My story

Wellcome to my blog\(>.<)/

Rabu, 07 Desember 2011

Andai dia tahu

Asiik cerpen super pendek, kali ini yang paling pendek! Soalnya lagi stres -_-"

Cekidot!



Andai dia tahu


PLAK!
Tanganku masih menggantung di udara. Terasa tebal, lama-kelamaan terasa panas di telapaknya. Bergetar. Bukan hanya tangan, tapi tubuhku seluruhnya bergetar. Ada air yang mendesak keluar dari sudut mataku. Tiba-tiba tanganku menggenggam dan satu telunjuk kuarahkan tepat di depan hidungnya.
"Jangan pernah kamu kecewakan dia,"kataku dengan suara tertahan karena menahan gejolak di dada yang sulit untuk dibendung. Aku pun berlari meninggalkan kelas 3IPS1, tempat kejadian berlangsung. Tak kuhiraukan lagi pandangan heran sekaligus takjub dari teman-teman yang mengetahui peristiwa tadi.
Ya..aku..ify..aku telah menampar seseorang yang cukup terkenal disekolah ini, SMA Harapan. Dia seorang vokalis group band dan sekaligus senior panjat tebing. Dia yang lebih memilih jurusan IPS meskipun sebetulnya dia mampu untuk masuk kelas IPA. Berbeda denganku yang memang sangat mencintai IPS dan Bahasa Inggris. Dan aku dulu sempat ge er bahwa dia memilih jurusan IPS karena aku pun mengambil jurusan itu.

Kami pun dekat, lapangan basket sekolah, perpustakaan, dan dinding panjat tebing yang dibangun di depan aula sekolahku menjadi saksi kedekatanku dengan sesosok mario, rio. Dan ada satu hal lagi yang membuat kami merasa senasib, karna kami sama sama berasal dari keluarga broken home. Karna kondisi inilah, ia sering sekali pergi minum minuman keras untuk menenangkan pikirannya. Aku selalu berusaha mengingatkannya, tidak dengan seriustapi dengan bercanda sebagaimana gayaku ketika ngobrol dengannya. Menghilangkan nervous lebih tepatnya, karena selalu saja ada getar itu saat aku di dekatnya.
Kedekatan itu terbangun begitu saja. Saat aku memainkan piano sambil mengalunkan suaraku ia memandangku kagum dengan matanya, yang mampu membuatku meluluh. Meski ia menyandang gelar sebagai 'anak berandal' karena sering minum minuman keras, tetap saja, itu tak bisa menyembunyikan pesonanya yang membuat banyak siswi di SMAku jatuh hati padanya.
Dia tahu itu. Tapi aku ragu dia tahu apa yang kurasa tentangnya. Aku tak bisa dan tak terbiasa mengungkapkan isi hati. Bukankah itu menjadi 'kewajiban' cowok untuk mengungkapkan isi hatinya lebih dulu?
Aku suka dengan cewe cuek dan cerdas seperti kamu, dia pernah mengatakan itu. Bisakah itu dijadikan indikasi untuk melangkah lebih? Entahlah.
Statusnya yang tak pernah dekat dengan cewek manapun kecuali aku yang mengaku sahabatnya, membuka peluan cewek lain untuk menginginkan dia menjadi kekasihnya. Aku sendiri tak menyangka bahwa saudaraku sendiri ternyata memiliki selera cowok yang sama denganku. Karena kepandaianku menyembunyikan perasaan, sepupuku menganggapku hanya bersahabat dengannya. Sikap cueknya ternyata membuat sepupuku itu makin menggilainya. Dan malam sebelumnya, sepupuku datang khusus menemuiku untuk mengatakan bahwa betapa ia mencintainya. Itulah yang menjadi tragedi penamparan tempo hari.

