My story

Wellcome to my blog\(>.<)/

Jumat, 19 Agustus 2011

Peri Cintaku & Akan Berakhir Indah(cerpen)

Masih ada yang ingat cerpen lamaku? Peri Cintaku judulnya.. Banyak yang ngomen "Rasanya nggantung banget, maka dari itu, aku memutuskan untuk membuat satu lagi cerpen ringan pelengkapnya"

maaf kalo tidak sesuai menurut pada penbaca, aku juga masi Amatiran, so mangap mangap saja yaa,,


Peri cintaku(cerpen)



‘kau bukanlah untukku,
meski ku tahu ku menyayangimu,
perbedaan ini menghambat kita berdua,
cinta tak mungkin terjadi,
diantara kita berdua
Tapi aku akan tetap mencintaimu’



‘Drtt…’Aku mengmbil hpku yang terletak di atas meja belajarku. Ku lihat, ada sebuah pesan masuk.

--------------------------------------------
From : IfyMyLove

Rioo…Aku kangen…^^
---------------------------------------------

Pesan itu dengan sekejab mampu membuatku tersenyum. Ify. Gadis yang telah merebut hatiku saat menginjakan kaki di SMA Jaya 1. tampilannya yang sederhana dan manis itu telah membuatku jatuh hati padanya.Dan kami masih berhubungan hingga kini.mungkin kira kira kami sudah berpacaran selama 4 tahun 7 bulan. Aku sangat hapal.

Tanggal 6 Desember, hari yang sangat membahagiakan bagiku dan Ify. Bertepatan dengan ulang tahun Ify aku dan Ify jadian. Lalu mataku tertuju pada sebuh figura foto.

Sebuah Figura berwarna biru dan dihiasi dengan tulisan ‘Forever Love’. Didalamnya terdapat fotoku dan Ify yang baru saja jadian dan masih menggunakan baju seragam SMA Jaya 1. Sungguh kenangan yang takkan kulupakan…

------------------------------------------------
To : IfyMyLove

Aku juga kangeeen banget sama kamu
Fy…<3 Kamu lagi ngapain nih? Sudah Makan belum? ------------------------------------------------- Aku memang termasuk protectif sama Ify, tapi Ify gak pernah marah seperti cewek cewek pada umumnya. Ify malah senang dan itu yang membuatku semakin suka, sayang, cinta padanya. Ia selalu bisa menerima kekurangan dan kelebihanku. Segalanya. Walau aku sedang dalam masalah, dia selalu mensuportku. Dan aku selalu bahagia bersamanya. Sangat bahagia. --------------------------------------------- From : IfyMyLove Lagi mikirin kamu yoo… Aku udah Makan kok... Sekarang aku udah gak telat makan biarpun sedikit saja… Karna ada kamu yoo…^^ --------------------------------------------- Ify memang sering telat makan hingga magnya kambuh dan sudah beberapa kali Ify masuk rumah sakit karnanya. Tapi kebiasaan itu mulai menghilang seiring waktu berjalan. ---------------------------------------------- To : IfyMyLove Iya ifyku…^^ ---------------------------------------------- From : IfyMyLove Yo, kamu janji kan akan selalu berada di sampingku? Selalu beraa di sisiku? ---------------------------------------------- Tiba tiba sebuah pertanyaan melintas di benakku. ‘Apa aku bisa terus bersama dengan Ify? Apa itu mungkin?’ Rasa aneh ini tiba tiba meliputi hatiku. Kenapa aku sekarang tidak bisa mengatakannya? Kenapa sekarang aku tidak yakin? Apa aku bisa? Apa itu mungkin? ---------------------------------------------- To : IfyMyLove Ofcourse My Princess :) ---------------------------------------------- Hanya jawaban itu yang bisa ku berikan sekarang. Memang tak terlalu meyakinkan, tapi hanya itu jawaban yang bisa ku berikan…setidaknya untuk sekarang. *** Saat ini. Hal itu terjadi. Hal yang paling kutakutkan kini terjadi. Saat bintang suci itu mulai redup. Saat keyakinan itu mulai menghilang. Saat keraguan itu semakin menyelimutiku. Kini terjadi… “Apa yang sekarang harus kita lakuin yo?”Tanya Ify sambil menagis di sebelahku. Ia menyandarkan kepalanya di bahuku. Mulutku serasa kaku. Sekarang aku tak bisa menjawab pertnyaannya. Aku terdiam. Aku berbeda dengan Ify. Aku berbeda dengannya. Kenapa aku baru ingat akan hal itu? Orang tua kami tidak menyetujui hubungan kami, yah karna Ify beragama Islam, sedangkan aku? Aku berbeda dengannya… *** @Rumah Ify Semenjak kejadian Ify yang memperkenalkan Rio kepada kedua orang tuanya, sering sekali keributan terjadi di rumah itu. “IFY! Cukup! Kamu ini bagaimana sih, kamu itu muslim fy! Papa gak setuju kamu berhubungan sama si Rio itu!”bentak Papa Ify “Ify ga perduli pa! Ify sayang sama Rio!! Dan Ify akan tetap sayang sama Rio apapun yang terjadi!”Kata Ify. “Kamu ini! Anak keras kepala!”Papa Ify semakin terbawa emosi ‘Plak!’sebuah tamparan keras mendarat di pipi kiri Ify. Sungguh menyakitkan. Seseorang yang sangat di sayanginya kini menyakitinya. Menggali lubang dalam di dalam hatinya. Mata Ify semakin berkaca kaca. Ify menatap ayahnya penuh kepedihan. Penuh rasa kecewa. “PAPA JAHAT!!!”Ify langsung berlari dari tempat itu. berlari kekamarnya. Mungkin hanya itu yag dapat di lakukannya sekarang. Sementara sang ayah hanya bisa menatap telapak tangan yang telah menyakiti anaknya itu. Menyesal? Mungkin. >>

“Even if our love can’t be one I’ll still love you my Ify…”Gumamku sambil menutup mataku. Ku ambil belembar kertas dan ku tulliskan perasaanku saat ini…
“Rio..”Pangil kak Angel dari luar.
“Masuk aja kak…”Kataku. Perlahan pintu terbuka. Kak Angel masuk dan duduk di sebelahku.
“Lo ga papa yo?”Kata kak Angel lirih
“Ga papa…”
“Gue tau perasaan lo yo, gue juga pernah ngalamin itu. saat gue salah jatuh cinta. Saat gue bersama dengan Riko dulu. Cinta yang takkan menyatu karna perbedaan itu…”Kata kak Angel, emosiku memuncak. Bahkan sudah tak terkendali lagi.
“BEDA KAK!! ITU GAK SAMA! GUE CINTA SAMA IFY!! APAPUN YANG TERJADI! GUE DAN IFY ADALAH SATU! IFY ADA DI DEPAN GUE! DAN GUE BERHAK MENCINTAI DIA!”Bentakku. Entahlah, perasaanku kini sangat kacau. Aku pergi. Pergi dari tempat itu. Aku takkan sanggup menatap mata sayu itu kembali mengeluarkan air mata. Aku sudah kembali mengingatkan kak Angel dengan kak Riko. Mungkin memang aku jahat. Kak Angel dan Kak Riko.

FB on

Angel dan Riko. Tinggal satu minggu lagi mereka akan bertunangan dan beberapa bulan kemudia mereka akan menikah. Tapi apa yang terjadi? Dan hari ini merupakan hari kepulangan Riko dari Singapur. ‘Prakk!’Angel menoleh kea rah sebelah lantai kamarnya. Matanya tertuju pada sebuah figura yang terjatuh ke dekat ranjangnya.
Angel berjalan mendekat ke arah figura yangterjatuh itu. Ia mengangkat figura itu. Fotonya dan Riko. Ia melihat pecahan kaca dari figura itu. Ia memunguti beling yang berserakan itu, tapi… “Aww…”Ringis Angel. Tak sengaja jari telunjuknya terkena pecahan kaca tersebut. ‘Apa yang akan terjadi?’Batin Angel. Tapi ia membuang jauh jauh pikiran negativenya itu, ‘Berfikirlah positive, takkan ada yang terjadi…’Batinnya. Tapi apa semua itu benar? Sepertinya tidak. Kini Angel terdiam di depannya. Di depan makam Riko. Riko yang telah di tunggunya kini mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan menuju ke rumah Angel. Sakit? Kecewa? Itulah yang kini ia rasakan.
Hanya satu minggu,,, Kenapa waktu tak dapat menunggu hingga saat itu? Kenapa takdir itu harus berputar secepat itu? Semenjak kepergian Riko itu Angel terus membayangkan Riko berada bersamanya. Orang tua dan keluarganya menjadi sangat khawatir dengan perkembangan kejiwaan Angel. Bukan hanya mereka, Riko juga menangis melihat keadaan Angel saat ini. Orang yang sangat di sayanginya. Di cintainya dengan sepenuh hati. Kini Angel selalu mengajak bicara sebuah boneka kelinci yang pernah Riko berikan padanya saat ‘Anniversary’ mereka, hingga orang orang mengatakan ia mengalami shyok berat akibat perginya Riko dan tekanan yang terlalu besar itu juga bisa menyebabkan stress hingga mengalami gangguan jiwa atau lebih tepatnya gila
“Riko? Kenapa kamu ga jawab sih?”Tanya Angel sambil menatap boneka kelinci yang tersenyum itu. Angel menunggu jawaban dari boneka itu, tapi…tetap ia tak mendengar satupun jawaban dari boneka itu. Angel terus tersenyum sambil menunggu jawaban. Setetes air mata mengalir dari matanya. “Jawab Rikoo…”Kata Angel sambil menggoyang goyangkan boneka itu dengan air mata yang sudah membanjiri pipinya. Riko menangis di hatinya. Riko berjalan mendekat ke Angel. Menatap Angel yang sedang menangisinya. “Aku sayang kamu…Aku ga mau liat kamu sedih…”Gumam Riko tepat di depan teliang Angel walau ia tak dapat melihat Riko.
“Riko?”Gumam Angel “Aku ga mau kamu kayak gini…aku ga bakalan tenang kalo kamu kayak gini terus…Aku sayang sama kamu…Tapi sekarang aku takkan bisa ada di samping kamu…Cinta kita memang telah mati… Tapi ketahuilah, aku selalu ada di sini…Di hati kamu…Di sisimu…Di relungmu…Selamanya…Dan aku ga akan pernah pergi dari sana…Selamanya”Kata Riko. Kini Angel sadar. Ia salah…Ia telah menyiksa Riko. “Aku juga sayang sama kamu Ko…”Gumam Angel sambil memeluk boneka itu. Perlahan senyum mengembang di bibir Riko. Ia kini pergi. Pergi dengan lebih tenang. Bayangannya semakin kabur hingga benar benar menghilang…

FB off

>>>

Ify sedikit mengintip keluar kamarnya, sepertinya mama dan papanya sedang berdebat tentang sesuatu. “Cukup ma! Papa gak mau anak kita satu satunya berhubungan dengan orang yang tak seiman dengannya!” “Tapi pa, kita bisa kan melakukan cara lain” “Gak ma, ini cara satu satunya, gak ada lagi cara untuk menghadapi anak keras kepala itu!” “Tapi bila Ify pergi ke Australia, mama pasti akan kesepian pa!” “Gak ada cara lain ma, Cuma ini satu satunya jalan”Ify sangat shyok mendengar itu semua. “You’ll always in my heart what ever gonna happen…”Gumam Ify sambil menangis dikamarnya. “Kenapa ini harus terjadi padaku dan Rio? Kenapa harus perbedaan ini yang menghalangi kami? Kenapa?”Kata Ify sambil menatap luar jendela kamarnya. “Aku butuh kamu yoo…”Gumam Ify sambil mengambil i-phonenya.
----------------------------------------------
To : MyMario

Tunggu di taman, aku ke sana…
----------------------------------------------
From : MyMario

Aku OTW…Kamu hati hati ya…
Wait for me…
----------------------------------------------
To : MyMario

I will…
----------------------------------------------

Ify menatap jendela itu. Ify mengambil ponsel dan dompetku. Ia membuka jendela itu agak lebar lalu keluar dari jendela itu. Ia mengendap endap lalu berlari keluar dari rumah itu.

