yah Ik”Ozy memeluk Oik
‘Kalo gini caranya gimana gue mau lupain lo??’
@Rumah Acha
“Acha, Lo kenapa?”Tanya Acha pada dirinya sendiri di balkon kamarnya.
“Acha!!”Pangil Oik dari balkon kamar Oik. Balkon kama Acha mmemang berhadapan dengan balkon kamar Acha.
“…”tak ada jawaban dari Acha yang memang sedang melamun.
“Acha!!!”Panggil Oik lagi
“…”Masih belum ada jawaban dari Acha, --“,
“Ihh… Acha!!”
“…”Masih belum ada jawaban dari achha yang membuat Oik semakin jengkel, dann…
“ACCCCCHHHHHHHAAAAAAAA!!!!!!!!!!”Teriak Oik yang sudah melompat dari balkonnya ke balkon Acha lalu berteriak di telinga Acha.
“Huaaa!!Guesayang*******”Ceplos Acha. Acha langsung menutup mulutnya, Oik terpaku mendengarnya ucapan Acha, lalu tersenyum. Dan terjadilah keheningan diantara mereka.
“Akhirnya lo mau ngaku juga…”Kata Oik sambil memandang bintang bintang.
“Ik gue,,”Kata Acha.
“Kenapa?”Tanya Oik yang memandang bintang
“Gue tau sebenarnya lo…”
“Iya. Gue emang selama ini menyimpan rasa sama dia.”Kata Oik sambil menutup matanya.
“…”Acha menunduk, tak berani menatap wajah Oik.
“Dan gue sangat iri sama lo.”Kata Oik sambil tersenyum masam dan tetap menatap bintang bintang di langit.
“Tap…”Kata kata Acha terpotong
“Dia sayang banget sama lo…Tapi lo……”Kata Oik. Acha menutup matanya
“Lo udah menyakiti dia. membunuh dia secara perlahan.”Kata Oik tajam. Acha langsung menatap wajah Oik. Separah itukah yang telah ia lakukan?? Sesakit itukah hatinya karna Acha??
“Tapi, sesakit sakitnya hatinya, lebih sakit lagi hati gue karna sahabat gue sendiri sudah nyakitin dia. gue sakit karna ngeliat dia sakit. Yang gue rasain sebenernya sama seperti yang di rasain.”Acha memikirkan kata kata Oik. Dia meerasakan sakit yang sama?kenapa?
“Apa lo gak ngerasa kalo lo membangga banggakan Deva, mengejar ngejar Deva, sedih karna Deva, sampai nangis karna Deva, dia juga lebih sakit??”Acha memang sadar, selama ini ia telah di butakan oleh cintanya pada Deva dan tidak melihat kesakitan yang di rasakan oleh dia dan Oik.
“Tapi dia kelihatan bahagia saat bersama lo.”Kata Acha dengan suara yang bergetar. Oik sedikit kaget, tapi langsung tersenyum.
“Jadi lo sering perhatiin dia kalo lagi bareng gue…??”Goda Oik yang sukses bikin pipi Acha merah.
“Gue tau kok kalo lo sering cemburu kalo ngeliat gue bareng sama dia. kayak waktu di kelas.”Acha tersipu malu mendengarnya, ternyata Oik menyadarinya.
“Gue gak akan marah kok alo lo suka bahkan sayang sama dia. Itu hak lo. Tapi…”
“Gue hara lo gak bakal nyakitin dia lagi,”Kat Oik, Acha tersenyum dan Memeluk Oik.
“Gue serahin Ozy sama lo Cha”Kata Oik
“Thax banget Ik, Lo emang sahabat yang paling mengerti gue.”Kata Acha
“Jaga Ozy ya”Acha mengangguk.
***
Yeee!!!!
Nggantung lgi!!
Tunggu aja kalo penulis dapat ide!
Tinggalkan Komen!!
Langganan:
Postingan (Atom)