Hingga kelulusan SMA, kami tak lagi sedekat dulu. Peristiwa itu menciptakan jarak diantara kami. Kulihat dia sempat dekat dengan sepupuku itu, tapi tak bertahan lama. Ia hanya ingin mengabulkan permohonanku untuk tidak mengecewakan saudaraku, shilla. Tapi aku tahu itu bertentangan dengan hatinya. Aku tahu cewek seperti apa yang bisa menarik hatinya. Pada saat yang sama, aku benar benar tak tahu mengapa ia tak pernah mengungkapkannya, ah, rio..
Tak tahukah ia apa yang kurasa? Tak mengertikah dia aku butuh kepastian untuk menahanku tetap tinggal di kota ini selepas SMA. Tamparan tempo hari kulakukan demi menyadarkan dirinya. Hey...ada aku disini. Tapi ternyata itu tak cukup mempan untuk membuatnya melangkah lebih dari yang selama ini kami punya.

SMA Harapan Bandung, akhirnya aku harus pergi darimu dan dari orang yang selama ini menghuni hatiku dan hari hariku. Kupandangi setiap sudut, lapangan basket, ruang kelasku dulu, ruang musik, tak dapat kulupakan tatapanmu yang telah meneduhkan hatiku dulu..
Aku akan pergi, membawa rasa ini entah sampai kapan. Selamat tinggal untuk seseorang yang bahkan hingga detik. Aku melangkahkan kaki meninggalkan semua kenangan ini, tetap terukir indah dihati.
Ah....andai dia tahu.

-The End-

Tinggalkan jejak :D

Sabtu, 19 November 2011

BLINK

BLINK

Gatau BLINK? NDESO!!

BLINK itu Girl Band yang penuh kualitas. Blink terbentuk tanggal 23 Juli 2010
BLINK, singkatan dari Beautiful, Lovely, Impressed, Nice, Kindly.
BLINKterdiri atas 5 personil:

1. Alyssa Saufika Umari(Ify), dia adalah finalis Idola Cilik
Twitter Ify Blink :
@ify_blink
atau
@ifyalyssa
Walau pemalu, Ify itu multi talent, cantik, suaranya ngejazz kereen banget, bisa main piano, gitar, dan lain lain.
Saat ify meng-cover 'Cinta kan membawamu kembali' dan 'Because you loved me' itu kereen banget! Yang penasaran bisa liat di youtube..

Fans ify: IFC(Ify Fans Club)

2. Sivia Azizah (Sivia/Via), Dia adalah finalis Idola Cilik 1.
Twitter Sivia Blink :
@SiviaBlink
atau
@azizahsivia
Selain cantik, Via punya suara yang kayak bidadari, kereen bangeeet! Walau orangnya itu paling nyablak kayak ponori yaa XD wkwkwk!

Fans Via: SiviaHolic

3. Ashilla Zahrantiara(Shilla), dia juga finalis Idola Cilik 1

Twitter Shilla :
@AshillaBlink
Shilla cantik, suaranya baguus, dan ngefans berat sama Justin bieber! Shilla itu narsis banget(suka foto foto), shilla juga selalu nyempetin buat nyapa fans-fansnya di akun twitternya.

Fans Shilla: Shivers(ShillaLovers)

4. Agatha Pricilla(Pricil), Dia adalah pemain Drama Musikal Laskar Pelangi.
Twitter Pricil :
@PricillaBlink
dan
@agthpricilla

Pricil itu cantik, sering dijuluki barbie. Suaranya bagus, bisa main gitar. Pricil juga ngerep di video Blink covering Price tag.

Fans Pricil: Pricilicious

5. Febby Rastanty (Febby), pemain sinetron Eneng dan Kaos Kaki Ajaib
Twitter Febby :
@FebbyBlink

Febby ini cantik banget, suaranya juga bagus. Dan jago dance. Febby juga pernah ikut lomba dance di korea(kalo gasalah).

Fans febby: Febbies


Bedanya BLINK sama GB lain:
1. BLINK itu lebih ngutamain vocal daripada dance, tapi tetep ada dancenya.
2. BLINK itu jaraang bangeet LIPSING saat on-air!

Single pertama Blink berjudul "Sendiri Lagi" mendapat banyak tanggapan positif dari masyarakat. Belum lagi dengan videoclipnya yang lucu banget. Dan kini mereka mengeluarkan 1 single lagi yang berjudul "Putih Abu Abu".