>>

Aku menatap sekeliling. Aku masih belum menemukan keberadaan Ify. Mana dia? Apa sesuatu terjadi padanya? “Rio!”Aku sedikit memutar tubuhku. Ify sedang berjalan ke arahku. “Ify? Pipi kamu……?”Kataku melihat pipi Ify yang sedikit memerah, bahkan membiru. Aku ingin menyentuh pipi itu, tapi tiba tiba tangan Ify menahanku.
“Kita bicara di café ya…”Pinta Ify, aku sedikit mengangguk lalu kami memasuki mobil dan pergi ke café yang biasa kami kunjungi. Café itu memang tak terletak terlalu jauh dari taman tempat kami tadi berada.
“Ayo turun fy,”Kataku. Ify masih terdiam di tempatnya. Pandangannya kosong kedepan. Aku tau pasti tadi terjadi sesuatu lagi dengannya, yang menyababkan pipinya membiru seperti itu. “What happen to you? Is there any problem?”Kataku lembut sambil menggenggam tangannya lembut. “…”Ify masih diam dan sedikit menggelengkan kepalanya. Aku menghela nafas pelan.
“If you don’t want to talk about it now……”
“Papa marah lagi yo…”Air mata Ify mulai menetes lagi. Membuat sebuah sungai kecil mengalir di pipinya. Perlahan tanganku mengelap air matanya.
“Yaudah, sekarang kita makan dulu ya…”Kataku lalu turun dari mobil bersama dengan Ify dan memasuki café itu. Saat kami memasuki café itu seorang wairtres menghampiri kami. “Mau pesan apa?” “Stroberry ice colame dua nasi goreng seafood dua dan pudding vanilla cream satu”Kataku, waitress itu menulis pesanan kami.
“tunggu sebentar ya, mas mbak”Waitress itu beranjak pergi.
“Iya”Jawabku. “Yo, nanti kita jalan jalan yok!”Ajak Ify dengan senyumannya. Seakan tak pernah ada yang terjadi. Tapi, bukankah memang itu yang ku harapkan? Tentu…aku akan membuatnya sedikit melupakan masalahnya…walau hanya sedikit.
“Ofcourse…”kubalas senyum manisnya itu. lalu pandangan kami beralih ke panggung café.
Menatap indahnya senyuman di wajahmu
Membuatku terdiam dan terpaku
Mengerti akan hadirnya cinta terindah
Saat kau peluk mesra tubuhku, oohh
Aku tersenyum mendengar lagu itu. Kugenggam tangan Ify. Aku memang tak ingin kehilangan Ify, aku tau itu.
Banyak kata yang tak mampu ku ungkapkan
kepada dirimu
reff:
Aku ingin engkau selalu
hadir dan temani aku
di setiap langkah yang meyakiniku
Kau tercipta untukku
Meski waktu akan mampu
Memanggil seluruh ragaku
Ku ingin kau tahu
ku selalu milikmu
yang mencintaimu
sepanjang hidupku
Ku tau ini memang sangat menyulitkan bagiku dan baginya tapi apa ini semua bisa kami lewati?
Sungguh hanya lah dirimu
yang aku cintai
Dan sungguh ku kan di sisimu
hingga ku mati
repeat reff
Aku ingin engkau selalu
hadir dan temani aku
di setiap langkah yang meyakiniku
Kau tercipta untukku
Meski waktu akan mampu
Memanggil seluruh ragaku
Ify memalingkan pandangannya padaku lalu tersenyum. Aku membalas senyuman manis itu. Apa yang ku pikirkan? Aku akan terus berjuang, mempertahankannya.
Ku ingin kau tahu
ku selalu milikmu
yang mencintaimu
sepanjang……hidupku
“Yo,”panggil Ify
“Kenapa fy?”
“Itu…”Kata kata Ify terpotong
“Silahkan menikmati”Aku dan Ify mengalihkan pandanganku, ke seorang witress yang sedang menaruh pesanan kami. Kamipun menghentikan pembicaraan kami dan menyantap pesanan kami.
>>
Setelah pergi berjalan jalan, aku mengantrkan Ify kembali ke rumahnya, meski tak langsung ke depan rumahnya. “aku pulang dulu ya Fy”kataku sambil mengelus rambut Ify “Iya yo,”aku berjalan menjauh kea rah mobilku. Ku buka pintu mobilku. Perasaan aneh kembali menyelimutiku…bukan seperti yang lalu…perasaan ini? Khawatir?Takut? Entahlah…
>>
Ify berjalan mendekat menuju pintu depan rumahnya, entah apa yang ia pikirkan saat ini, apa ia lupa bahwa ia ia pergi mengendap endap tadi atau memang ia sengaja? Wajahnya tampak yakin dan siap. Sepertiny ia mmemang berniat melakukan sesuatu.
“Kamu dari mana Ify?!”seseorang telah menunggu Ify di depan pintu rumahnya
“Menurut anda?”tanya Ify balik dengan dingin. “Kamu ini……,Jangan bilang tadi kamu habis pergi sama si Rio itu? Benar itu?!”Kata papa Ify sedikit membentak. “Menurut anda?”lagi lagi kalimat itu yang terlontarkan dari bibir Ify. Ayahnya semakin geram dengan kelakuan Ify. “Kamu ini, semakin hari semakin tak bisa di atur! Semakin kurang ajar!”Ify langsung memotong kata kata papanya. “Dan itu semua karena Papa! Ify seperti itu karena PAPA!!”Ify mulai terbawa emosi “Anak kurang ajar kamu!”Tangan papanya mulai bergerak. Ify menutup matanya, dan‘Plakk!’Sebuah tamparan kerasa mendarat di pipi Rio! Tamparan itu sangat keras sehingga ujung bibir Rio sedikit robek dan mengeluarkan cairang merah, darah…
“Rio…”gumam Ify lirih sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya. “Jangan sakiti Ify lagi om”kataku. “Kamuu…”Ify langsung memotong kata kata papanya.
“Cukup pa! CUKUP!! Papa jahat tau gak pa! Udah cukup papa nyakitin Ify. Dan sekarang..sekarang papa juga udah nyakitin Rio…orang yang paling Ify sayangi pa! Pa..Papa jahat!!”Ify langsung berlari. Aku yang melihat itu semua langsung berlari mengejar Ify. Papa Ify terpaku di tempat. Lagi lagi ia melakukan sesuatu yang salah, sebuah kesalahan yang snagat fatal.
>>
“Ify!”Aku terus berlari mengejar Ify yang terus berlari di depanku “Ify”Aku berhasil meraih tangan Ify, Ify terdiam sejenak lalu berbalik. “Biar aku obtain luka kamu..”Kata Ify, aku sedikit mengangguk. “Di mobil aja ya,,”pinta Ify sambil berjalan. Aku kembali mengangguk walau Ify tak melihatnya. “Masih sakit yo?”Kata Ify sambil mengobati ujung bibirku. “fy...” “Kenapa yo?” “Cerita sama aku, semuanya…”Ify sedikit menghela nafasnya. “Aku bakalan pindah kak..ke rumah tante aku yang di Aussie”Aku terdiam, tak mampu berkata kata lagi.
“Bawa aku yo, aku ga mau pergi.”Kata Ify.
“Gak Fy, aku ga bisa”Ify kaget mendengar ucapanku. Ia membuka pintu mobil, turun dan berjalan pergi. Aku pun turun dan mengejarnya, “Ify!”Aku meraih tangannya
“You’ve promise to me”Mata Ify tampak berkaca. Rintikan hujan mula membasahi kami.
“Yes, I’ll never leave you…I’ll always love you…And I’ll never forgive my self If you should fell that pain again…” Kataku sambil mengelus rambutnya lembut.
“Tapi yo? Aku cinta sama kamu. Gak ada yang bisa memisahkan kita. Bukan papa, Bukan juga perbedaan kita. Tuhan itu satu yo, jadi apapun perbedaan kita kita tetap satu”

“Aku juga cinta sama kamu fy. Tapi aku tetap tau fy, papa dan mama kamu butuh kamu. Mereka sayang sama kamu” “Nggak yo!! Mereka gak sayang sama aku! Buktinya mereka gak mu biari aku bahagia sama kamu!”

“Mereka sayang banget sama kamu tapi mereka juga gak bisa nerima perbedaan kita. Aku tau kamu cinta sama aku, aku juga cint sama kamu. Cinta itu memang Buta. Tak melihat perbedaan. Tapi bagaimanapun juga, restu dari kedua orang tua kamu juga penting.”Rintikan hujan terus membasahi kami. Mengisi kehampaan diantara kami.

“Fy,, Pergilah…dan biarkan kekekalan cinta diantara kita kan slamanya berada di hati. Jangan biarkan cinta itu mati, tapi tanpa keegoisan cinta.”Aku mencondongkan kepalaku. Perlahan ify menutup matanya, merasakan hembusan lembut nafasku yang semakin lama-semakin kuat menyapa wajahnya. Membiarkan jarak antara kami terhapuskan mengikuti kuatnya getaran dalam dada kami yang semakin terbawa oleh indahnya saat ini. Meski mungkin inilah akhir dari kisah kami.
>>
“Yo!”Aku terbangun dari lamunanku. “Kenapa yel?”Tanyaku pada iel. “Udah saatnya tampil.”Kata Iel. Sudah bertahun tahun sejak kejadian itu. Dan kini kejadian itu kembali berputar di dalam otakku. Kini aku adalah seorang penyanyi. Sekian lama aku tak bertemu dengannya dan kini…

“Malam semuanya,,”Sapaku. Sorot sorot lampu mengarah kearahku.

“Riooo!!!”

“Hari ini kami akan membawakan dua buah lagu yang sangat bermakna bagiku, langsung aja ya, Cinta Tak Harus Memiliki”

Ify,, nama itu masih berputar di otakku sampai kapanpun juga. Lagu ini ku nyanyikan untukmu fyy,,
Cinta memang tak selamanya bisa indah
Cinta juga bisa berubah menjadi sakit
Begitu yang ku rasakan kini
Perih hatiku tinggal kehancuran
Tak pernah terbayangkan
Dan tak pernah terfikirkan
Cintamu dan cintaku akan berpisah
Namun harus ku relakan itu
Untuk hidupmu agar lebih baik
Maafkan aku setulus hatimu
Kepergian diriku itu bukan keinginanku
Terima saja dengan pilihan yang lain
Dari orang tuamu
Jangan bersedih dengan keadaan ini
Jika kamu menangis aku juga ikut menangis
Terima saja semua ini ku lakukan
Untukmu…
Sayang semua ini ku lakukan
Hanya demi kebaikan kamu
Meski semua ini
Itu menyakitkanku
Jangan bersedih dengan keadaan ini
Jika kamu menangis aku juga ikut menangis
Terima saja semua ini ku lakukan
Untukmu…
Sayang semua ini ku lakukan
Hanya demi kebaikan kamu
Meski semua ini
Itu menyakitkanku
Maafkan aku setulus hatimu
Kepergian diriku itu bukan keinginanku
Terima saja dengan pilihan yang lain
Dari orang tuamu
Jangan bersedih dengan keadaan ini
Jika kamu menangis aku juga ikut menangis
Terima saja semua ini ku lakukan
Demi kebaikanmu
Jangan bersedih dengan keadaan ini
Jika kamu menangis aku juga ikut menangis
Terima saja semua ini ku lakukan
Terima saja semua ini ku lakukan
Untukmu…
“Hari ini kami akan membawakan sebuah lagu. Lagu yang sudah ku tulis sejak lama. Ku tulis untuk seseorang yang sangat ku sayangi. Orang yang sanagt ku sayangi dulu, sekarang, dan selamanya meski mungkin kami tak bisa bersama..Peri Cintaku…”Intro lagu yang di mainkan teman segroupbandku mulai terdengar. ‘Ify lagu ini buat lo’Batinku sambil mulai berjalan.
Di dalam hati ini hanya satu nama
yang ada di tulus hati ku ingini
kesetiaan yang indah takkan tertandingi
hanyalah dirimu satu peri cintaku
benteng begitu tinggi sulit untuk ku gapai
huuuuuu
aku untuk kamu, kamu untuk aku
namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda
tuhan memang satu, kita yang tak sama
haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi..hoouu…
benteng begitu tinggi sulit untuk ku gapai
huuuuuu
aku untuk kamu, kamu untuk aku
namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda
tuhan memang satu, kita yang tak sama
haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
aku untuk kamu, kamu untuk aku
namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda
tuhan memang satu, kita yang tak sama
haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi..ii…
bukankah cinta anugerah berikan aku kesempatan
tuk menjaganya sepenuh jiwa oooh..oohh..
(aku untuk kamu, kamu untuk aku
namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda)
tuhan memang satu, kita yang tak sama
haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
(aku untuk kamu, kamu untuk aku
namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda)
tuhan memang satu, kita yang tak sama
haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
Aku mengakhiri laguku. Sepintas ku lihat, seorang gadis memberiku senyuman yang sanagt manis dari arah penonton. Senyuman yang sangat hangat yang sangat ku rindukan.Ify. “Ify”Gumamku setelah melihat seseorang yang mirip dengan Ify itu keluar dari tempat ini. Atau mungkin itu Ify? Rambutnya tergerai dengan indahnya dengan mata yang bening dan senyuman yang sangat hangat. Walau hanya sepintas tapi? Aku bisa merasakannya…itu Ify…Ify…Peri cintaku…

-THE END-

Lanjutannya

Akan Berakhir Indah(Cerpen)


Love doesn’t have to have each other. When we see our loved ones happy, that’s love. But when love didn’t have each other and make them suffer? Is that love?


***
bukankah cinta anugerah berikan aku kesempatan
tuk menjaganya sepenuh jiwa oooh..oohh..
(aku untuk kamu, kamu untuk aku
namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda)
tuhan memang satu, kita yang tak sama
haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
(aku untuk kamu, kamu untuk aku
namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda)
tuhan memang satu, kita yang tak sama
haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
“Musik Indonesia!!!”Sang musisi berseru dan meninggalkan panggung megah itu di iringi teriakan penonton. Penampilan yang sangat memukau, menggemparkan tempat itu.
“Good job yo!”Sang gitaris berkulit putih dengan rambut yang sedikit menutupi matanya berkompak dengan sang musisi yang bernama Rio.
“Like ussuall, sukses!”Kata pemegang bass sambil melepaskan bassnya. Rio hanya tersenyum tipis.
“Nih minum!”Seorang gadis berkulit putih dengan rambut yang di kuncir satu membawa sekeresek minuman dan makanan ringan.
“Makasih piaa!!”Gitaris yang bernama Cakka itu langsung meragkul dan mencubit pipi gadis chubby itu. Gadis itu sedikit meringis.
“Cakk!! Punya gue itu!!”Kata gitaris yang bernama Iel.
“Biasa yel, si Cakka kan emang gitu, napsunya minta ampun. Entar lo kasitau aja ke Agni biar nyaho dia!”Kata Drummer yaitu Alvin.
“Jangan donk!!”Cakka langsung gelagapan.

Rio tersenyum tipis melihat teman temannnya. Dan mengambil sebuah buku berwarna biru. Dihalaman pertama sebuah foto tertempel. Fotonya dengan Ify. Lalu Ia membuka ke halaman yang masih kosong.

Penyesalan terdalam itu karena aku telah melepaskanmu pergi Rio menghentikan tulisannya dan memasukan buku itu kembali ke dalam tasnya.

“Rio, tadi ada yang nyariin rio.”Kata Gadis chubby yang bernama Via itu.
“Siapa vi?”Tanya Rio. Gadis itu menganggkat kedua bahunya.
“Via gak kenal. Tapi katanya penting banget”
“Yaudah, gue duluan ya guys!”
“Yo’a!!”Rio bergegas keluar dari tempat itu dan menemui orang yang sedang berdiri atau lebih tepatnya menunggu dirinya.
“Maaf, apa anda yang mencari saya?”Tanya Rio. Sosok itu berbalik dan teresenyum tipis.
“Bu Alssya?”Rio sedikit kaget mendapati orang yang sekarang sedang berada di depannya. Jujur saja. Ini pertama kalinya mereka bertemu kembali semenjak peristiwa beberapa tahun yang lalu. Wanita paruh baya itu tiba tiba berlutut di depan Rio.
“Nak rio, tolong bantu ibu nak..”Rio langsung menahan bu alssya dan meminta bu alssya untuk berdiri lagi.

“Memangnya ada apa bu?”
“Pak Umari...Pak Umari....”
“Pak Umari kenapa bu?”
“Sekitar dua bulan yang lalu pak Umari mengalami stroke, dan sebulan kemudian karena stroke itu, terjadi kerusakan pada sistem saraf , khususnya saraf tulang belakang yang menyebabkan...”
“Kelumpuhan”Rio dengan suara pelan melanjutkan kata kata bu Alssya.
“Dua bulan lalu, pak Umari mendengar dari tante Ify di Aussie, Ify kabur dari sana beberapa hari sebelumnya.”

Apa benar yang ku lihat saat itu adalah Ify? Batin Rio.

“Ibu mohon nak, tolong pertemukan Ify dengan Ayahnya. Ayahnya sekarang menyesal atas perbuatannya. Ia ingin meminta maaf pada kalian berdua..Ibu mohon”Rio memejamkan matanya sejenak.
“Iya bu, rio akan cari Ify.”Kata Rio. Wajah bu Alssya langsung berseri seri. “Terima kasih nak Rio”Rio tersenyum tipis.
***
“Fy, lo bener ga mau balik ke rumah lo? Gak kangen sama keluarga lo?”Tanya seorang gadis mungil berkulit kuning sawo pada temannya.
“Bosen gue cha di rumah,”jawab temannya yang bernama Ify.
“Bilang aja kalo lo balik di rumah, entar lo di suruh balik ke Aussie”Jawab gadis mungil yang bernama Acha itu.
“Yaahh.. Itu salah satu alasan lah... Lagian gue ke sini kan mau refresing,”Kata Ify sambil tersenyum dan menyimpun nyimpun beberapa map.
“Refresing atau mau ketemu sama mar...siapa tuh namanya?? Mario yah??”Ify menghentikan gerakannya sejenak ketikan mendengar nama itu.
“Mario maksud lo? Ga juga lah..”Kata Ify sambil mengangkat tasnya.
“Mau ke mana fy?”Tanya Acha
“Kata Pak Abner hari ini ada meeting untuk pembuatan iklan baru itu loh”Kata Ify sambil pergi meninggalkan Acha.
“Emang ribet yah kalo uda jadi sekertaris si pak bos. Sibuknya minta ampun.” Kata Acha sambil mengeluarkan laptop Applenya.

Drttt... Acha mengambil handphonenya.

“Hallo?”
“Kamu lagi dimana cha? Uda makan belom?”
“Ya kak, Acha lagi di kantor nih”
“Nanti pulag jam berapa? Biar kakak jemput.”
“Pulangnya nanti Acha sama temen Acha kok kak,”
“Siapa?”
“Temen Acha yang dari Aussie itu loh,”
“Sekali kali kenalin ke kakak donk cha,”
“Nanti deh kalo ga lupa”
“Oh yaudah, kakak mau sudah mau tampil. Kakak tutup dulu ya cha. Bye”
“Byee...”

Tuut..tuutt....

Acha memandang ponselnya, “Gue baru sadar, ternyata kakak gue protective banget”Katanya lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.

***

“Nelpon siapa vin?”Tanya iel sambil menaruh aquanya.
“Ade gue”Jawab Alvin
“Acha maksud lo?”Sahut Cakka
“Yo’a”
“Bukannya dia ada di Aussie?”Tanya Cakka
“Dua bulan lalu dia udah balik kalii.. Ketinggalan berita lu!”
“Woi! Udah di panggil Mc tuh kita!”Kata Rio. Lalu mereka berdiri dan menuju ke panggung.

***

“......nah, itulah yang akan menjdi bahan kita untuk iklan terbaru ini..”Jelas pemilik perusahaan atau lebih tepatnya pak Abner.
“Apa ada yang mempunyai usul atau tanggapan?”Tanya beliau. Seseorang mengacungkan tanganya.
“Ya?”
“Begini pak, menurut data, omset kita sepertinya turun cukup derastis. Terutama pada akhir bulan ini. Bagaimana cara tanggapan anda?”
“Apa ada yang memiliki usul?”Tanya pak Abner. Ify mengacungkan jarinya.
“Begini pak, menurut analisis saya, produk kita ini kurang menarik penyampaian dan penyajiannya, terutama di kalangan anak anak remaja. Sepertinya kita harus membuat sesuatu yang dapat menarik perhatian para konsumen. Misalkan kita memakai band atau aktris aktris yang lagi naik daun sebagai bintang iklannya untuk menarik perhatian para konsumen.”Jelas Ify panjang lebar.
“Saya sangat setuju pak dengan usul brilian tersebut, sepertinya itu dapat menaikan omset kita”Kata beberapa anggota meeting lainnya.
“Baiklah saya akan mempertimbangkannya dan untuk sementara meeting di tutup untuk hari ini. Terima kasih.”Kata Pak Abner. Ify menyimpun map map hasil meeting lalu bersiap siap untuk pergi dari ruangan itu,
“Ehem...Ify..”Merasa namanya di panggil, Ify mengentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya.
“Iya pak Abner?”
“Begini, Saya lihat kamu memiliki potensi besar untuk menjadi general menejer di perusahaan ini, bahkan mungkin memimpin perusahaan ini”Kata Pak Abner
“Maksud bapak?”
“Dari jalan pemikiran kamu, saya merasa kamu memiliki potensi besar dalam memimpin perusahaan ini”Kata Pak Abner.
“Saya hanya ingin menuangkan pemikiran saya, dan saya rasa saya belum siap untuk memimpin sebuah perusahaan karena saya masih harus banyak belajar. Tapi terima kasih atas pujiannya pak, saya sanagt tersanjung”Ify tersenyum. Terseyum sanagat manis. Pipi pak abner sedikit memanas.
“Rasanya gue udah tua banget lo panggil pak Abner fy, kita kan Cuma beda setahun. Lo panggil gue Abner aja. Dan bicaranya ga usah formal formal banget lah fy”Kata Abner sambil duduk dan memejamka matanya.
“Iya deh pak, eh maksudnya Abner. Em pak, saya duluan ya, saya ada urusan mendadak”Kata Ify yang sebenarnya tidak terdengar begitu jelas di telinga Abner, lalu ify pergi meninggalkan ruangan itu.
“Lo itu gadis yang sangat cantik dan cerdas.. dan seujurnya fy, gue itu....su...su...suka sma lo. Apa lo mau jadi pacar gue?”Abner membuka matanya, tapi Ify sudah tidak ada di tempat. Abner langsung nepok jidat.
“Udah grogi setengah mampus ngomong sekalinya oreangnya ga denger, sial banget gue”Gerutu Abner.

***

Tok tok tok! Ify beranjak dari ranjangnya ke arah pintu dan membuka pintu.

“Eh elo cha, gue kirain siapa..”Kata ify
“Iya nih, gue bawain pizza hut, sekalian gue bosen di rumah”Kata Acha.
“Iya, masuk gih”Kata Ify mempersilahkan Acha masuk lalu menutup pintu.
“Kok lo lama banget bukain pintunya fy?”
“Lo sih, mau ke apartemen gue gak ngabarin dulu. Kan gue juga sibuk”
“idih sok sibuk lo, emang lo sibuk apa sih?”
“Gue mau nyari band atau aktris yang lagi naik daun sekarang buat iklan kita nanti”Kata Ify sambil duduk di atas ranjangnya dan mengutak atik laptopnya.
“Gimana kalo kakak gue aja? Bandnya kakak gue sekarang lagi ngetop ngetopnya tuh, nanti gue culik aja mereka ke kantor”Kata Acha.
“Boleh juga, setidaknya itu sedikit mengurangi pekerjaan gue.”Ify mengkllik tulisan Turn Off di laptonya.
“Fy, gue gak kerasa... Semingguan lagi gue bakalan tunangan sama Ozy. Rasanya seneng banget”Kata Acha sambil berbaring di ranjang ify yang cukup luas.
“Selamat deh, sebentar lagi lo dapat julukan Nyonya Fauzi”kata Ify.
“Gue belom nikah sama dia kalii... Tapi di usahakan ssecepatnya”Kata Acha senyum senyum gaje.
“Lo mau nikah muda?”Tanya Ify
“Why not? Lagian ga muda muda amat lahh.. Dari pada entar menginjak ke kepala empat?”Kata Acha.
“Tapi lo baru 22 tahun achaaa”Kata Ify gemas
“Ga papa deh, lagian 22 tahun juga gak muda muda amat”Kata Acha
“Iya deh, serah lo..”Jawab Ify
“Kalo lo kapan nyusulnya fy?”Tanya Acha. Ify terdiam.
“fy?”
“...”
“Ify??”
“Eh, kenapa tadi cha?”
“Kapan lo nyusul?”
“Gak tau deh..”Ify menutup wajahnya dengan bantal.
“Yahh Ify mahh”Rengek Acha
“Udah jam berapa nih Cha?”Tanya Ify
“Eh iya, uda jam sepuluh kurang, kakak gue udah kalang kabut gitu nyariin gue”Kata Acha sambil cekikikan.
“Eh, kasian tau kakak lo nyariin lo kayak gituu...”Kata Ify
“Tenang aja, gue udah bilang kok kalo gue sekarang ada sama elo.. paling beberapa menit lagi ngetok pintu.”Kata Acha.
“Oohh..”
“Fy, lo tau gak.. Gue sayang banget sama kakak gue. Kakak gue itu sayang dan perhatian banget sama gue. Gue takut kak Alvin berhubungan dengan orang yang gak baik.”
“Kak Alvin?”
“Iya, itu nama kakak gue.”
“Fy, kalo boleh jujur... Gue mau kak Alvin nikahnya sama lo fy.”Ify sedikit terkejut.
“Kenapa?”
“Gue udah kenal lo fy. Gue tau lo itu baik, dan gue juga yakin kak Alvin pasti suka sama lo. Gue ga mau kak Alvin jatuh ke orang yang salah. Gue takut kak Alvin di sakiti. Gue gak mau kak Alvin yang selalu memberikan senyuman indahnya menjadi murung. Gue takut kak Alvin merasakan sakiit...”Mata Acha sedikit berkaca kaca.

Ify melirik Acha yang sedang berbaring di sampingnya. Dapat dirasakannya betapa sayangnya Acha pada kakaknya yang bernama kak Alvin itu. Ia hanya ingin yang terbaik untuk kakaknya. Ia hanya ingin kakaknya terus tersenyum.

“Kok gue jadi nangis gini ya? Gue numpang ke toilet lo dulu ya fy”Acha berdiri dari posisinya dan menuju ke toilet.

Ify terdiam. Ia menatap ponselnya. Di foto itu ada dua orang remaja menggunakan seragam putih abu abu yang sedang sersenyum. 6 Desember... Hari ulang tahunku. Aku kangen saat itu. Batin Ify sambil berduduk.

Tok tok tok! Ify berjalan menuju ke arah pintu kamarnya. Dan membukakan pintu.