Fans Blink: BlinkStars
Twitter resmi: @BlinkOfficial

-maaf ga disertai foto mereka, karna di post lewat hp, tapi gambar mereka bisa dicari di google kok. Tertanda, sintia^^V-

Jumat, 04 November 2011

kenangan

kenangan(puisi)


Sering kulangkahkan
Semudah kutangkapkan
Serasa sulit kujabarkan

Apa kamu tahu, kalau diam-diam aku menyimpan harapan?
Yang kini mencairkan angkuhku jika teringat kehangatanmu itu
Hingga dapat menggoreskan warna pelangi diantara hatiku yang bisu
Haruskah ku mengaku semua rasaku
Seakan mungkin terbalas cintaku

Seperti embun cerminku yang jelas terhapus waktu
Dan kini kutatap temangu diantara relungku
Bagaimana kupaparkan rasa ini
Sedangkan aku belum tau pasti apa uyang kurindu darimu

Mungkin suara bising
yang meresahkan tidurku
Atau kesejukan kisah lalu
yang masih menyeruak dari nafasku
Juga likuan jalan yang membuat pegal kakiku
Dan gemercik hujan yang membuat bocor atap rumahku

Atau aku rindu,rindu yang telah pergi jauh dariku
Angin, suara bising, jalan, rumahku
Dimana dulu aku selalu menggerutu dan kini kuakui
Kau dan waktu yang berlalu telah mengubahku
Mengajariku waktu yang telah mengubahku
Mengajariku sebuah arti yang dahulu kumiliki
Untuk bisa memahami dan menghargai
Serta untuk dicintai atau juga patut disyukuri
Sebuah kenangan tempatku berdiri

Minggu, 23 Oktober 2011

Cahaya Seusai Hujan

Satu cerita pendek buat #Anniv1StRFM lagi ah XD
Tapi ini pendek banget, kritik dan saran ya :D




Cahaya Seusai Hujan


Rintikan hujan turun sepanjang hari ini, aku duduk di depan jendela kamarku. Aku merasakan rasa rindu yang menyelubungi hatiku, aku merindukan sahabatku, Rio. Waktu begitu cepat berlalu, kita sudah menginjak kelas XII, dan akan lulus, dan berpisah? Betapa menyakitkannya membayangkan semua itu. Hujan deras yang mengguyur bumi semakin membuatnya pilu. Deru angin sesekali menghempias jendela kamarku. Rio..mengapa aku begitu enggan untuk menjalankannya? Perpisahan yang nantinya akan menerja?

***
Pagi itu sangat sejuk, bahkan boleh dibilang sangat dingin. Beberapa minggu ini bandung memanglah sangat dingin.
"Pagi nona manis!"Seseorang menyapaku. Sesosok wajah yang tak asing lagi bagiku sekitar enam bulan lalu. Ia baru saja turun dari mobil papanya. Mata indahnya berbinar binar ketika mendekatiku bibirnya melukis seulas senyum, hingga jantungku ikut berloncatan menari-nari. Tenang Ify, ia sahabatmu, bukan kekasihmu. Tepisku cepat saat itu.
"Pagi juga.."Jawabku kemudian. Oh, teman sebangkuku itu sangat tampan. Tak salah, bila sejak kepindahannya kesekolahku, selalu diincar gadis-gadis cantik.
"Kedinginan yo? Belum tahan juga dengan udara kotaku?"Tanyaku mencoba memecah hening yang tercipta sejenak.
"Ya. Untung ada senyum manis yang menghangatkan pagiku"tukasnya sedikit menggigil. Kulihat kau menautkan kedua tanganmu, dan menggosokkan-gosokkan pelan.
"Ih, pagi-pagi uda gombal aja,"balasku cepat. Duh, kenapa jadi GR ya?
Lalu kami pun beriringan menuju kelas. Melewati pohon beringin tua dengan akar gantung yang menjuntai ke tanah. Hmm.., sejuknya. Bunga-bunga di taman sekolah mulai bermekaran, menyambut mentari yang muncul pelan ke penjuru persada. Seperti gadis remaja yang malu bertemu kekasihnya. Beberapa siswa sudah berdatangan. Kulirik jam tanganku, pukul 6 lewat 10 menit. Masih terlalu pagi. Tapi sekarang hari senin, waktunya upacara bendera.
Kelasku berada agak jauh dibagian paling ujung, setelah melewati ruang demu ruang, nuansa dinding bercat biru menambah cerah sekolahku. Sampai dimulut pintu, bel masuk tanda upacara pun berbunyi. Kami segera berhamburan ke lapangan upacara. Tiba-tiba kurasakan nyeri diperut. Makin lama makin sakit. Selanjutnya aku tak tau apa yang terjadi. Pada saat membuka mata, kulihat ruangan yang serba putih dan aroma obat yang menyengat. Aku tergolek di UGD Rumah Sakit. Kata pak Atok aku pingsan hampir satu jam. Dokter memeriksaku dengan intensif. Setelah selesai beliau memberi resep untuk ditebus ke apotek. Ruangan kami kembali sepi, karna pak Atok menghubungi orang tuaku. Tinggal aku ditemani Via dan Rio..
"Ify? Kamu sudah sadar?"Pedar-pedar bahagia terpancar dimata Rio, melihat aku sudah siuman.
"Minutm dulu tehnya. Sini aku bantu.." Rio mengulurkan gelasnya padaku, dan membiarkan aku minum beberapa teguk. Tiba-tiba tanganku gemetar, dan gelas itu hampir terjatuh. Dengan sigap, rio menangkapnya. Saat itu tanganku dan tangan rio tak sengaja saling bersentuhan.
Entah apa yang difikirkan Via? Ia tersenyum simpul, sembari berdehem menggoda Rio. Dengan buru-buru kutarik tanganku. Pipiku terasa panas karena malu.
***
Petir menyambar halaman samping rumahku. Aku tersentaj dari lamunan. Rio, kau begitu baik. Kau sahabat paling menyenangkan. Namun kebaikanmu makin lama makin menyakitiku. Tanpa kusadari hatiku pun terbawa olehmu. Kedekatan kita setiap hari, menimbulkan buih-buih rindu. Akankah seperti buih di lautan yang hilang dihempas gelombang?
Kuintip hujan tirai jendela. Masih menyisakan gerimis kecil bercampur angin semilir. Dingin merambati tubuhku, juga hatiku. Tiba-tiba aku teringat sweater cokelat bergaris horizontal, pemberian Rio pada hari ulang tahunku.
'Aku menabungnya dengan uang jajanku selama satu bulan untuk membeli ini, pakailah fy..'
Kudekap erat jaket itu sepenuh hati. Seperti ada sesuatu yang mengiris hatiku. Beginikah rasanya rindu? Dari arah depan, kudengar seseorang mengetuk pintu. Kuseret langkah yang terasa berat sambil menyusut air mata. Saat pintu kubuka, sebuah senyum mengambang dihadapanku. Mengenakan kemeja bermotif kotak setengah lengan, serta celana jins biru membalut tubuhnya.
Aku terpana sejenak.
"Rio..liburan belum habis, kamu sudah datang?"Tanyaku bodoh.
"Tak bolehkah aku merindukan sahabatku? Berjauhan denganmu sangat membosankan. Aku merindukan nona manisku.."
Aku tak bisa berkata-kata lagi. Kulihat cayaha berkilauan di bening matanya. Cahaya rindu yang kuinginkan selama ini. Langit pun menjadi terang seusai hujan. Seterang hatiku yang bercahaya..

The End

Selasa, 18 Oktober 2011

Buku Lama..

Buku Lama..

(RIFY STORY WRITING#Anniv1stRFM)

 

 

Pernah kah kau mengingatnya?