***

“Lo kenapa sih vin, dari tadi gelisah mulu?”Tanya Iel sambil menyuapkan sepotong kue sus ke dalam mulutnya.
“Acha belum ngasih kabar nih. Malah udah malem gini lagii”Kata Alvin sambil mengotak atik handphonenya.

Rio melirik layar handphonenya “baru juga jam segini”

“Bagii gue ini bukan baru.. Udah malem gini kok”Alvin semakin gelisah.
“Berasa ade lo belum pulang dua hari dua malem aja lo”Kata Iel
“Nah, Acha uda ngasih kabar. Guys, gue duluan ya..” Rio ikut berdiri.
“Gue juga pulang duluan”
“Bentar deh. Siapa nih yang mau nganggkut si Cakka yang udah tekapar nih?”Tanya Iel sambil menunjuk Cakka yang lagi ketiduran di bahunya.
“Lo aja!”Rio dan Alvin kabur.
“Cakk, bangun donk..”Kata Iel sambil menggoyangkan bahunya.
“Diem lo cuungkring!”Igau Cakka.

Pletakk!! Iel langsung menjitak kepala Cakka.

>>

Apartemen Amorelova Alvin membaca papan nama Apartemen yang kini berada di depannya.

Tok tok tok! Alvin mengetuk pintu. Tak lama menunggu, pintunya terbuka. Seorang gadis cantik yang sedikit lebih tinggi dari adiknya dengan rambut hitam panjang dan senyuman yang sangat manis. Pipi Alvin sedikit memanas.

“Cari siapa ya?”Tanyanya.
“Achanya ada?”
“Kakaknya Acha ya?”Tanya gadis itu. Tuhan, hari ini gue liat bidadari Batin Alvin sambil tersenyum.
“Iya, gue Alvin. Lo?”Alvin mengulurkan tangannya, gadis itu menerima uluran tangannya.
“Ify”

Namanya kok familiar ya di telinga gue? Batin Alvin

Mukanya kok familiar ya? Batin Ify

“Eh iya, Achanya masih di toilet, ayo masuk dulu”Kata Ify.
“Iya, thx”Alvin memasuki ruang apartemen itu.
“Lo temen sekolahnya Acha dari Aussie ya fy?”Tanya Alvin
“Iya, tau dari mana?”
“Acha pernah cerita. Tapi kok lo ngomong indonesianya lancar banget sih fy?”Tanya Alvin.
“Gue emang aslinya orang sini kok Cuma dulu pindah ke sana”Kata Ify.
“Ohh gitu”Kata Alvin
“Eheemm”Sela Acha.
“Eh elo cha,”Kata Alvin sambil garuk garuk kepala.
“Katanya mau pulang?”Tanya Acha.
“Eh iya, ayok cha, fy duluan ya..”
“Ify, gue duluan, see you, besok gue jemput deh..”Kata Acha.
“Iya, dadah Acha...”Kata Ify.

***

“Kak,”pangil Acha sambil duduk di balkon kamar Alvin.
“Kenapa Cha?”
“Besok kakak anterin Acha ke kantor yahh...”
“Boleh”
“Tapi jemput Ify dulu”
“Okedeh acha cuu cayonggg ”Kata Alvin sambil mencubit pipi Acha.
“Aw, sakit tau”Acha mengelus pipinya, sementara Alvin hanya bisa nyengir. Acha menatap cahaya cahaya indah yang menghiasi langit diantara kegelapan.
“Kak Alvin suka sama Ify?”Tanya Acha.
“Apa cha?E...tadi acha bilang apa?...e...kakak ga mungkin lah suka sama Ify”Pipi Alvin seketika menunjukan warna merona.
“Hihihihi...”Acha tertawa kecil melihat alvin yang salah tingkah.
“Kalo kakak suka juga Acha gak papa kok”Kata Acha. Alvin menatap adiknya itu, lalu merangkulnnya.
“Udah malem, ayok tidur!!”Kata Alvin sambil mengacak rambut Acha.
“Iya iya, ga usah pake ngacak rambut Acha kenapa sih kak?”Acha berdiri dan berjalan menuju kekamarnya. Alvin hanya tersenyum menatap Acha lalu mengalihkan padangannya pada langit langit.

***

“Lo dimana sih fy, lo tau gak sih gue tuh kangen banget sama lo”Gumam Rio sambil menatap bintang bintang.
“Ehemm..”Rio berbalik.
“Eh elo vi. Kenapa?”Tanya Rio pada Via.
“E.... itu yo, via mau cerita sama rio...”Kata Via.
“Cerita aja”
“Jadi via itu suka sama seseorang, dia itu gak pernah suka sama via. Dia gak pernah sedikitpun ngelirik ke via. Dia...baik banget. Dia...via suka banget sama dia”Kata Via.
“Si ‘Dia’ itu bukan gue kan?”Tanya Rio
“Bukaaaan!! >//////<”Via menutup wajahnya.
“Jadi?”Dengan wajah bersemu merah Via menjawabnya dengan sebuah nama. Rio menaikan alisnya lalu terkikik.
“Ckckck..”
“Kenapa yo?”
“Gue akuin, si dia yang lo maksud itu emang bener ga peka. Kalo lo ngasih perhatian juga dianya ga respon lebih baik lo biilang aja sama dia kalo lo itu suka sama dia”Saran Rio. Via menatap langit langit.
“Sampai kapan via gini terus ya?”Raut wajah via berubah. Rio juga kembali menatap langit langit.
“Entahlah”gumam Rio

***

Ify menatap layar handphonenya, “Aku kangen, kangen banget”gumam Ify sambil mengusap cairan bening yang mengalir dari matanya.

“Kita akan selalu bersama kan?”Tanya Ify sambil menyandarkan kepalanya di bahu Rio di bawah matahari yang mula terbenam.
“Ya, kita akan selamanya bersama...”Rio menggenggam jemari Ify.
“You’ll always love me, don’t you?”
“I’ll always love you”
“Promise?”
“Yes, I promise my princess”

Cairan bening kembali mengalir. Ify menatap ke langit langit. Bintang yang besinar seakan merasuki hati Ify.

Telah lama sendiri
Dalam langkah sepi
Tak pernah kukira bahwa akhirnya
Tiada dirimu di sisiku

Meski waktu datang dan berlalu
Sampai kau tiada bertahan
Semua takkan mampu mengubahku
Hanyalah kau yang ada di relungku

Hanyalah dirimu
Mampu membuatku jatuh dan mencinta
Kau bukan hanya sekedar indah
Kau tak akan terganti
Tak pernah ku duga bahwa akhirnya
Tergugat janjimu dan janjiku

Meski waktu datang dan berlalu
Sampai kau tiada bertahan
Semua takkan mampu mengubahku
Hanyalah kau yang ada di relungku

Hanyalah dirimu
Mampu membuatku jatuh dan mencinta
Kau bukan hanya sekedar indah
Kau tak akan terganti
Tak pernah ku duga bahwa akhirnya
Tergugat janjimu dan janjiku

Meski waktu datang dan berlalu
Sampai kau tiada bertahan
Semua takkan mampu mengubahku
Hanyalah kau yang ada di relungku

Hanyalah dirimu
Mampu membuatku jatuh dan mencinta
Kau bukan hanya sekedar indah
Kau tak akan terganti
Tak pernah ku duga bahwa akhirnya
Tergugat janjimu dan janjiku

Kau tak akan terganti

Ify berhenti sejenak. Kau tak akan terganti Rio batin Ify sambi lematap langit langit.

***

“Jadi kita ke apartemen Ify dulu cha?”Tanya Alvin.
“Iya kak”Jawab Acha sambil menyuapkan nasi gorengnya ke mulutnya.
“Eh iya, nanti sore kakak sama Orion bisa gak ketemu sama Ify, soalnya perusahan kami mau pake kalian buat iklan.”Jelas Acha
“Oh, oke oke”

Drttt Acha melirik handphonenya. “Bentar ya kak” Acha sedikit menjauh dari tempat Alvin. Tak lama kemudian Acha kmbali.

“Siapa cha?”
“Ozy kak,”
“Fauzi?”
“Iya”
“ooohh”
“Kak,”
“Kenapa cha?”
“Ozy udah di depan kak, jadi Acha berangkat duluan ya,”
“Terus kakak gimana cha?”
“Kakak jemput Ify ya”
“Tap...”Belum sempat Alvin melanjutkan kata katanya Acha langsung memotongnya.
“Bye bye kakak!”Acha langsung pergi. Alvin menggeleng gelengkan kepalanya.

Acha memang sudah bercerita pada Alvin tentang Fauzi atau yang acha panggil Ozy, juga tentang rencana acha untuk bertunangan dengannya. Awalnya Alvin ga setuju, takut orang yang bernama Ozy itu tidak baik. Tapi melihat betapa seriusnya mata Acha saat mengatakan bahwa Ozy adalah kebahagiaannya, akhirnya Alvin meyetujuinya. Alvin melirik jam tangan di tangan kirnya. Lalu segera beranjak menuju ke apartemen Ify.

***

“nananna”Rio menuliskan not not untuk lagu baru yang akan dia ciptakan. Sebenarnya lagu ini merupakan rombakan dari lagu yang pernah ia ciptakan dulu. Kini ia ingin menciptakannya dalam cerita yang berbeda. Tentang akhir cerita, cerita yang penuh senyuman dan airmata, segala cerit yang akan memiliki akhir dari sebuah cerita. Itulah tema dari lagunya kali ini.

“Dua bulan lalu, pak Umari mendengar dari tante Ify di Aussie, Ify kabur dari sana beberapa hari sebelumnya.”

Rio menghentikan gesekan pensilnya. Kini sangat sult baginya untuk merasa tenang, bagaimanapun juga ia belum mengetahui dimana Ify sekarang, bagaiman keadaannya, apa dia sehat? Atau dia sekarang sudah kembali ke Ausie? Tanpa melihat dan mengetahui keadaan Ify sepertinya akan sangat sulit baginya untuk merasa tenang.

***

Tok!Tok!Tok!

“Iya sebentar!”Ify membuka pintu apartemennya.
“Pagi fy”Ify menaikan alisnya setelah mengedarkan matanya seolah bertanya –dimana-acha-?-
“Acha tadi dijemput sama Ozy”Jawab Alvin.
“Oh, yaudah. Berangkat yok”Kata Ify sambil tersenyum. Alvin menatap senyum gadis berdagu lancip tersebut lalu mengangguk.
“Eh iya, nanti jam sebelas Acha udah kasi tau kan?”Tanya Ify
“udah, tenang aja”
“oke deh”

***

“Cha?”pangiil Ozy saat Acha sampai ke kantornya dan membuka helmnya.
“iya kak?”
“Kamu gak lupa kan satu minggu lagi”
“Ya enggalah kak! Ga mungkin aku lupa”Kata Acha
“Kalo gitu pulang dari kantor nanti kita ambil cincinnya ya cha”kata Ozy sambil tersenyum
“Oke deh kakaak”Ozy tersenyum, mendekati wajah acha dan menghadiahkan sebuah kecupan dikeningnya.
“Dadah achantik!”Ozy memasang helmnya.
“Dah kak!”
***
Alvin memasuki studion bandnya setelah mengantar Ify. Alvin melihat rio yang sedang duduk sendiri diatas sofa tanpa keberadaan Cakka dan Iel di ruangan itu.

“Pagi bro!”Alvin menepuk bahu Rio. Rio menoleh.
“Kenapa?”
“Jam sebelas nanti kita ga ada schedule kan?”Tanya alvin sambil seenaknya mengambil dan meneguk segelas sirup milik Rio.
“Tanya sama via aja vin, gue sibuk”kata Rio sambil memasang headsed ditelinganya.
“Sok sibuk bener lo”Alvin kembali meneguk sirup Rio.
“Kenapa vin?”Tanya Via yang baru datang.
“Jam sebelas nanti kita ga ada schedule kan vi?”Tanya Alvin
“Seinget via gak ada sih vin, hari ini kita ga ada tampil, lusa baru ada.”kata Via.
“Jam sebelas nanti gue ada janjian sama satu perusahaan, katanya sih mau ngotrak kita buat iklan”kata Alvin.
“Oh yaudah, tapi Cakka sama Iel lagi keluar jadi gabisa ikut.”Kata Via
“Emang mereka berdua sehati banget ya!”Kata alvin sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
“Iya”Via tersenyum.
***
‘TukTukTuk’hanya terdengar ketikan keyboard diruangan itu. Seorang gadis yang tampak workaholic dengan yang dilakukannya sekarang, da seseorang lelaki yang menatapnya.
“Emm.. fy, ada waktu gak jam makan siang ini?”Tanya Dayat.
“ada pak, mau ketemu dengan band yang kemungkinan bakal jadi iklan produk kita nanti.”Jawab ify tanpa mengalihkan sedikitpun pandangannya dari laptopnya.
“Emm...kamu lagi ngerjain apa sh fy?”Tanya Dayat.
“Cuma kontrak buat nanti, sama ngecocokin pengeluaran kita dan pemasukan kita bulan ini”kata ify.
“Gak bosen apa ngerjain itu itu mulu?”Tanya dayat
“Mungkin, tapi sudah kewajiban”
“Wow, amazing”Dayat menggeleng gelengkan kepalanya.
Ify menghentikan pekerjaannya, dan menatap jam druangan itu. Lalu menyimpun laptop dan map map lainnya.
“Mau kemana fy?”
“Duapuluh menit lagi saya ada janji dengan teman sekalian mau bertemu klien.”Ify langsung beranjak dari ruangan itu.
“Ternyata perasaan gue bener kalo bukan lo yang aslinya memiliki pribadi yang seperti ini, hanya lo yang berusaha menghindari itu semua.”Dayat mengambil selembar foto yang tadi jatuh dari tas Ify. Foto Ify yang tersenyum dan dirangkul oleh seorang lelaki. Mario.
***
“Cepet donk yo, lama amat si lo! Kayak cewek!”Kata Alvin
“Sabar donk mbak, orang Cuma ngambil headsed doang kok”Kata Rio.
“Iya nih vin, kok via liat Alvin dari tadi gelisah mulu sih?”Tanya Via.
“E.... gue kan Cuma mau disiplin, biar gatelat gitu”Kata Alvin mencari alasan.
“Biasanya juga lo yag paling molor.”Kata Rio sambil menyalakan mesih motornya.
“Maka dari itu, gue mau ngubah kebiasaan gue. Ngomong ngomong, ga bareng aja naik mobil gue?”tanya Alvin pada Rio.
“Ga, lo sama Via aja naik mobil, gue naik motor.”Kata Rio sambil memasang helm fullfacenya.
“Yaudah kalo gitu, yok vi!”Alvin memasuki mobil sportnya begitu pula Via.
***
“Rio mana sih? Lama banget tuh anak”umpat alvin sambil menunggu rio didepan cafe, via menghela nafasnya. Tak lama kemudian seorang pengendara motor berhenti di depan mereka, dan membuka helm fullfacenya.
“Sori gue tadi nyasar”Kata orang yang tak lain dan bukan adalah Rio.
“Yaudah, yok masuk!”Alvin berbalik dan memasuki cafe.
“yok”Ucap via dan rio hampir bersamaan.
“mana ya? nah itu dia...”Alvin mempercepat langkahnya. Via seedikit melirik Rio, semetara Rio hanya mengangkat kedua bahunya.

Entah mengapa ada sesuatu yang Rio rasakan saat memasuki cafe itu. Perasaan yang sangat aneh, sedikit gugup, tapi Rio menanggapinya sebagai angin lalu dan melupakan merasaanya itu. Ia terus mengikuti Alvin, hingga langkah mereka terhenti didepan sebuah meja.

“Sori gue telat fy!”Kata Alvin pada seorang gsdis yang sedang menunduk sambil mengutak atik handphonenya. Gadis itu mengangkat wajahnya. Matanya bertemu degan mata yang tampak terkejut.
***
Alvin mengangkat sebelah alisnya menatap kedua orang di hadapannya. Ada apa sebenarnya? Batinnya bertanya.

“I...ify?”Alvin semakin bingung dengan segalanya. Rio kenal Ify? Lalu kenapa mereka tampak begitu terkejut? Batinnya.

Sementara Rio menatap gadis manis didepannya, gadis itu tampak lebih dewasa saat ini, dagunya yang lancip, rambut yang panjang terurai, lebih panjang dari terakhir kali Rio membelai rambutnya, dan kacamata yang dipakainya membuatnya terlihat dewasa.

“Rio”Ify melepas kacamatanya dan berdiri. Kembali terjadi keheningan.
Seperti mimpi bagi Ify untuk kembali bertatap muka dengan pangeran yang telah lama dirindukannya. Semuanya seakan palsu.

“Can I talk to you, just the two of us right now?”Kata Rio memecah kehenigan.
“Sure”Ify mengangguk dan pergi bersama Rio.
“Tap..”Baru Alvin akan menyela pandangannya tertuju pada tangan kirinya yang ditahan seseorang.
“Via?”
“Bisakah Alvin biarkan mereka pergi, dan jangan tinggalkan via disini. Emm... ada yang mau Via bicarain sama Alvin”
“Bicara apa?”Perlahan via melepaskan genggamannya dan menunduk.
“Alvin, via suka sama alvin”tuturnya perlahan dengan suara yang juga sangat pelan.
“Apa?”Sebenarnya Alvin mendengar apa yangdikatakan Via, tapi ia tak yakin dengan apa yang barusan didengarnya.
“Via suka, sayang, cinta sama Alvin”Ucap Via sambil mendongakan kepalanya dan menatap mata alvin.
“...”Alvin melebarkan matanya.
“Alvin ga pernah ngerti perasaan via, Alvin selalu aja ngeliat orang lain, dan gapernah melihat via. Via disini vin! Via disebelah Alvin! Tapi kenapa Alvin gapernah bisa cinta sama via...”Ucap Via lirih. Mata Via melebar. Hangat. Alvin memeluk Via. Rasanya sangat hangat dan nyaman. Via merasa pelukan Alvin sedikit kikuk.
“Maafin Alvin ya”Guman Alvin. Via memejamkan matanya. Matanya berair.
***
“Emm.. kamu mau bicarain apa...yo?”Kata Ify saat mereka berada di parkiran, atau lebih tepatnya didepan motor Rio.
“Ceritanya panjang fy, aku mohon kamu ikut aku ya..”Sedikit ragu tapi Ify mengangguk.
***
Ify bungkam. Tubuhnya sedikit bergetar saat turun dari motor Rio. Ify melirik ke Rio untuk kesekian kalinya.

“Kamu yakin?”Rio tersenyum dan menggenggam jemari Ify.
“Aku sangat yakin”
“Tapi....”
“Percayalah padaku”

Ify menghela nafasnya dan mengangguk. Ify mengetuk pintu rumah Ify. Tak lama seorang yang sangat familiar dimata Ify tampak dari dalam pintu.

“Ify!”Pelukan Bu Alssya yang merupakan ibu dari Ify terasa sangat hangat, pelukan itu sangat dirindukan Ify.
“mama..”
“Ify, mama mohon kamu mau ya liat papa kamu”
“Papa? Papa kenapa ma?”
“Papa kamu....stroke”
“papa stroke?”Ify terpaku.
“I...f..yy”Tak terdengar begitu jelas. Seperti seseorang yang berusaha berbicara dari dalam rumah. Ify langsung berlari masuk kedalam rumahnya.
“PAPAA!!”Ify memeluk papany yang sedang duduk dikursi roda.
“ma...af..in pa...pa...”
“Udah pa, papa ga perlu minta maaf, Ify sudah memaafkan semuanya, Ify sayang banget sama papa”

“Makasih ya nak Rio”Gumam Bu Alssya pada Rio.
“Iya tante”Jawab Rio
“Tante tau kamu itu meman anak yang baik, dan tidak seharusnya dulu kami memperlakukanmu seperti itu.. Kamu mau kan maafin om sama tante?”Kata Bu Alssya.
“Rio sudah maafin dari sebelum sebelumnya kok tante”
“Makasih ya nak”
“Iya tante.”

***

Sore menjelang senja, warna lembayun mempertegas garis cakrawala, membias pada jajaran pohon mangrove dan pohon nur yang berbaris rapi di tempat itu. Sepasang kekasih duduk di tempat itu. Dua tahun telah berlalu sejak hari dimana mereka dipertemukan kembali, dan kini mereka terikat dengan sebuah cinicin emas di jari manisnya.
Terdengar petikan gitar yang mewarnai saat saat indah itu.

apa yang kau alami
dimasa yang tlah lalu
tak perku engkau sesali
tiada guna tuk ditangisi

begitu banyak rintangan
banyak persoalan
hadapilah kenyataan
dengan penuh keberanian

selama engkau bersandar
kepada kekuatan cinta
aku tetap percaya
semua akan berakhir indah
selama engkau bersandar
kepada kekuatan cinta
aku tetap percaya
semua akan berakhir indah

hidup memang bukanlah
sebuah kepastian
yang pasti hanyalah tuhan
dengan segala misterinya
dengan segala kuasanya

Akan Berakhiir Indaah...

THE END 

Makasih buat yang baca, Wajib C&L buat yang mau tag, komen aja, aku minta kritik, please!!

Kamis, 30 Juni 2011

Tak Hanya Sebatas Mimpi(Part21)

sori part ini lama banget di post, kalo udah lupa ceritanya bisa baca di

http://www.facebook.com/note.php?note_id=200665683306976 atau

http://sintiasintia21blog.blogspot.com/2011/04/tak-hanya-sebatas-mimpipart20.html



Tak Hanya Sebatas Mimpi(Part21)







Cakka berdiam di depan motornya dengan baju kaos putih plus jaket dan celana jins.



“Kak Cakka!”Panggil Zeze sambil berlari ke arah Cakka.



“Lo lama banget sih pong”Kata Cakka.



“Sabar donk, sabar.. Ingat, Legowo legowo”Kata Zeze.



“Legowo legowo, lo tuh edan!”



“Hoalah, apa hubungannya kka?”



“Di hubung hubungkan aja :P”



“Yo weslah, kita kemana dulu?”



“Kan lo yang ngajak, emang lo ma kemana?”



“Eh iya, kita ke toko buku ya kak, gue mau nyari buku.”



“Buku pelajaran?”Tanya Cakka



“Gak, buku komik!”



“Gue kira lo rajin mau beli buku pelajaran, ternyata...”



“Ternyata apa?”



“Ternyata sama aja kayak gue”Cakka nyengir.



“Yaudah, yokk!!”Cakka dan Zeze berjalan menuju ke toko buku.



Ini langkah pertama pikir Zeze sambil tersenyum

***

Ify yang lagi nyariin Rio akhirnya nemuin Rio yang lagi tidur di sofa ruang tengah. “Yo?”Gak ada tanda tanda kehidupan(?)



“Kak Rio!!”Panggil Ify



“Eh, monyet!”Rio kebangun



“Lo ngatain gue monyet kak?”



“E...engga kok”Rio gelagapan



“Bo’onk!!”Ify manyun



“Eh iya, tadi lo ngebangunin gue ada apa py?”Tanya Rio



“Mana janji lo, ajarin gue main gitar!!!”



“Gue pernah ya janji sama lo?”



“iih!!”Ify manyun



“Hehe.. Sori fy, gue lupa”Kata Rio



“Sekarang uda inget?”Tanya Ify



“Belom sih,,”Kata Rio sambil garuk garuk kepala, Ify langsung menggembungkan pipinya.



“Yaudah deh, sini gue ajarin”Kata Rio



“Beneraan?”Ify sumingrah



“Iya, ambilin dulu donk gitarnya di kamar gue.”Ify langsung berlari menuju ke kamar Rio dan mengambil gitarnya.



“Ayok ajarin gue!!”Ify duduk didepan Rio.



“Pertama kita belajar mainin kuncinya dulu ya”Kata Rio.



“Kunci C tuh gini ya?”Tanya Ify,



“Bukan itu tangannya di merengin dikit”Kata Rio sambil beranjak.



“Gimana? Ahh! binguung”Rio langsung menyentuh jemari Ify, kini posisi Rio adalah tepat di belakang Ify, dan secara tak langsung tubuhnya tampak memeluk tubuh Ify dari belakang, Rio memang tak sadar dengan yang di lakukannya, tapi Ify?? Pipinya nampak sangat memerah.

***

“Coba deh kka lo baca yang ini. Lucu banget ceritanya”Kata zeze sambil menunjukn salah satu lembar dari sebuah buku novel.



“Mana?”Cakka langsung mendekat ke zeze. Sesosok yang tak di sangka melihat kejadian itu, sosok itu membeku sejenak lalu pergi.



“Hhahahaha... iya ceritanya gile banget...”Kata Cakka sambil tertawa.

***

#Keesokan harinya

@kelas Ify



Ify yang baru memasuki kelas melihat sesuatu yang janggal diantara teman temannya-ViaZezeAgni-.



“Pagi”Kata Ify



“…”Tak ada satupun diantara mereka yang merespon.



“Lo semua kenapa diem gini?”Tanya Ify. Zeze langsung berdiri.



“Gue ke tempat eskul karate dulu,”Kata Zeze sambil pergi meninggalkan mereka.



“Ag?”Panggil Ify



“Kenapa fy?”



“Ada masalah ya diantara mereka-ViaZeze-?”



“Gue gatau juga sih, tapi dari kemaren selesai istirahat mereka memang diem dieman gitu. Tapi kayaknya sekrang makin parah”



“Kira kira ada masalah apa ya?”Gumam Ify. Tiba tiba Irva datang menghampiri Ify.



“Fy ada yang nyariin tuh”Kata Irva sambil menunjuk sesosok laki laki yang sedag tersenyum pada Ify di ambang pintu kelas.



“Thx va. Ag, Vie, gue pergi dulu ya”Kata Ify lalu meninggalkan kedua temannya.



***



Di perjalanan Zeze menuju ruang karate, zeze bertemu seseorang yang sepertinya cukup familiar di matanya.



“Hey”Sapa Zeze. Orag itu berbalik lalu menganggkat sebelah alisnya.



“Lo temennya kak Cakka kan?”Tanya Zeze. Orang itu mengangguk.



“Kenalin, gue zeze”Zeze mengulurkan tangannya



“Gue Alvin”Kata Alvin.