 

Aku menyentuh tuts-tuts didepanku. Terdengar not-not yang saling berhubungan ditelingaku. Perlahan, aku sedikit mempercepat pergerakan jari-jariku. Alunan-alunan yang begitu lembut, mengalir begitu saja membentuk lagu symphony Schubert. Aku menghentikan gerakan jariku diakhir lagu. Kelopak mataku terbuka. Aku melihat sekeliling. Hampa, hanya ada aku sendiri diruangan ini. Apa tadi malam aku bermimpi lagi? Sepertinya itu semua mimpi. Berharap sesosok sabahat yang kurindukan kembali? Datang dan tersenyum lagi padaku? Mungkin ia kini sudah terlalu sibuk dengan kehidupannya yang baru. Kurasa cukup mendengar ia bahagia, ia tersenyum dilayar telivisi.

Aku menyentuh tuts-tuts itu kembali, merasakan nada-nada indah mengalun, seperti menari-nari, membentuk symphony. Jariku sedikit bergetar, kutumpahkan segala emosi, curahan hati, serpihan kerinduanku di setiap tuts yang kutekan. Nada-nada yang sederhana, tidak istimewa tapi berbeda.

 

‘Tek’Suara pintu itu menyadarkanku.

“Maaf non ify bila saya mengganggu?”Kata Bi Minah dengan nada sedikit tidak enak.

 

“Ga papa kok bi, ada apa ya?”Tanyaku tanpa mengubah posisiku.

 

“Ini non, bibi cuma mau ngasih surat yang tadi di antarkan kesini”

 

“Taruh di meja aja bi”Ucapku, Bi Minah menaruh beberapa lembar surat diatas meja.

 

“Saya permisi dulu non”Bi Minah keluar. Aku  menghela nafas panjang lalu menggerakan kursi rodaku menuju setumpuk surat yang diletakkan diatas meja tersebut.

Aku, Alyssa Saufika yang biasa dipanggil Ify. Aku terlahir seperti anak lainnya, tapi saat berumur 7 tahun aku mengalami kecelakaan yang membuatku duduk dikursi roda hingga kini.

Perlahan ku teliti surat-surat itu, tak ada, tak ada surat darinya..Tunggu dulu? Apa itu? Sebuah surat jatuh dari tangaknku ke pangkuanku, aku mengambil surat tersebut dan membukanya.

***

Kertas-kertas yang telah kusam

 

 Seorang gadis dengan seragam putih abu-abu membaca buku sendirian diatas kursi rodanya, tiba-tiba bukunya direbut.

“Hei itu bukuku!”Ucap gadis itu, Ify.

 

“Kenapa emangnya? Lo mau ambil ini? Ayo ambil..”Gadis yang merebut buku ify itu memegangi buku ify didepan wajahnya sehingga ify tak dapat meraihnya.

 

“Please mi, balikin bukuku”Kata Ify dengan nada sedikit memohon. Gadis itu, Misya, semakin tertawa.

 

“Kenapa? Ga bisa ngambil ya? Oh iya gue lupa lo kan CACAT, hahaha”Ify sedikit menunduk.

 

‘Tak’ Seseorang merebut buku itu dari tangan Misya.

 

“Yaampun Misya, kenapa sih lo itu selalu aja ngegangguin Ify?”

 

“Bukan urusan lo yo”kata Misya pada Rio.

 

“Apa jangan-jangan lo iri lagi sama Ify?”Kata Rio.

 

“Iri? Please deh yo, masa gue iri sama si Cacat itu?”

 

“Jaga omongan lo, kalo bukan iri apalagi?”

 

“Serah lo deh”Misya memutuskan untuk tidak berurusan lebih panjang dengan Rio dan pergi.

 

“nih fy, buku lo”Rio memberikan buku itu pada Ify.

 

“Thanks yo”

 

“Udahlah fy, gausah sedih gitu, kan ada gue! Sahabat lo yang akan selalu ada buat elo!”Kata Rio sambil menunjukan senyum ramahnya, perlahan senyum terukir diwajahku.

 

“Iya yo”

***

Pagi itu ulang tahun Ify ke 17.

 

“Hari ini gimana kalo kita ngerayain ultah lo di cafe fy? Pulang sekolah.”Kata Rio

 

“Yakin yo?”Ify sedikit ragu.

 

“Pasti! Gue janji deh”Dua remaja itu melingkarkan kedua jari kelingking mereka.

 

“Janji kelingking”ucap mereka bersama lalu tertawa bersama.

***

Kumpulan kertas-kertas yang mengisahkan cerita

 

“Mario, apa kamu baru menciptakan lagu ini?”Tanya seorang wartawan pada Mario, atau yang lebih sering dipanggil Rio.

 

“Engga, saya menciptakannya dulu saat masih SMA”kata Rio sambil tersenyum.

 

“jadi pengen dengar, bisa kamu nyanyikan sedikit?”

 

“tentu,” “Semoga dirimu disana kan baik-baik saja untuk selamanya disini aku kan selalu rindukan dirimu”Suara yang sangat lembut itu mengalir begitu saja dari mulut Rio. Entah mengapa lagu itu membuatnya termenung sejenak.

 

“Oh iya, lagu itu terispirasi dari siapa nih?”

 

“...Dari sahabat baikku,”

 

“Wah, RISE pasti ga sabaran nonton konser kamu dua bulan lagi..ya kan mario?”

 

“Eh, iya, jangan lupa nonton ya dua bulan lagi”Rio embali menunjukan senyumnya. Pikirannya tidak konsen akhir-akhir ini. Hingga wawancara selesai rio kembali ke kamarnya dan menghempaskan tubuhnya. Tanggal berapa nih? Pikirnya sambil melihat Blackberrynya. 23 Oktober? Rio memejamkan matanya.

***

Memori tentang masalalu

Yang mungkin sudah tak kau ingat lagi

 

Ify menggerakan kursi rodanya kearah rio yang sedang tersenyum kearahnya. “Ifffyy!!”Rio melambai-lambaikan tangannya, Ify tersenyum kecil sambil menjalankan kursi rodanya.

 

“sudah siap tuan putri?”Tanya rio.

 

“Kok tuan putri?”

 

“Gapapa kan?”

 

“iyaiya”Ify mengangguk-ngangguk.

 

“Yaudah yok, nanti kesorean”Rio mendorong kursi roda Ify yang tersenyum penuh kebahagiaan.

 

“RIOOO!”Rio menghentikan langkahnya dan berbalik, sosok Alvin muncul disana.

 

“Kenapa vin?”Tanya Rio

 

“kontes pencarian bakat itu dipercepat, hari ini..limabelas menit lagi”Kata Alvin yang membuat Rio sangat terkejut.

 

“Tapi..”Rio sedikit melirik Ify.

 

“Tapi kenapa lagi sih yo?”Alvin sedikit sebal. Ify melirik kearah Rio lalu sedikit menunduk. Ify tau, kontes pencarian bakat itu telah ditunggu-tunggu oleh Rio,  sudah lama ia berlatih untuk kontes ini. Apa Ify akan rela membiarkan sabahatnya ini membuang mimpinya hanya demi dirinya semata?

 

“Tapi..gue sudah..”

 

“Rio akan pergi”Potong Ify. Rio menoleh pada sahabatnya itu.

 

“Ify?”

 

“Kamu pergi kan yo ke kontes itu? Kamu akan memenangkannya kan?”Ify menatap Rio dengan senyuman yang terukir diwajahnya.

 

Meski sedikit ragu Rio tersenyum,

“Yaudah, kalo gitu aku pergi dulu ya fy, aku janji bakal datang nanti tanggal 24 Oktober!!”Ucap Rio sambil pergi meninggalkan Ify.

 

Ify diam ditempatnya Aku akan menunggu yo, sampai tanggal 24 Oktober batin Ify.

***

Ingatkah kau? Buku lama yang kau tinggakan

 

Empat tahun lamanya aku terus menunggu, ini sudah keempat kalinya ’24 Oktober’ berlalu. Aku diam menatap surat didepanku. Apa kau sedang bermimpi alssya? Perlahan kubuka amplop surat itu.

 

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ify,

Aku akan datang, ingat kah? Aku berjanji akan datang, 24 Oktober..

Aku harap kamu ingat..