“Lo mau kemana?”Tanya Zeze



“Ke ruang photografi”Kata Alvin sambil mengangkat kameranya.



“Oh, anak photografi toh”



“Lo?”



“Ruang karate, gue mau daftar eskul karate.”



“Karate?”Alvin memandang postur tubuh Zeze. Gadis mungil ini tampak identik dengan hal hal yang berhubungan dengan ‘mall’ tapi? Karate?



“kenapa? Jangan ngeraguin gue yah...Biar badan gue kecil giini, bisa aja gue ngebanting elo”Kata Zeze



“Yakin?”Tanya Alvin mengingat tubuh alvin lebih tinggi dari Zeze dengan gerakan cepat Zeze menarik tangan Alvin lalu memelintirnya.



“Jangan ngeremehin gue ya. Gue ini pemenang lomba karate tahun lalu, dan buat patahin ini sih gampang banget ”Kata Zeze sambil sedikit memutar tangan Alvin. Lalu melepaskannnya.



“Gue duluan ya, keburu masukan”Kata Zeze sambil berlari.



“Itu cewek apa cowok sih? Sakit bener pelintirannya.”Kata Alvin sambil memegangi tangannya yang tadi di pelintir Zeze.



‘Kok gue bisa ngelupain Shilla sejenak wakt gue lagi sama dia yah? Aneh banget...’Batin Alvin.



***



“Hy fy”Sapa Debo



“Em”



“Jadi apa jawaban lo?”Tanya Debo to the poin



“Gue gak bisa pacaran sama lo, kalo lo mau kita bisa jadi teman”Kata Ify sambil menunduk. Debo tercengang. Dengan gerak cepat ia menarik Ify ke dalam pelukannnya.



“Gue akan tetap nunggu fy, sampai lo bisa nerima gue kemabali”Bisik Debo. Ify hanya diam di dalam dekapan Debo. Setelah melepas pelukannya Debo langsung pergi meninggalkan Ify.



“sulit, tapi harus gue jalanin.”Kata Ify.



***



“Hahaha...”Tawa renyah tak lepas dari wajah kedua orang ini.



“Eh iya kak, lo udah punya pacar sekarang?”Tanya Zeze. Cakka terdiam sejenak.



“Kenapa? Lo masih ngarepin gue?”Tanya Cakka sambil tersenyum jahil.



“Gue serius...”Cakka menaikan sejenak alisnya. Ada apa dengan gadis di depannya ini pikirnya.



“Agni. Dia pacar gue.”Kata Cakka. Seketika raut wajah Zeze berubah Ternyata itu memang benar batinnya.



“Memang kenapa ze?”Lanjut Cakka



“Gak papa Cuma iseng nanya aja”Kata Zeze. Zeze menatap kesekeliling tempat mereka berada, matanya tertuju pada sesuatu atau lebih tepatnya seseorang.



“Aduuhh...”Zeze memegangi depan matanya.



“Kenapa Ze?”Cakka jadi gelisah sendiri.



“Mata gue kelilipan kka...”



“Sini gue tiupin..”Dengan gerakan cepat Cakka memegangi tangan zeze. Wajahnya semakin mendekati ke arah gadis di depannya itu.





Agni terdiam. Langkahnya terhenti. Di genggamnya roknya dengan erat. Rasa yang merasuki relung hatinya itu kini kembali masuk kedalam hatinya. Dengan cepat dadanya merasakan hantaman keras di hatinya. Sangat keras sehingga membuatnya terpaku. Hantaman keras yang membuatnya dikerumuni perasaan keegoisan yang maha dahsyat. Semakin dekat...Semakin dekat...Sangat dekat...Bendungan itu kini tak dapat di tahannya lagi. Tak perduli pada orang orang yang menatapnya kini. Agni berlari dar tempat itu. Tak tahan denga segala keperihan yang di rasakannya. Sakiitt...Sangat sakiiit... Mulutnya bisa mengatakan dengan mudah kata Cinta tapi apa hatinya juga berkata demikian? Perasaan aneh semakin merasuki pikiran Agni. Ditambah lagi dengan pertanyaan pertanyaan yang semakin membuatnya tersudut. Cukup sudah segalanyaa!!!!! Agni berteriak senyaring nyarngnya di dalam hatinya.



>>>



“Udah puas lo berdua nyakitin hati temen gue?!”Cakka menjauhkan wajahnya dari wajah Zeze.



“Maksud lo vie?”Tanya Cakka.



“Tadi Agni liat semuanya kak. Waktu lo ngedeketin Zeze. Dan sekarang dia udah lari.”Kata Via sambil menghadap ke Cakka. Mendengar hal itu Cakka langsung pergi untuk mencari Agni. Via langsung melirik tajam ke arah Zeze.



Plakk! Via langsung menampar Zeze. “Gue udah bilang sama lo khan sama lo? Atau lo emang tuli?! Hah!?! Jawab!” Zeze diam.



“Emang ga ada gunannya ngomong sama orang TULI kayak lo!”Via langsung pergi. Zeze langsung berjalan mengejar Cakka tapi tiba tiba tangannya di tahan seseorang.



“Jangan ganggu mereka. Biarkan mereka ngomong berdua.”Kata orang itu yang notabenya adalah Alvin.



“Gue mau ngomong sesuatu sama lo”Kata Alvin. Zeze menghela nafasnya sjenak lalu ikut pergi dengan Alvin.

>>

Dengarlah mataharikuu suara tangisanku

Kubersedih karna panah cinta menusuk jatungkuu



Dengarlah matahariku puisi tentang hidupku

Tentangku yang tak mampu menghapuskan waktuuu..



Dengarkan aku... mataharikuuu...



Dengarlah matahariku puisi tentang hidupku

Tentangku yang tak mampu menghapuskan waktu



“Agniiiiii!!!”Cakka terus mengejar Agni. Agni menghentikan langkahnya, menghapus air matanya lalu berbalik.



“Kenapa kak?”Cakka Langsung memeluk Agni.



“Gue bisa jelasin semuanya ag,”



“Apa yang perlu di jelasin? Gue emang gak bisa egois kak. Gue udah liat semuanya kok. Gue liat waktu lo jalan ke toko buku kemaren, gue liat lo juga deket bengat sama zeze dan...”



“Bukan itu Ag!”Cakka melepaskan pelukannya.



“Gue bakal jelasin ke elo, dari awal...Dulu, saat pertama gue liat dan kenal lo, gue gak terllalu memperhatikan lo karna gue terlalu terobsesi dengan ify. Dan saat kehilangan Ify, gue sama sekali gak pernah bisa nerima orang lin dihati gue. Dan awalnya......gue gak pernah sayang sama lo..”Jderr!!nafas Agni semakin sesak iaberusaha untuk pergi tapi kini cakka menahan tangannya.



“Tapi semuanya berubah Ag, perasaan aneh mulai muncul di hati gue saat gue deketbsama elo. Beda sama yang gue rasan waktu gue sama zeze ataupun waktu gue deket sama Ify. Hingga akhirnya gue ngrti Ag, sesuatu itu sebenarnya sudh lama ada di hati gue tapi gue gak pernah menyadari itu, perasaan yang sama saat gue merasa marah saat gue ngeliat lo sama orang lain, perasaan aneh yang membuat gue ingin menghentikan waktu saat bersama lo.. dan perasaan itu hanya gue rasakan saat bersama dengan lo agni...”



One love

My one heart

My one life for sure

Lemme tell you one time

(girl I love, girl I love you)

I'ma tell you one time

(girl I love, girl I love you)

And I'ma be your one guy

You'll be my number one girl

Always makin time for you

I'ma tell you one time

(girl I love, girl I love you)

I'ma tell you one time
(girl I love, girl I love you)



Agni tersenyum mendengarnya. “Sori ya kka”



“Yes my sun”

***

Via yang sedang duduk di kelas sambil membaca buku biologi melirik handphonenya sejenak. Drttt... Via melihat nama yang terpampang di layar Kak Rio calling Via langsung menganggkatnya.



“Iya kak Ri...”Rio lngsung memotong



“Vie, Ify mana?”Tanya Rio. Via terdiam sejenak.



“vie? Hallow? Lo masih disana vie?”



“Eh iya, em ify lagi ke toilet kak”



“Oh. Syukur deh. Kalo dia balik bilang ya gue cariin. Thx”



“Iya kak”Rio menutup telfonnya.



Via berdiri lalu berlari dari kelas.

***

“kak kalo yang ini di bikinnya gimana dulu kak?”Tanya beberapa anak pengurus osis pada Iel selaku ketua osis.



“Kalo yang ini di ambil pokoknya, baru di susun, tapi di tambahin juga kalimat kalimat yang menarik”jelas Iel



“Kalau yang ini?”



“Yang ini tinggal di skrip aja, tapi kalimat kalimat yang ga begitu penting bisa di hapus aja soalnya itu nantinya kepanjangan”



“Oh iya, makasih kak”Pengurus osis itupun pergi. “Tugas nupuk lagi”Iel mengelap keringatnya, tak lamapandangannya tertuju pada seorang gadis yang sedang berlari sambil menyembunyikan wajahnya. “via?”gumam Iel lalu mngikuti gadis itu.

***

“Kenapa lo bawa gue ke sini?”Tanya zeze pada alvin sambil bersandar di dinding sebelah perpustakaan.



“lo suka sama Cakka?”Tanya Alvin, Zeze mengalihkan pandangannya.



“Lo tau kan, gue suka sama kak Cakka”



“Tapi Agni dan...”Zeze langsung memotong ucapan Alvin



“Gue tau! Dan gue tau kalo gue itu memang egois, gue egois banget”



“Gak bisa kah lo ngebuka hati lo buat orang lain?”Tanya Alvin dengan hati hati



“Ck! Jangan becanda deh, emang siapa yang bakalan suka sama orang kayak gue?”



“Gue?”Zeze menaikan sebelah alisnya sambil memandang wajah Alvin.



“Maksud lo?”



“Apa lo bisa ngebuka hati lo buat gue?”Zeze terpaku sejenak. Apa alvin menembaknya? pikirnya.



“Gue punya satu syarat”Kata Zeze



“Apa?”



“Lo musti...”

***

Via terhenti sejenak, seseorang menahan tangannya.

“please lepasin gue”



“lo kenapa vie?”



“Gue gak papa, sungguh”



“jangan bohong sama gue.”Tangan via melemas. Ia berbalik dan menatap mata Iel.



“Udah gak ada yang butuh gue kak, udah ga ada lagi kak yang perduli sama gue saat ini.”ucapnya lirih.



“Itu salah vie!”Ucap Iel tegas.



“Tapi itu semua..”



“Gue bilang itu salah! Gue vie, gue butuh lo, gue perduli sama lo, gue sayang sama lo”gumam Iel.



“gue sayang sama lo”gumam Iel sekali lagi. “thx kak”Via memeluk Iel. “Ya vie”



Maaf batin Via.

***

“Lo musti... tanding karate sama gue.”



“Tapikan gue gak bisa karate.”



“Gue kasil lo waktu.. satu minggu.”



Alvin menghela nafasnya sejanak. “Oke ”

***

#istirahat(skip)



“Heh! Ipi!”Ify yang lagi makan noleh



‘Jtaakk!!’Rio njitak kepala Ify.



“Lo apaan sih kak!”



“Salah lo, orang telponin dari tadi gak bisa”



“Orang lo ga ada nelpon gue kok!”



“Coba lo liat hp lo sekarang”



Ify mengambil handphone di kantung roknya “Hehehe... lowbat kak”Ify nyengir.



‘Jtaakk!’Rio menjitak Ify sekali lagi.



“Aduuhh.. sakit nih kak”Ify ngelus kepalanya.



‘Jtaakk!!’



“Adaww!”Ringis Rio



“Sakit tauk yel”Kata Rio yang pada Iel yang baru datang dengan Via.



“Salah lo sediri jitakin ade gue”Kata Iel. Ify yang ngeliatnya cekikikan.



“ketawa lo!”Cibir Rio pada Ify.



“Huahahahahahahahahhahhaa!!”Ify makin ngakak.



“Ketawa lo pengen gue bayar tau gak!”



“gak! Wleekk!!”Ify memeletkan lidahnya.



“Ngomong ngomong Agni sama kak Cakka sama kak Alvin mana?”Tanya Ify. Rio, Iel, dan via mengangkat alisnya.



>sementara di tempat lainya>



“Ni..”Panggil Cakka



“Iya kak?”



“Sebenernya gue, gue punya saudara”



“Oh ya? tapi kok gue gak pernah liat ya, bahkan ga pernah tau”



“Iya, gue punya satu adik perempuan. Namanya Aga. Dulu saat sidang perceraian kedua orangtua gue, kami berpisah. Dia degan ayah gue dan gue dengan ibu gue, tapi tak lama ada kabar kalau ayah gue meninggal...”



“Jadi gimana dengan Aga?”Tanya Agni antusias.



“Dia menghilang. Hingga sekarang dia masih belum ada kabarnya”



“Gue doain semoga Aga cepet ketemu deh kak”



“yahh... Semoga deh”



“Ada gak kak penghubung antara lo sama ade lo itu?”Tanya Agni



“Lo kebanyakan nonton sinetron deh kayaknya..”Kata Cakka



“huh”Agni menggembungkan pipinya.