Semoga dirimu disana kan baik-baik saja..untuk selamanya..

Disini aku ‘kan selalu Rindukan dirimu..wahai sahabatku..Rindukan dirimu..

 

Sahabatmu,

Rio J

------------------------------------------------------------------------------------------------------

 

Benarkah ia yang mengirimkan ini? Tapi ini sudah tanggal 24 Oktober. Apa ia hanya berbohong padaku? Apa ia tak datang lagi?

Aku berjalan dan duduk di depan pianoku.

Aku menekan tuts-tustsnya.

 

Semoga dirimu disana kan baik-baik saja..untuk selamanya..

Disinii..

 

Aku menghentikan nyanyianku, tak sanggup melanjutkannya, airmataku mulai meetes.

 

Disini aku kan selalu rindukan dirimu..Wahai sahabatku..

 

Suara itu? Aku berbalik dan benar sosok itu, Rio, sahabatku. Rio berlari kearahku, sedikit berjongkok dan memelukku. Seketika aku tau, aku sangat merindukannya, sangat amat merindukannya, sahabat terbaikku, Rio. Rio melepaskan pelukannya.

 

“maaf fy, gue gapernah datang, ini sudah empat tahun lamanya dan gue...”Aku menempelkan jari telunjuku ke bibirnya.

 

“Kamu tau? Aku ini ‘buku lama‘ yang selalu mengharapkan kedatanganmu, buku lama yang berharap kau membukaku seperti dulu,tapi? Hei, aku ini hanya buku lama yang berisi kertas kertas kusam, tidak menarik dan aku ini hanya buku lama yang merindukan sahabatnya.. ”Rio kembali memelukku.

 

“Dan kau tau? Kau adalah buku lama yang selalu berada dihatiku, sahabatmu..”bisik Rio.

 

 

***

Kini aku menekan tuts-tuts pianoku, tersenyum dan menyanyi bersama sahabatku, Rio.

 

berjanjilah wahai sahabatku

bila kau tinggalkan aku tetaplah tersenyum

meski hati sedih dan menangis

ku ingin kau tetap tabah menghadapinya

 

bila kau harus pergi meninggalkan diriku

jangan lupakan aku

semoga dirimu di sana 

kan baik-baik saja untuk selamanya

di sini aku kan selalu rindukan dirimu

wahai sahabatku

 

berjanjilah wahai sahabatku

bila kau tinggalkan aku tetaplah tersenyum

meski hati sedih dan menangis

ku ingin kau tetap tabah menghadapinya

 

bila kau harus pergi meninggalkan diriku

jangan lupakan aku

 

semoga dirimu di sana 

kan baik-baik saja untuk selamanya

di sini aku kan selalu rindukan dirimu

wahai sahabatku

 

bila kau harus pergi meninggalkan diriku

jangan lupakan aku

 

semoga dirimu di sana 

kan baik-baik saja untuk selamanya

di sini aku kan selalu rindukan dirimu

wahai sahabatku

 

rindukan dirimu..

 

 

 

Pernah kah kau mengingatnya?

Kertas-kertas yang telah kusam

Kumpulan kertas-kertas itu mengisahkan cerita

Memori tentang masalalu

Yang mungkin sudah tak kau ingat lagi

Buku lama..

Buku lama yang selalu mengharapkan kedatanganmu

Buku lama yang berharap kau membukanya seperti dulu

Buku lama yang merindukan sahabatnya

 

THE END

 

 

Mungkin kalian bertanya tanya kenapa aku tidak memberi judul 'RIFY STORY WRITING#Anniv1stRFM'? jawabannya adalah, aku merasa cerpen ini tidak pantas, disamping aku hanya amatiran-sangat amatiran- awalnya aku mengetik cerita ini, mengalir begitu saja, lalu pada akhirya masuklah unsur percintaan, karna memang ga boleh ada unsur itu, akhirnya aku delete dan kubikin dengan sistem kebut, jadilah karya gagal ini,

kritik dan saran ya :)

 

*kalo menurut kalian gapantas aku terima :) tapi kalo pantas makasih banyak*