“Tapi memang ada sih satu penghubung antara kami”



“Oh ya? Apa itu kak?”



“Ini”Cakka mengambil tangan Agni dan menaruhnya di dada cakka.



“Di sini kami selalu terhubung Ag,”Kata Cakka, Agni tersenyum.



“Ehemm..”Pandangan Cakka dan Agni teralihkan



“Gue mau minta maaf sama kalian berdua kalo gue udah bikin kalian salah paham.”kata Zeze, Cakka dan Agni tersenyum.



“Udah dimaafin kok ze,”kata Agni



“Iya, udah kita maafin kok ze”Kata Cakka.



“Thx, eh iya, gue ke kelas duluan ya, gamau ganggu orang pacaran xixi”Zeze langsung pergi.



Siapa yang mereka maksud dengan Aga itu? Pikir Zeze.

***

“Hoamm-_-”Ify menguap terus menerus selama pelajaran sejarah yang kurang lebih 2×45menit. Lalu Ify melirik ke arah Agni, Agni tampak bersemangat dan memperhatikan dengan sungguh sungguh.



“Ag, kenapa lo semangat bnget? Biasanya tidur duluan.”kata Ify berbisik bisik.



“gue lagi seneng aja”kata Agni dengan penuh senyuman. Ify hanya menggeleng gelengnkan kepalanya.



“Maaf vie”Via menoleh ke arah zeze yang sedang menatapnya.



“Lo ngomong sama gue?”Tanya via



“gak sama setan di depan gue, yah sama elo lah viee..”kata zeze masih dengan bisik bisik.



“oh sama gue.”Via kembali mengalihkan pandangannya pada buku.



“iih lo ngeselin banget sih”Ceplos Zeze dengan suara yang cukup membuat satu kelas menoleh ke arahnya.



“Kamu”Pak jamal menunjuk Zeze.



“Saya pak?”Tanya zeze.



“Iya, siapa nama kamu?”



“Zevana pak!”



“Sudah berapa lama kamu sekolah disini sampai tidak tau peraturan setiap saya mengajar?!”



“Bru tiga hari pak!”Jawab Zeze dengan enteng. Pak Jamal terdiam sesaat.



“Kamu anak baru?”tanya pak jamal



“Iya pak!”



“Ka..kalau begitu silahkan duduk”



“Iya pak”Zeze kembali duduk



“Puas lo?”gumam Zeze. Via sedikit tertawa.



“ya, puas bangeet”bisik via



“Jadi lo maafin gue kan?”



“iya, gue maafin.”

***

#setelah pulang kerumah*skip*

@rumah Ify



“Ify, jadi gak perginya?”Tanya Rio



“Oh jadi donk!”Kata Ify



“jam berapa?”



“Jam satu aja deh,”



“Abis itu kita makan siang di cafe aja ya, kemaren pas jalan jalan gue ada liat cafe dekat toko kue.”



“Oke, kalo gitu gue ke kamar dulu ya, mau siap siap”Ify beranjak ke kamarnya. Settelah cukup lama menunggu Ify, sekitar dua puluh menitan, Rio menggedor gedor pintu kamar Ify.



“Ify!! Kok lo lama banget sih”



“Sabar bentar napa sih?”Suara Ify dari dalam kamar



“Kenapa sih kalo cewe dandan tuh lamaaaaaa banget, emang cewe tuh mahluk palik ribet sedunia”Rio meratapi nasibnya(Penulis mau protes!! Penulis ini cewe tauukk!! XO)



“Udah yo,”setelah menunggu dari matahari terbit terus tenggelem, terbit lagi, terus tenggelem lagi*plakk* akhirnya ify keluar.



“Akhirnya selesai juga lo ngeremnnya”Ify menaikan alisnya. Ngerem? Apaan tuh? Pikirnya. Karna memang ga tau maksud rio ify ngangguk ngangguk aja-o-



“Yaudah yok jalan!”Kata Rio sambil berdiri



“Naik apa yo?”Tanya Ify



“Naik motor”



“Motor lo?”



“Naik motornya Iel”



“oohh..”



“terus mau kemana dulu?”Tanya Ify



“liat deh nanti”



“Nanti kita pulangnya jam berapa?”



“aduhh fy, gue jadi pusing kalo cerewet lo kambuh”



“iya deh, gue diem”

***

“Hoamm...”zeze mengkerjap kerjapkan matanya.



“jam berapa sih nih?”Zeze melirik jam diding di kamarnya.



13:10 “Astaga! Gue kan ada karate hari ini!!”Zeze segera bernjak dari tempat tidurnya dan mengambil tas ranselnya lalu mengikan rambutnya asal asalan di depan cermin dan segera beranjak dari kamarnya.

***

“Yo, kita ke Toko Presents house ya!”Kata Ify setelah keluar dari time zone.



“sure”Ify menggandeng tangan Rio dan menariknya menuju ke toko yang dimaksud. Sesampainya ditoko itu Ify terus menggandeng tangan Rio tanpa sadar.



“Mau yang ini atau yang ini ya?”Ify membandingkan dua gantungan kunci yang bergambarkan stitch.



“Ehemm”Rio ber-ehem

“Atau yang ini aja”Ify terus memandangi gantungan gantungan kunci yang berderet di hadapannya.



“uhuuk!! Eheeem!!”



“Kenapa sih yo?”



“Emm.. mau sampai kapan kita kayak gini?”kata Rio sambil melirik tangannya, refleks Ify juga melirik tangannya.



“Huuaaahh!! Ngapain lo pegang pegang gue!”Ify segera melepas pegangan tangannya sambil mengambil posisi yang kurang jelas sih gimana posisinya. Sementara Rio hanya menggaruk garuk kepalanya.



“Tadi kan elo yang gandeng tangan gue”



“Ga mungkin pasti elo”



“Elo”



“Elo”



“Eloo”



“Eloo”



“Eloo”



“Eloo”



“Udah, lupain”Rio membelakangi Ify



“Yo?”



“Emm”



“Rioo..”



“Emm”



“Lo marah ya sama gue?”



“Ga”



“bohong”



“tuh tau”



“sori ya yoo”



“Emm..”



“Bener ya??”



“Iyaaa ipiiii”Rio mengacak ngacak rambut Ify.



“Gituu donk.”



“iya iya”



“Makan yok yo, gue laper nih”Kata Ify sabil memegangi perutnya



“Yaudah yokk”

***

“Hos hos,”Zeze menghela nafas panjang setelah sampai ke sekolah. Tapi sekejap alisnya berkerut.



“Apa ada nih?!”Zeze melihat sekelilingnya.



“Pat!”Zeze memanggil Patton yang merupakan anggota karate



“Kenapa ze?”



“Kenapa banyak banget itu hari ini?”



“Gue rasa gue tau deh kenapa ze, pasti gara gara itu”patton menunjuk satu orang. Zeze mengalihkan pandangannya pada orang yang ditunjuk patton.

***

“Disini ya yo?”Tanya Ify



“Iya”



“Duduk disini aja ya,”Kata Ify sambil duduk diikuti Rio yang juga duduk.



“Andai saja aku masih punya kesempatan kedua Pasti akan ku hapuskan lukamu...”Ify mengalihkan pandangannya lalu segera mengambil ponselnya.



“Halo, bo cepat lo pergi ke cafe di dekat toko kue yummybakery”Ify menutup telfonya





Bersambung...

tag? just komen!!

Rabu, 29 Juni 2011

Telat Nyadarin Cinta(Part 18)#COPAS LAST PART!!

Telat Nyadarin Cinta(Part 18)#COPAS LAST PART!!





“hai fy”kata agni, shilla, dan via waktu ify ngebuka pintu





“hai. Kalian ngapain?”kata ify heran ngeliat temen2nya udah cantik2





“jemput elo. Cantik banget lo”kata agni pada ify





“mau kemana? Gw gak bisa. Mau dinner ama rio”kata ify pada temen2nya





“iya tau. Makanya itu. Ayoo”kata temen2nya





“apaa sih? Gw gak paham”kata ify heran





“ya udah. Yg penting lo ikut kita”kata via menarik tangan ify





Ify nurut aja.











@mall





“eh mau kemana? Kenapa lagi ini mall sepi gila”kata ify yg heran mall segede ini jam 8 malem udah sepi.gak ada orang sama sekali





“udah ikut aja. mata lo tutup ya”kata shilla menutup mata ify dan membimbing ify berjalan masuk





“eh kalian gila ya?? mau uji nyalii.serem tau”kata ify meronta







“udah ikut aja”via nyahut





mereka bawa ify kelantai 3





ify berdiri dipojok.





“sekarang buka mata lo”kata shilla dari kejauhan





Ify membuka matanya. Gelap. Serem gilaa.





“shilla, agni, via”kata ify teriak





“ngapain lo teriak2”terdengar suara yg familiar





“rio. Lo kan tau gw takut gelap”kata ify nyari sosok ify





“iyaa. Tapi ada gw ini”kata rio sambil memegangi tangan ify





“ngapain kesini? Katanya mau dinner”kata ify yg memegang tangan rio erat





“iyaa. Dinner disini. Tapi sebelumnya gw mau ngelakuin 1 hal”kata rio





“apaan?”ify bingung+takut





“Alyssa saufika umari. Gw sayang banget sama lo. Gw baru nyadar ini waktu lo tinggalin. Jadi gw gak mau lagi kehilangan lo”kata rio buka suara





Ify speechless





“fy, lo liat deh kebawah”kata rio nyuruh ify





“ngapain? Gak ada yg keliatan. Gelap io”kata ify













Tiba2 lampu nyala.





Ify ngeliat kebawah yg terlihat lapangan ice skating. Ify kagum.



Bukan ice skatingnya yg bikin kagum. Tapi tulisan diatasnya yg dirangkai pake balok balok es





Isinya



“Alyssa saufika umari, would you be Mario stevano’s girl?”





“gimana?”Tanya rio membuyarkan pikiran ify





“lo serius io?”kata ify masih gak percaya





“kalo bercanda gak bakal kali gw sampe nyewa nih mall”kata rio lagi





“ya ampun”kata ify kegum





“jadi gimana jawabannya?”kata rio





“emm, with pleasure Mario stevano”kata ify tersenyum





Yee. Rio loncat2





“eh tapi bukannya kita udah pacaran?”ify jahil nanya gitu ke rio





“iya sih, tapi yg kemaren illegal”kata rio





“jadi siapa yg menang?”Tanya ify





“gw dong. Kan elo yg duluan ngungkapin sayang ama gw.waktu dibandara itu”kata rio mengedip ngedipkan matanya





“wh, gw becanda kali. Pokoknya gw yg menang”kata ify





“gw”





“gw”





“gw”





“ya udah. Elo menang”kata ify ngalah





“gak deh. gak ada yg menang aja. lagipula kan kita gak tau siapa yg suka duluan, sayang duluan, cinta duluan. Kan perasaan orang gak ada yg tau”kata rio bijak





“iyaa. Dewasa ya lo”kata ify





“iya dong”rio berbangga





“trus sekarang mau ngapain?”kata ify pada rio





“dinner dong. Tuh mereka udah nungguin”kata rio menujuk kesatu2nya restoran yg masih buka di mall itu





“lo sewa juga tuh”kata ify





“iyaa. Demi lo tau”kata rio mengacak2 rambut ify





“makin sayang gw ama lo”kata ify sambil merapikan rambutnya





“ya udah yuk”kata rio mengenggam tangan ify dan berjalan menghampiri teman2nya yg udah pada nungguin di dalam restoran itu





“lama amat. Gimana?”Tanya iel pada rio





“sukses dong”kata rio





“eh itu berkat kita jg loh fy”kata cakka nyeplos





“iyaa. Makasih semuanya”kata ify senyum





“ya udah duduk yuk.laper gw nungguin sesi tembak menembaknya lama amat”kata Alvin memegangi perutnya





“gitu2 mereka romantic kak”kata via





“kita jg romantis kok saii”kata Alvin lagi





“romantis giman? Orang gak sesuai keinginan gw”kata via





“itu sih elo yg ribet. Kan harus cari yg efektif dan efisien”kata Alvin beralibi





“lo sih mending vin. Nah gw. Udah translate kata2 dulu. Trus ampe bebusa tu ngafalin dialog pake bahasa inggris. Nah waktu udah keren banget gw ucapin eh

respon si agni tau gak?”kata cakka. Agni langsung melotot ke cakka





“gak jadi deh. tuh mau ngamuk”kata cakka





“udah cerita aja kak. Gak bakal ngamuk kok. Gw penasaran”kata shilla





“tanggung jawab yaa. Masa dia bilang gw gak ngerti ama yg lo ucapin kak. Gw paham akhirnya doang”kata cakka menirukan agni





*gubrakk* semua pada ngakak dengernya.





“elo juga sih. Sok English”kata iel masih ngakak





“kan biar romantis”kata cakka membela diri





“kayak gw dong. Sederhana tapi ngena dihati”kata iel bangga





“ngena gimana? Nyebelin ada”kata shilla nyahut





“hhehe”kata iel garuk2 kepala





“emang kenapa shill?”kata via





“diakan nyanyi tuh lagu kayak nembak gw. Gw jawab aja gw mau kok jadi pacar lo. Eh dia bilang. Ntar dulu shill. Gw belom berkata2”kata shilla nyontohin





“itu mah elo yg udah ngebet ama gw”kata iel membela diri





Shilla udah mau lempar sendok ditangannya ke iel





“untung gw terima lo kak”kata shilla emosi





“iya deh shill. Gw becanda. Jangan marah ya”kata iel. Shilla haya tersenyum





“jadi yg paling perfect gw dong”kata ify





“lo berliku juga. Ribet. Ujungnya aja keren pas tembak menembak”kata agni





“biarin. Bukannya dalam cerita yg dituju itu akhirnya”kata rio





“ya ampun rio. Keren bener kata2 lo”kta iel geleng2





“Mario”kata iel sambil menaikan alisnya





Yg lain hanya geleng2 kepala





Mereka meneruskan kegiatan mereka. Setidaknya malam ini semua udah ngedapetin pasangannya dan yang jelas udah dapetin kebahagiaannya.

The End

Senin, 06 Juni 2011

Telat Nyadarin Cinta(Part17)#COPAS

Part17

@kamar rio


Pintu kamar rio diketuk. Tapi gak ada jawaban. Rupanya sang empunya masih molor dikamar.


Pintu dibuka. Ify geleng2 kepala ngeliat rio masih tidur. Dia membuka korden kamar rio. Cahaya matahari masuk


“aah, mamaa. Silauu tau. Rio masih ngantuk. Tumben banget bangunin orang hari ini libur”kata rio msih memejamkan matanya


“mama mama. Gw ify io”kata ify menguncang2 tubuh rio


“hah? Ngapain lo”kata rio langsung melek


“gak ngapain2. Bangunin lo. Mau minta maaf”kata ify merayu rio


“ogah. Udah keluar sono”kata rio lagi


“yah rio. Kok lo gitu. Nih gw udah bawain sarapan buat lo”kata ify pada rio


“nyokap gw juga bisa”kata rio lagi jutek


“nyokap bokap lo lagi ke bogor. Ada urusan katanya.udah berangkat”kata ify merasa menang


“hah? Kok gak ngomong dulu sama gw”Tanya rio


“mana gw tau. Udah yaa lo maafin gw dong? Gak tenang gw. Ngerasa bersalah tau”kata ify


“bodo. Lo tunggu diluar. Gw mau mandi dulu”kata rio nyuruh ify keluar sambil dorong2 ify kearah pintu.


“iya deh. gw tunggu dibawah”kata ify menutup pintu


Rio lonjak2 gaje sambil jalan kearah kamar mandi (penulis cekikikan sendiri liatnya)


Setelah beberapa menit. Rio turun kebawah make celana pendek sama tshirt aja


“makan io”kata ify pada rio


Rio duduk didepan ify


“mau kan maafin gw?”kata ify lagi


“gimana ya?”rio sok mikir


“mau lah yo. Jahat banget sih lo ama gw”


“jahatan mana?elo ato gw”kata rio nyindir


“iyaa deh”


“gini. Gw mau maafin lo asal…”kata rio gantung


“asal apaan?cepet napa”ify penasaran


“asal lo mau layanin gw seharian”kata rio


Ify melangkah mundur


“heh,lo jangan piktor dulu”kata rio noyor kepala ify


“abisnya lo ngomong gitu. Gw kan jaga2 aja.”kata ify polos


“bego”kata rio


“enak aja. trus maksud lo gimana?”Tanya ify


“pertama lo suapin gw makan deh”kata rio pada ify


“whaatt? Gak salah. Berasa baby aja lo. Babi ada”kata ify


“lo mau gw maafin gak?”ancam rio


“ya udah. Nih”kata ify sambil menyuapi rio


“enak”koment rio


“ya iyalah enak. oRang gw beli tau”kata ify


“heh, gw kira lo bikin sendiri”kata rio mencela


“mana bisa gw. Eh bentar. Kata lo kan pertama? Berarti ada keduanya dong”kata ify pada rio


“yoii”kata rio


“apaan?”


“emm, apa yaa. Lo makan malam sama gw aja. mau gak?”Tanya rio


“dinner? Kalo gitu sih gw mau tanpa lo paksa”kata ify nyengir sambil nyuapin rio


“ya udah”kata rio


“jadi lo maafin gw?”Tanya ify pada rio


“maybe”rio sok English british. Apa sih gaje


***_***

Telat Nyadarin Cinta(Part16)#COPAS

Part16

@kantin


“wey bro, ceria banget muka lo pada”kata Alvin negur cakka dan iel


“gw?”Tanya rio


“bukan. Kalo lo mah ditekuk mulu semenjak ify gak ada”kata Alvin jujur


Rio hanya melengos


“hhahaa, gw lagi happy bro. kemaren malem gw nembak shilla”kata iel pamer


“oyaa. Udah resmi dong?”kata cakka


“yoii. Tus lo kapan?”kata iel pada cakka


“weitss. Gw udah juga bro”kata cakka bangga


“lah, bukannya kata lo baru mau nembak hari ini”kata Alvin kecolongan start ama cakka


“tadi pagi emang bukan hari ini”cakka bingung


“yaah, gw paling bontot dong”kata Alvin


“tenang. Lo ada temen gw”kata rio datar


“elo sih udah ama ify”kata cakka noyor kepala rio


“elo kapan vin?”Tanya iel penasaran


“balik sekolah ini dong”kata Alvin pamer juga


“beuhh. Good luck ya bro”kata cakka menepuk pundak Alvin


“jangan lupa PJ lo pada sama gw”kata rio


Iel, cakka, dan Alvin pura2 gak denger


***_***


“kak, kita mau kemana sih?”Tanya via heran Alvin gak bawa dia ke jalan arah rumahnya


“gw mau ngajak lo kebukit”kata Alvin santai


“bukit? Mang mau ngapain?”via heran sendiri


“liat aja nanti”kata Alvin




“udah ayo turun”kata Alvin waktu udah nyampe


“iyaa”via nurut aja


“sini ikut gw”kata Alvin menarik tangan via


“kemana sih kak”via ngikutin Alvin


“ada yg mau gw kasih liat”kata Alvin


“apaan?”kata via tetep penasaran


“liat kedepan”Alvin berhenti



Didepan mereka ada rangkaian bunga2 yg bentuk nama mereka berdua



“lo nembak gw kak?”via masih kagum ama rangkaian bunga yg membentuk namanya dan
Alvin


“iyaa. Lo nerima gw gak?”Tanya Alvin


“gw bingung deh. kenapa harus Alvin jonathan sidunata & sivia azizah? Kenapa
gak Alvin jonathan sidunata cinta sivia azizah”kata via mengoreksi


“aduuh via. Kalo gw tulis cinta disana bukan dan, berarti gw doang yg suka sama elo.
Elo gak dong. Makanya gw tulis disana Alvin dan sivia sama dibingkai cinta.
Berarti saling mencinta”kata Alvin gemes juga ama via. Udah dibikinin bagus2 eh
ternyata dikoment. Hhaha


“iya sih. Tapi kan kalo pake Alvin cinta sivia. Itu lebih romantis”kata via lagi


“kan udah tadi. Kalo kayak gitu ntar gw aja bertepuk sebelah tangan”kata Alvin


“kan bisa elo tulis alvin cinta via, trus via cinta Alvin”kata via


“gak efesien. Eh berarti elo nerima gw dong vi?”kata Alvin


“iyaaa. Gw nerima lo kak”kata via


“ya udah. Thanks ya vi. Gw sayang banget sama lo”kata Alvin


“love you more kak”kata via seneng.


***_***


2 minggu kemudian..

(langsung yaa. Soalnya….)


“eh liat rio deh. uring2n gitu”kata Alvin pada teme2nya nd pacar2 mereka yg duduk2
dipinggir lapangan ngeliatin rio main basket sendirian


“iyaaa sih kak. Ify juga sih kurang kerjaan banget. Kapan juga tuh anak balik”kata
agni nyeplos


“agni”kata shilla melotot


“eh bentar. Ada yg kalian sembunyiin ya. ify balik? Bukannya ify udah pindah. Emang
dia ada planning ke Indonesia lagi?”cakka nyerocos


“lo sih ag”kata via


“maaf. Trus gimana?”kata agni bingung yg udah diplototin ama cakka, Alvin, dan iel


“kepaksa lo cerita.lagi pula bentar lagi dia balik kan. Dia bilang kan 1minggu eh udah
2minggu gak balik2. Certain aja deh”kata shilla


“ya udah. Tapi jangan certain ama kak rio ya”kata agni. Cakka, iel, dan Alvin
mengangguk


“jadi gini……..”agni mulai bercerita


“huh. Kasian rio. Tapi dia sendiri juga. Ngapain sok2n gak suka”kata cakka
berkomentar setelah agni selesai cerita


“iyaa. Telat nyadarin cinta bro”kata iel asal


“moga aja gak telat. Trus kenapa blom balik?”Tanya Alvin pada shilla, via, agni


“gak tau. Dibilang Cuma seminggu. Tapi udah 2 minggu gak balik2”kata shilla


“kenapa lagi tu anak”kata iel heran


Rio bolak balikin badannya dikasur. Dia masih aja kepikiran ify. Buka twitter gak ada status dari ify.


“lo kemana sih fy? Gw bisa gila sendiri kayak gini”kata rio mengacak2 rambut


Rio mengganti pakaian. Dia mengambil bola basket dan berjalan keluar


“rio?? Mau kemana?”Tanya mama manda yg liat rio berjalan kearah pintu


“paling mau ke lapangan basket komplek ma”kata rio


“ya udah. Jangan lama2 ya”kata mamanya yg melihat muka rio udah uring2n gak jelas


Rio berjalan sendiri menuju ke lapangan komplek yg sepi



Bel rumah rio bunyi. Mama manda ngebukain pintu


“halo tante”kata orang itu sambil bersalaman


“hai sayang. Udah balik?”Tanya mama manda (pasti tau deh siapa yg datang)


“iya tant. Rio ada gak?”kata orang itu yg ternyata IFY


“ada. Kenapa kangen?”mama manda godain ify


“hheee. Nih tant. Oleh2. Rionya mana tante?”Tanya ify sambil menyerahkan sesuatu


“rio lagi di taman komplek pojok sana fy. Mau maen basket kayaknya. Tadi uring2n gitu. Gara2 kamu tinggal kali”kata mama manda lagi


“ah tante bisa aja. ya udah, ify nyusulin kesana ya tant”kata ify pamit


“iyaa. Pasti rio seneng tuh”kata tante manda lagi



Ify berjalan menuju lapangan. Dia ngeliat rio lagi ngedribble bola gak jelas.


“ya ampun io. kangen banget gw sama lo”kata ify tersenyum ngeliat sosok rio dari kejauhan


“aarrrggggh. Kenapa lo mesti pindah!”kata rio teriak gaje sambil ngelempar bola sekencengnya ke ring tapi mental entah kemana.


Rio males nyari dan memutuskan duduk sendiri ditengah lapangan


“nih. Ngapain lo disitu. Kayak orang ilang”terdengar suara yg mengagetkan rio. Rio langsung mendongak melihat orang itu yg sedang memegangi bola basketnya


“ify??”rio heran


“hhehee. Lo gak kangen sama gw”kata ify duduk didepan rio


“lo kok disini?”Tanya rio speechless


“gw kan balik”kata ify sambil senyum


“bukannya lo pindah?”kata rio heran bener


“gw gak pindah kok. Gw Cuma nganter bonyok aja. gw ama bang ray balik lagi kok”kata ify


“berarti lo boongin gw dong”kata rio rada marah


“gak. Gw gak pernah bilang mau pindah kok. Lo aja yg asumsiin gitu”ify membela diri


“temen2 lo juga”kata rio


“temen2 gw bahkan temen lo udah tau kok io”kata ify enteng


“hah?”kata rio makin heran


“iyaa. Mereka tau kalo gw Cuma nganter aja. Cuma seminggu doang dispore”kata ify


“seminggu?”kata rio menanyakan aneh


“iya deh. niatnya Cuma seminggu. Tapi jadi nambah 2 minggu”kata ify nyengir


“kenapa?”rio nanya jutek


“soalnya ada konser Mariah carey disana. Gw ngerasa nanggung aja balik. Jadi gw nambahin 1 minggu lagi deh buat liat konser. Kan jarang2 io”kata ify polos


“berarti kalian semua sekongkol”kata rio marah (nah lo)


“gak. Yg tau ini Cuma gw ama bang ray.lo marah io?”Tanya ify


“lo pikir”kata rio berdiri


“lo mau kemana? Gw kan baru nyampe”kata ify liat rio berdiri


“bodo. Gw mau balik”kata rio berjalan meninggalkan ify


“yaah marah dia. Gak tau apa gw bela2in kesini langsung dari bandara. Eh ngambek. Besok aja deh baikinnya.capee.mending balik”kata ify bergumam sendiri


Rio jalan kearah rumah senyum2 sendiri. Dia seneng banget ketemu ify lagi. Walaupun tadi ngambek. (hueeeh. Dasar rio-__-)